Bangunan-bangunan yang kemudian berubah menjadi ‘paku’ dalam proses pengembangan suatu wilayah tersebut umumnya terjadi akibat tak adanya kesepakatan soal kompensasi. Atau karena kesewenangan, tidak menghendaki pemaksaan dan seterusnya. Siapa yang benar dan siapa yang salah, sulit dapat dinilai karena banyak detail yang tidak diketahui.

1. Sebuah bangunan yang berada di kota Nanning, Daerah Otonomi Etnis Zhuang di Provinsi  Guangxi (10 April 2015)

Sumber : The Atlantic

2. Sebuah bangunan bertingkat di kota Hefei, Propinsi Anhui. (2 Februari 2010)

Sumber : The Atlantic

3. Sebuah bangunan bertingkat di Daerah Otonomi Chongqing. (22 Maret 2007)

Sumber : The Atlantic

4. Sebuah bangunan bertingkat di Provinsi Zhejiang (17 Juli 2013). Dikabarkan bahwa wanita pemilik bangunan tersebut masih bertahan tinggal di sana selama 1 tahun meskipun aliran listrik dan air sudah diputus.

Sumber : The Atlantic

5. Sebuah bangunan di kota Shenzhen (17 April 2007), pemilik tanah dan bangunan tersebut bersikeras tidak mau pindah sebelum memperoleh nilai penggantian yang lebih tinggi.

Sumber : The Atlantic

6. Sebuah lokasi makam penduduk di Provinsi Shanxi. (6 Desember 2012)

Sumber : The Atlantic

7. Beberapa bangunan bertingkat di kota Xi’an. (4 Agustus 2013). Konon aliran listrik dan airnya sudah diputus.

Sumber : The Atlantic

8. Sebuah bangunan bertingkat di kota Chongqing. (4 Februari 2009)

Sumber : The Atlantic

9. Sebuah bangunan bertingkat di kota Guangzhou, (28 November 2007). Pemilik akhirnya dapat menyetujui pembongkaran setelah ia dikalahkan oleh developer pembangunan rumah hunian baru melalui sidang di pengadilan.

Sumber : The Atlantic

10. Sebuah bangunan bertingkat di kota Zhangsha, Hunan (13 November 2007). Jadi berada di halaman depan sebuah pusat perbelanjaan.

Sumber : The Atlantic

11. Sebuah bangunan bertingkat di provinsi Yunnan. (30 Oktober 2010)

Sumber : The Atlantic

12. Sebuah bangunan bertingkat di provinsi Hubei. (19 November 2013)

Sumber : The Atlantic

13. Sebuah bangunan bertingkat di provinsi Zhejiang. (22 November 2012)

Sumber : The Atlantic

Sumber : The Atlantic. (erabaru.net/sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular