Proses sekarat biasanya dimulai sebelum kematian terjadi. Kematian adalah perjalanan pribadi setiap individu dengan pendekatan yang unik. Tidak ada yang konkret, tidak dibakukan. Banyak cara proses kematian yang semua mengarah ke tujuan yang sama.

Ketika seseorang mendekati ajalnya, maka dimulailah proses perjalanan dari kehidupan di dunia ini menuju kehidupan masa depan yang tidak diketahui.

Ketika proses kematian dimulai, seseorang mulai pada penemuan jalur mental, memahami bahwa kematian memang akan terjadi dan percaya bahwa ia akan meninggal.

Ada tonggak sepanjang perjalanan ini. Karena setiap orang mengalami kematian dengan caranya sendiri yang unik, tidak semua orang akan berhenti di setiap tonggak ukur. Beberapa orang mungkin berhenti pada beberapa tonggak ukur, sementara yang lainnya mungkin berhenti di setiap tonggak ukur, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya di sepanjang jalan. Beberapa orang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapai tujuan mereka, sementara yang lainnya hanya membutuhkan waktu beberapa hari.

Awal perjalanan: Satu bulan sampai tiga bulan sebelum kematian

Ketika seseorang mulai menerima kematiannya dan menyadari bahwa kematiannya sudah dekat, ia mulai menarik diri dari lingkungannya dan orang-orang di lingkungannya.Ia mulai jarang dikunjungi teman, tetangga, dan bahkan anggota keluarga. Ketika ia menerima kunjungan, ia sulit untuk berinteraksi dan memberi perhatian kepada pengunjung. Ia mulai merenung hidupnya dan kenangan lama. Ia menilai perjalanan hidupnya selama ini dan memilah-milah penyesalan.

Ia juga melakukan lima tugas kematian.

Orang yang menjelang kematiannya mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan karena reaksi tubuh mulai melambat. Tubuh tidak membutuhkan energi dari makanan seperti dulu. Orang menjelang kamatian lebih sering tidur, dan tidak terlibat dalam kegiatan yang pernah dinikmatinya dulu. Ia tidak lagi membutuhkan makanan bergizi. Tubuh melakukan hal yang ajaib selama masa menjelang ajal di mana mengubah kimia tubuh untuk menghasilkan rasa bahagia. Ia tidak lapar atau haus dan tidak menderita akibat tidak makan. Ini adalah bagian yang awal perjalanan menuju kematian.

Satu minggu sampai dua minggu sebelum kematian

Perubahan mental

Sebagian besar waktu dihabiskan untuk tidur. Sering terjadi disorientasi dan  persepsi berubah. Seseorang mungkin mengalami delusi, seperti takut adanya musuh tersembunyi atau merasa tak terkalahkan.

Orang yang sedang sekarat juga dapat mengalami halusinasi, kadang melihat atau berbicara dengan orang yang tidak tampak, yang seringkali orang yang telah meninggal.

Beberapa orang melihat hal ini sebagai membuka tabir antara kehidupan ini dengan kehidupan berikutnya. Seseorang mungkin memilih seprai dan pakaiannya. Gerakan dan tindakannya tampak tanpa tujuan dan tidak masuk akal bagi orang lain. Ia bergerak lebih jauh dari kehidupan di Bumi ini.

Perubahan fisik

Tubuh dalam masa sulit untuk bertahan hidup. Tandanya:

• Suhu tubuh menurun satu derajat atau lebih.

• Tekanan darah menurun.

• Denyut nadi menjadi tidak teratur dan dapat lambat atau cepat.

• Banyak berkeringat.

• Perubahan warna kulit akibat sirkulasi berkurang, yang lebih sering terlihat pada bibir dan bantalan kuku karena menjadi pucat dan kebiruan.

• Perubahan napas, seringkali napas menjadi lebih cepat dan sulit bernapas. Penumpukan cairan yang berlebihan menyebabkan bunyi ngorok dan batuk.

• Jarang berbicara dan akhirnya tidak berbicara sama sekali.

Akhir perjalanan: Sehari sampai beberapa jam menjelang kematian

Ia semakin dekat menjelang ajalnya. Dapat ada gelombang energi saat menjelang ajal. Ia ingin bangkit dari tempat tidur dan berbicara dengan orang yang dicintai, atau meminta makanan setelah berhari-hari tidak nafsu makan. Gelombang energi ini sedikit kurang diperhatikan tetapi biasanya digunakan sebagai ekspresi fisik terakhir seseorang yang sekarat sebelum meninggal dunia.

Gelombang energi biasanya pendek, dan tanda sebelum terjadinya gelombang energi memperjelas kematian semakin dekat. Napas menjadi lebih tidak teratur dan sering melambat. Dapat terjadi pernapasan “Cheyne-Stokes,” di mana napas cepat diikuti oleh periode tidak bernapas sama sekali. Penumpukan cairan yang berlebihan di jalan napas menyebabkan bunyi ngorok yang keras.

Pada tangan dan kaki terdapat bercak-bercak atau bintik-bintik keunguan. Bintik keunguan ini perlahan-lahan menjalar ke lengan dan tungkai bawah. Bibir dan bantalan kuku berwarna kebiruan atau ungu. Ia biasanya menjadi tidak responsif dan matanya terbuka atau setengah terbuka namun tidak melihat lingkungan sekitarnya. Hal ini secara luas diyakini bahwa pendengaran adalah indra terakhir yang masih berfungsi sebelum meninggal sehingga pada saat seperti ini dianjurkan orang yang dicintainya untuk duduk dan berbicara dengan orang yang menjelang ajal tersebut.

Akhirnya, napas akan berhenti sama sekali dan jantung berhenti bekerja. Kematian terjadi.(Epochtimes/Angela Morrow, RN/Vivi)

Share

Video Popular