Menurut penelitian obat-obatan tidak menghasilkan pil yang dapat membantu masyarakat mengurangi berat badan. Pendekatan tradisional seperti diet dan olahraga dapat bekerja dalam tenggang waktu singkat, tetapi biasanya individu akan kembali menambah berat badan. Secara acak, percobaan menurunkan berat badan dengan bedah menunjukkan beberapa perbaikan untuk diabetes tetapi tidak dalam hal kematian, kanker, dan penyakit jantung.

Jika benar-benar ada “pil” solusi untuk berat badan, maka itu adalah mengubah pikiran, khususnya di area primitif otak, “otak emosional” atau otak mamalia dan reptil. Area ini menjadi rumah dari sirkuit yang mengontrol stres dan emosi, pikiran dan tingkah laku yang dihasilkan dari stres. Sirkuit ini dapat diubah, jadi kita memiliki kemungkinan untuk mengatasi akar masalah yang berhubungan dengan stres, termasuk obesitas.

Beberapa kasus obesitas dipengaruhi oleh genetika, lebih banyak penelitian mengindikasikan bahwa stres memainkan peranan besar dalam kenaikan berat badan. Banyak orang stres melampiaskan pada makanan untuk mendapatkan ketenangan.

Rekan kerja dan saya telah mengembangkan pendekatan berdasarkan ilmu saraf untuk menangani berat badan dan permasalahan kelebihan berat badan yang kita hadapi, melalui pelatihan otak emosional. Idenya menggunakan perangkat berbasis ilmu saraf untuk mengubah otak sehingga seluruh kelebihan yang umum akan hilang. Metode ini menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Otak emosional adalah pusat komando untuk berat badan dan kelebihan yang umum. Termasuk di dalamnya pusat rasa takut, imbalan dan kelaparan. Ketika otak stres, ketiga pusat itu mempromosikan untuk makan lebih banyak dan menaikkan berat badan. Kita cenderung melakukan hal yang kita tahu tidak seharusnya dilakukan. Kita tidak dapat menahan diri! Otak emosional kita stres.

Stres menaikkan nilai makanan, meningkatkan rasa lapar pada karbohidrat, dan menurunkan tingkat metabolisme, hampir memastikan kenaikan berat badan. Obesitas yang disebabkan oleh stres telah terdokumentasi dengan baik. Otak logika kita kehilangan sirkuit dan otak emosional ekstrim mengambil keputusan.

Merawat tubuh, merawat otak

Langkah pertama untuk mengontrol berat badan adalah menenangkan otak emosional. Dalam pelatihan otak emosional, kita melepaskan stres dengan memeriksanya beberapa kali sehari, mengidentifikasikan tingkat stres dan menggunakan teknik tingkat stres untuk terangkat ke kondisi normal.

Terdapat lima tingkat stres dan lima perangkat. Untuk mengetahui cara kerjanya, bernapaslah sejenak, periksalah diri Anda, dan identifikasi tingkat stres Anda. Kemudian gunakanlah perangkat di tingkat itu untuk mengurangi stres Anda secara cepat.

1. Perangkat belas kasih (tingkat stres 1: stres paling rendah)

Berkatalah kepada diri sendiri, “Rasakan belas kasih diri sendiri”. Kemudian rasakan gelombang belas kasih mengalir dalam tubuh Anda. Kemudian katakanlah, “Rasakan belas kasih kepada sesama.” Rasakan sedikit gelombang kehangatan. Terakhir, katakanlah, “Rasakan belas kasih pada semua makhluk hidup.”

2. Perangkat emosi (tingkat stres 2: stres rendah)

Bertanyalah pada diri sendiri, “Bagaimana perasaan saya?” Sering kali, tiga perasaan muncul, tetapi tunggulah sampai hanya satu perasaan yang paling kuat. Itulah dia! Kemudian bertanyalah pada diri Anda, “Apa yang saya butuhkan?” Dan akhirnya, “Apakah saya memerlukan bantuan?”

3. Perangkat aliran (tingkat stres 3: sedikit stres)

Katakan, “Saya merasa marah bahwa….”, dan amati kata-kata itu muncul di pikiran Anda. Katakan kembali kalimat itu, untuk tujuh perasaan lainnya: sedih, takut, rasa bersalah, terima kasih, gembira, aman dan bangga. Amati tubuh Anda kembali bersinar dan bagaimana stres Anda hilang. Mengapa? Ketika kita merasakan perasaan negatif, mereka menghilang. Kita tidak lagi berada dalam bahaya dan otak secara alami fokus pada perasaan positif yang memberikan kita energi untuk terus maju dan melakukan hal baik dalam hidup kita.

4. Perangkat berkesinambungan (tingkat stres 4: stres tinggi)

Mulailah dengan mengucapkan apa yang mengganggu Anda (jangan ditahan), kemudian proteslah stres tersebut dengan mengatakan,”Saya merasa marah bahwa…saya tidak tahan jika…. Saya benci jika…”, dan tiap kali amatilah kata-kata itu muncul di pikiran Anda. Ini dapat membuka sirkuit sehingga Anda dapat berubah di tingkat yang lebih dalam. Ambil jeda dan tarik napas panjang, kemudian katakanlah, “Saya merasa sedih jika…saya merasa takut jika… Saya merasa bersalah jika…”, dan amatilah kata-kata itu muncul dalam pikiran Anda untuk melengkapi setiap kalimat.

Kemudian dukunglah diri sendiri dan katakan, “Tentu saja saya akan melakukannya (kelakuan negatif seperti makan berlebihan) karena harapan yang tidak rasional adalah…” dan tunggulah kembali kata-kata itu muncul dalam pikiran Anda, seperti, “Saya merasa tenang dengan makan berlebihan.” Itu adalah kesalahan pola pikir lama yang perlu diperbaiki.

Perbaikilah! Katakan harapan yang bertolak belakang (seperti “Saya tidak akan mendapatkan ketenangan dari makanan. Saya akan mendapatkan ketenangan dari menghubungkan pada diri sendiri”). Sejalan dengan kata-kata Anda, ketika sirkuit terbuka, sirkuit akan mengubah keputusan Anda. Dengan adanya harapan baru yang lebih dominan, emosi yang menyebabkan berbagai kelebihan (termasuk makanan) akan semakin memudar sehingga mengubah perilaku menjadi lebih gampang.

5. Perangkat pengendalian kerusakan (tingkat stres 5: stres berat)

Ketika kita stres berat, kita butuh untuk dipeluk dan dihibur. Kadang kala hanya dengan menggoyang kursi dan menarik napas panjang akan membantu. Juga, Anda dapat mengucapkan berkali-kali: “Jangan menghakimi. Kurangi dampak. Tahu bahwa itu akan berlalu. Setelah semuanya, itu hanyalah stres dan akan berlalu.”

Sirkuit bertahan hidup mengaktifasi emosi kuat untuk makan berlebihan

Ketika Anda mulai melepaskan stres dari otak emosional, masih ada peluang Anda akan mendapat pemicunya. Anda mungkin akan menyalahkan diri sendiri ketika makan camilan saat malam hari atau makan berlebihan. Akan tetapi, itu hanyalah sirkuit bertahan hidup.

Mereka terkode ketika kita stres dan mencari makanan untuk mengatasi stres. Otak mengingat bahwa makanan “menyelamatkan” kita dari stres, jadi otak terkode untuk harapan seperti itu, seperti “saya selamat karena makanan”. Sirkuit itu dapat dimainkan berkali kali sepanjang hidup, memicu kesalahan adaptasi makan.

Penelitian sekarang menunjukkan bahwa sirkuit bertahan hidup ini dapat diatur ulang dan kita melakukannya di Pelatihan Otak emosional. Nyatanya, kita hanya dapat diatur ulang ketika kita sedang stres. Hanya pada saat itulah, sirkuit dapat dibuka dan membuat perubahan yang lebih tahan lama. Ketika stres dan ingin makan, peserta Pelatihan Otak emosional akan menggunakan perangkat berupa makanan dan menggunakannya untuk menahan keinginan makan dan mengganti sirkuitnya. Pemicu makan berlebihan akan menghilang.

Langkah terakhir : menjaga berat badan

Menjaga berat badan cukup sulit tetapi mungkin lebih mudah jika kita memperbaiki titik picu emosional. Sering kali seperangkat titik dalam stres terkode dari pengalaman buruk di awal kehidupan dan menyebabkan kelebihan stres kronis di otak emosional, pemicu meningkatnya berat badan.

Solusinya adalah menaikkan titik picu emosional, jadi kita mengeluarkan otak emosional dari kondisi stres kronis. Inilah mengapa program Pelatihan Otak emosional bertujuan untuk meningkatkan titik picu, sehingga peserta menjadi lebih tahan terhadap stres baru, cenderung untuk tidak kembali lagi mendapatkan kembali berat badan yang telah hilang, dan paling penting, mampu untuk menda-patkan kembali kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari. ( University of California / Laurel Mellin /Jsp/Yant)

Laurel Mellin adalah asisten profesor klinis untuk keluarga dan komunitas medis dan dokter anak di University of California – San Francisco. Artikel ini pertama kali dipublikasikan di The Conversation.

Share

Video Popular