Anak-anak di Taiwan lebih beruntung, tetapi di beberapa negara kurang berkembang, maka anak-anak mereka mungkin jadi kurang beruntung.

Banyak orangtua karena kemiskinan lalu membiarkan anak-anak mereka menggelandang di jalanan, bahkan untuk bisa bertahan hidup, di usia yang seharusnya masuk sekolah itu mereka harus mencari uang dengan bekerja. Ini merupakan masalah sosial yang tidak kecil juga cukup mengkhawatirkan.

Jumlah penduduk miskin di Filipina cukup menakjubkan, walaupun presiden Filipina secara terbuka sudah berjanji akan mengubah keadaan miskin tersebut, tetapi perubahan bukanlah suatu pekerjaan mudah. Ia membutuhkan waktu panjang.

Taiwan, yang tidak juga bisa terlepas dari hal-hal yang tidak menyenangkan, tetapi bila dibandingkan dengan Filipina, warga masyarakat Taiwan masih  bisa berbesar hati.

Akibat masalah kemiskinan, banyak sekali anak-anak Filipina di bawah umur tidak atau putus sekolah. Mereka pergi ke jalanan yang ramai untuk meminta-minta uang sedekah, melakukan pekerjaan kasar.

Sudah barang tentu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Filipina mengalami situasi dihampiri oleh anak-anak yang meminta uang.

Mereka bahkan akan membuntuti wisatawan sampai permintaannya terpuaskan. Karena itu, jadi banyak anak-anak itu kemudian memiliki sifat buruk, hanya menggantungkan hidup dengan hasil  mencuri, merampas, merampok.

Makanan anak-anak. (bomb01)

Baru-baru ini, sepasang suami istri muda mengunjungi Filipina untuk berwisata. Foto yang mereka ambil sempat mengejutkan dunia!

Geo Tolentino Roger dan John Benedict Ring pada 12 Desember tahun lalu berwisata di Filipina, Ketika berada dalam restoran makanan cepat saji, mereka dihampiri oleh seorang bocah laki-laki yang meminta uang.

Wajah memelas bocah tersebut membangkitkan rasa kasihan kedua wisatawan tersebut. Meskipun mereka tidak memberi uang, tetapi membelikan makanan untuknya.

Bocah tersebut langsung meninggalkan mereka begitu makanan sudah didapat, tetapi adegan selanjutnya membuat orang tercengah. Ia langsung lari berlari menuju ke samping seorang gadis kecil yang berada di pinggir jalan.

Gadis kecil tersebut adalah adiknya. Bocah laki-laki itu langsung membuka bungkusan makanan dan dengan penuh kesabaran menyuapi adiknya yang sudah lapar dan terus menunggu. Saya percaya bahwa bocah itu pun ingin mengisi perut, tetapi yang terpikir olehnya adalah mendahulukan kepentingan adik ketimbang dirinya. Biarlah ia yang lapar jangan adiknya. Sebuah contoh perilaku yang baik.

Menyentuh. (bomb01)

Geo dan John tercengang melihat adegan ini. Foto yang mereka ambil kemudian diupload di akun media sosial dan mendapat ‘like’ dari sejumlah orang.

Mereka tidak menduga bahwa bocah laki-laki itu dapat mengorbankan kesempatan dirinya bisa makan kenyang tetapi memilih mendahulukan tugas mengurusi  adiknya. Dari ekspresi bocah yang terpapar dalam foto terlihat bahwa ia melakukan hal itu secara suka cita.

Bagi teman-teman yang tersentuh melihatnya, boleh membagikan cerita ini agar semakin banyak sifat empati memenuhi dunia ini. (Bomb01/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular