Ditemukan Lubang Hitam Supermasif Ekstrem Kuno, Menantang Teori Alam Semesta

461
Sinar gamma yang kuat berasal dari lubang hitam supermasif. (Video screenshot)

Oleh:  Zhang Bing Kai

Ilmuwan menemukan beberapa lubang hitam yang sangat tua. Hal ini mungkin akan mengubah pemahaman kita tentang teori alam semesta saat ini.

Berdasarkan sumber sinar gamma ekstrim kuat, para ilmuwan NASA menyimpulkan bahwa di dalam galaksi yang hanya lebih muda 1.4 miliar tahun dari usia alam semesta terdapat lubang hitam yang sangat tua.

Para ilmuwan memperkirakan usia alam semesta sekarang kurang dari 14 miliar tahun. Secara relatif, galaksi-galaksi yang muncul 1.4 miliar setelah munculnya alam semesta itu merupakan benda langit ekstrim tua.

Para ilmuwan menemukan inti dari beberapa galaksi ekstrim kuno itu sangat aktif, dan menyebutnya “blazers”, karena mereka memiliki karakteristik dari sumber energi yang bervariasi dengan kepadatan ekstrim tinggi, dan diperkirakan mengandung lubang hitam supermasif dengan massa lebih dari 1 juta kali dari massa matahari.

Roopesh Ojha, astronom dari NASA Goddard Space Flight Center mengatakan, “Blazer-blazer yang jauh ini mengandung lubang hitam dengan massa terbesar yang telah diketahui, dan lubang hitam-lubang hitam ternyata berusia sangat tua. Fenomena ini memungkinkan kita untuk mempertimbangkan kembali teori pembentukan lubang hitam supermasif sekarang. Kita perlu menemukan lebih banyak lubang hitam seperti ini untuk studi lebih lanjut.”

Sinar gamma dari pantauan teleskop Fermi. (Video screenshot)

Para ilmuwan berhasil mengamati lima galaksi kuno seperti itu menggunakan Fermi Gamma-ray Space Telescope, galaksi-galaksi ini memancarkan sinar gamma yang kuat. Tentu saja, sinar gamma merupakan cahaya yang tidak dapat dilihat dengan mata manusia.

Hal yang membingungkan para ilmuwan adalah, bahwa teori yang ada sekarang menyebutkan tidak seharusnya terdapat sinar gamma sedemikian kuat di sana. Namun faktanya, para ilmuwan justru menemukan galaksi yang sedemikian tua itu ternyata mengandung lubang hitam supermasif dengan pancaran energi 2 triliun kali dari matahari.

“Masalah utamanya adalah bagimana proses pembentukan lubang hitam raksasa ini di masa usia alam semesta yang sedemikian mudanya? Kita juga tidak tahu mekanisme dar laju kecepatan perkembangan lubang hitam,” ujar Dario Gasparrini, ilmuwan dari Agenzia Spaziale Italiana.

Sementara itu, peneliti dari Clemson University, Marco Ajello menambahkan, “Menurut kami, lubang hitam supermasif kuno yang dipantau teleskop Fermi ini hanya sebagian kecilnya. Karena pengamatan di masa lalu tidak menggunakan sinar gamma, sehingga gagal mengamati keberadaan mereka (lubang hitam).” (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)