Seperti yang kita kenal, ada 7 benua di dunia, yaitu Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, dan Antartika.

Namun baru-baru ini, para peneliti mengatakan telah menemukan benua baru yang tersembunyi di perairan Selandia Baru yang diberi nama Zealandia, mungkin akan menjadi Benua ke-8 di dunia.

Dalam laporan yang dipublikasikan di “Geological Society of America’s Journal”, para ilmuwan menggambarkan area benua ini sekitar 4,9 juta kilometer persegi luasnya, atau berukuran dua pertiga dari benua Australia, sebesar 94% bagiannya berada di bawah air. Sementara bagian yang mencuat di permukaan adalah Selandia Baru yang kita kenal.

Para ilmuwan mengatakan, daratan yang tersembunyi di bawah air ini memiliki empat syarat sebagai benua yakni: tipe batuan yang berbeda, struktur kerak yang khas, batas-batas yang jelas dan ketinggian di atas area sekelilingnya, sehingga dipertimbangkan menjadikannya sebagai benua ke 8 dan menamakannya Zealandia.

Ahli geografi dari Selandia Baru, seperti dilansir BBC, Jumat (17/2/2017), yang terlibat dalam penelitian terkait Nick Mortimer menjelaskan, bahwa mereka telah mensurvei wilayah tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Hasil penelitian itu menunjukkan kerak di sekeliling Selandia Baru terdiri dari berbagai tipe batuan yang beberapa di antaranya sangat kuno. Hal itu sesuai dengan kerak benua.

Penelitian menyebutkan, bahwa 94% dari Benua Baru dibawah air itu terpisah dari Australia sekitar 60-80 juta tahun yang lalu dan tenggelam di bawah laut yang dikenal sebagai Gondwanaland.

Sementara itu, para peneliti mengatakan, “Daratan tersebut bukan ditemukan secara mendadak, tapi dikenal secara bertahap,”demikian dilansir dari laman “Daily Mail”.

Adapun mengenai nama Zealandia itu dikemukakan oleh ahli geologi Bruce Luyendyk pada 1995. Ketika itu, ilmuwan menyimpulkan bahwa daratan tersebut hanya memiliki tiga karakteristik sebagai benua, bukan empat jenis seperti yang ditemukan sekarang.

Seiring dengan semakin majunya teknologi satelit dan pemetaan lebih lanjut, para ilmuwan akhirnya mengkonfirmasikan bahwa daratan itu merupakan wilayah kolektif.

Sejauh ini, para ilmuwan belum menentukan bagian mana dari wilayah milik Selandia Baru dan Australia. Sebuah penelitian lain yang berlangsung selama 6 tahun dari Institute of Geological and Nuclear Science, Selandia Baru menemukan, di sekitar pantai dari benua baru tersebut mungkin mengandung bahan bakar fosil miliaran dolar AS. (Epochtimes/ Ming Shu Ge/joni/rmat)

Share

Video Popular