Menteri Kesehatan Malaysia mengatakan bahwa hasil otopsi terhadap jenasah Kim Jong-nam akan diumumkan paling cepat pada 22 Februari 2017.

Menteri Kesehatan Malaysia dalam konferensi pers yang dilakukan pada Senin (20/2/2017) menyebutkan bahwa otopsi terhadap jenasah sudah selesai dilakukan pihak berwenang. Sementara hasilnya akan dipublikasikan sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia, jadi paling cepat yakni pada Rabu (22/2/2017) mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kim Jong-nam diserang dengan racun oleh orang tak dikenal di Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu dan tewas. Untuk mengetahui sebab kematiannya, Kepolisian Malaysia menuntut dilakukannya otopsi jenasah. Selain itu juga memberikan waktu selama 2 pekan kepada keluarga korban untuk datang ke Malaysia membantu memperlancar pengusutan pekara.

Kepolisian Malaysia untuk pertama kalinya mengadakan konferensi pers terkait  dengan  laporan tentang kemajuan proses pengusutan kasus pembunuhan ini. Pihak kepolisian mengatakan bahwa penyebab kematian Kim Jong-nam untuk sementara waktu ini belum diketahui secara pasti, jenis racun yang dipergunakan juga sedang diteliti lebih jauh.

Erabaru.net mencatat, sampai saat ini, 11 orang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan, 4 orang tertangkap, 7 orang lelaki masih buron, tetapi 5 orang di antara mereka dapat dipastikan adalah WNA Korea Utara.  4 orang WNA Korut itu sudah berhasil terbang meninggalkan Malaysia. 2 orang tersangka lainnya masih belum diketahui identitas dirinya.

Pihak Kepolisian sedang berusaha mengubungi keluarga almarhum Kim Jong-nam, dan meminta mereka datang ke Malaysia untuk proses penyerahan jenasah.

Sebagaimana dilaporkan oleh media Malaysia dan Korea Selatan bahwa RGB (Dinas Rahasia Korea Utara) berada di belakang peristiwa pembunuhan Kim Jong-nam. Dikatakan, para agen rahasia Korut sudah bersembunyi di Malaysia selama 20 tahun. Dan mereka ini yang bertanggungjawab untuk melaksanakan pembunuhan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular