Bakteri dalam Daging Ayam Setengah Matang Dapat Menyebabkan Kelumpuhan

129
bakteri
Ilustrasi .(Subbotina Anna / Shutterstock)

Bakteri yang biasa ditemukan pada ayam yang belum matang dapat menyebabkan sindrom guillain-barré, penyebab utama kelumpuhan neuromuskuler akut pada manusia.

Temuan yang dilaporkan dalam jurnal Autoimmunity ini, tidak hanya menunjukkan bagaimana bakteri campylobacter jejuni yang ditularkan melalui makanan, memicu sindrom guillain-barré, namun juga menawarkan informasi baru untuk penyembuhan.

Jika ayam tidak dimasak dengan suhu minimum internal yang tepat, maka bakteri masih tetap hidup.

“Hasil penelitian kami membuktikan bahwa dibutuhkan genetik tertentu yang digabung dengan strain campylobacter tertentu untuk menyebabkan sindrom guillain-barré. ,” kata Linda Mansfield, penulis utama dan profesor di Michigan State University College of Veterinary Medicine. “Hal yang memprihatinkan adalah bahwa banyak strain yang resisten (kebal) terhadap antibiotik dan penelitian kami menunjukkan bahwa pengobatan dengan antibiotik sungguh memperburuk sindrom guillain-barré.”

“Kami telah berhasil menghasilkan tiga model sindrom guillain-barré praklinis yang mewakili dua bentuk sindrom yang berbeda yang tampak pada manusia,” kata Mansfield . “Model kami sekarang memberikan kesempatan unik untuk memahami bagaimana jenis genetik pribadi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap bentuk sindrom guillain-barré tertentu.”

Hubungan dengan Zika

Bidang lain yang menjadi perhatian baru-baru ini di kalangan ilmuwan adalah terkait dengan peningkatan penyakit akibat virus Zika. Linda Mansfield mengatakan ada banyak bakteri dan virus yang terkait dengan sindrom guillain-barré serta model dan data dia berguna dalam mempelajari penyebab yang dicurigai, serta mencari pilihan pengobatan dan pencegahan yang lebih baik.

Mengesampingkan keparahan sindrom guillain-barré, perawatan sangat terbatas dan gagal dalam banyak kasus. Bahkan, penggunaan antibiotik tertentu dalam penelitian yang dilakukan Mansfield memperburuk tanda cacat pada saraf dan jumlah antibodi kekebalan tubuh dapat dengan keliru menyerang organ dan jaringan penderita itu sendiri.

“Model ini memiliki potensi besar untuk penemuan pengobatan baru untuk kelumpuhan ,” kata Linda Mansfield.”Banyak penderita sindrom guillain-barré yang sakit kritis dan tidak dapat berpartisipasi dalam uji klinis. Model kami mengidentifikasi dapat membantu memecahkan masalah ini.”

Gejala terjadi selama beberapa minggu

Penderita sindrom guillain-barré awalnya dapat mengalami muntah dan diare. Satu minggu sampai tiga minggu kemudian, penderita mulai mengalami kelemahan dan kesemutan di kaki dan tungkai bawah. Secara bertahap, kelumpuhan dapat menyebar ke tubuh bagian atas dan lengan, dan bahkan memerlukan alat bantu pernapasan.

Sekarang Mansfield ingin segera menguji obat melawan sindrom guillain-barré pada modelnya.

“Tentu saja pengobatan baru akan menakjubkn, tetapi terapi untuk mencegah sindrom guillain-barré berkembang di tempat pertama akan menjadi strategi terbaik sehingga penderita tidak harus menderita kelumpuhan,” kata Mansfield.

Campylobacter jejuni menginfeksi lebih dari satu juta orang setiap tahun di Amerika Serikat serta memicu gangguan autoimun lainnya seperti penyakit radang usus dan artritis Reiter.( Universitas Michigan State/Vivi/Yant)