Mengerikan! Seorang Anak Manis 4 tahun Kena “Penyakit kelamin”, Ketika Ia Bercerita, Orang Tuanya Terpaksa Secara Diam-diam Menahannya

645
Ilustrasi. (beauties.life)

Nyonya Jiang yang berencana keluar kota untuk mengurus sesuatu, menitipkan putrinya (4) kepada neneknya.

Dua minggu kemudian, Nyonya Jiang kembali, kemudian membawa kembali putrinya ke rumah. Sesampainya di rumah, bocah cilik ini selalu mengeluh sakit di sekitar area saluran kemihnya.

Nyonya Jiang melihat beberapa pembengkakan di sekitar anggota badan bagian bawah, lalu membawa putrinya ke rumah sakit. Dan jawaban dokter yang memeriksanya seketika membuat nyonya Jiang terperanjat, pasalnya putrinya didiagnosis terinfeksi “Genital warts atau kutil kelamin”.

Tapi bagaimana ceritanya gadis cilik yang malang dan baru berusia 4 tahun ini terinfeksi penyakit kutil kelamin?

Untuk mengetahui hal itu, nyonya Jiang lalu mencoba mencari tahu melalui beberapa petunjuk dari putrinya. Akhirnya kata-kata putrinya seketika membuatnya murka.

Selama sekitar dua minggu meninggalkan putrinya, tak disangka sang nenek ternyata menyuruh cucunya yang baru berusia 4 tahun itu mencuci pakaian. Sementara sang nenek yang tidak tahu kalau ia terinfeksi penyakit genital warts (kutil kelamin), selalu menaruh pakaiannya dalam satu baskom bersama dengan pakaian cucunya untuk dicuci, akibatnya penyakit itu pun menular kepada putrinya.

Dokter mengatakan, bahwa alat reproduksi/kelamin eksternal dan internal anak-anak masih belum matang, daya tahan juga relatif lemah, sehingga rentan terserang berbagai bakteri, dan serbuan dari zat-zat perangsang menyebabkannya terjadi infeksi.

Terjadinya penyakit pada anak-anak terutama dikarenakan alat kelamin si anak terkontak secara tidak langsung dengan peralatan yang terkontaminasi, seperti handuk, pakaian dan semacamnya.

Meskipun jarang tapi ada juga yang terserang penyakit serupa ini. Adalah nyonya Wu yang mendapati sejumlah besar zat-zat lengket pada popok putrinya yang baru berusia 4 bulan, setelah diperiksa di rumah sakit, tak disangka bayinya didiagnosis terinfeksi bakteri neisseria gonorrhoeae/gonokokus (kokus gram-negatif), yakni sejenis (penyakit) gonore atau kencing nanah, penyakit kelamin.

Kondisi nyonya Wu dan suaminya sendiri sangat sehat, sampai akhirnya baru tahu ternyata pengasuh bayinya kerap keluar berkencan dengan pacarnya. Sementara pengasuh itu sendiri adalah penderita gonore. Sebenarnya anak-anak menderita suatu penyakit itu belum tentu karena faktor dari anak itu sendiri, besar kemungkinan disebabkan oleh beberapa kebiasaan dan perilaku orang-orang dewasa.

Beberapa hal berikut ini sebaiknya menjadi perhatian orang tua:

Pakaian anak-anak harus dicuci secara terpisah dengan pakaian orang dewasa, dan gunakan deterjen khusus bayi saat mencuci, demikian juga dengan pakaian yang bersih sebaiknya disimpan secara terpisah.

Sebisa mungkin jangan kenakan pakaian ketat kepada anak-anak, sebaliknya kenakan pakaian yang longgar, untuk menghindari gesekan antara kulit dengan pakaian ;

Keperluan barang-barang sehari-hari orang dewasa dan anak-anak sebaiknya dipisah, siapkan handuk, bak mandi, seprai, selimut atau semacamnya itu untuk anak-anak.

Memakai celana model berlubang di dalamnya dapat meningkatkan risiko terinfeksi vulvitis (suatu peradangan yang terjadi dari organ kelamin bagian luar), bagi anak perempuan sebaiknya sesegera mungkin lepaskan celana model seperti itu.

Berikan pendidikan seks kepada anak-anak, hal ini untuk mencegah jangan sampai mereka memasukkan suatu benda asing karena rasa ingin tahunya.

Bagi orang dewasa sebaiknya perhatikan kebersihan pribadi, cuci dulu tangan anda sebelum menyentuh atau menyuapkan makanan kepada anak-anak.

Kurangi menggunakan peralatan kebersihan umum, seperti tisu / kertas toilet, gelas dan semacamnya, siapkan barang-barang pribadi anak saat akan keluar rumah.

Tumbuhkan kebiasaan kebersihan anak-anak, misalnya mencuci tangan sebelum makan dan, mandi atau ganti pakaian secara rutin dan sebagainya.

Pengasuh atau baby sitter harus melakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, jika ditemukan tanda-tanda tererang penyakit sebaiknya segera dipisahkan dari anak-anak.

Beberapa barang berikut ini jangan dipakai bersama

  1. Sabun.

Sabun memang digunakan untuk membersihkan dan mensterilkan, tetapi bakteri di sabun dapat menular secara bersilangan antar pengguna yang berbeda. Centers for Disease Control and Prevention-CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit-Amerika merekomendasikan sebaiknya meminimalkan penggunaan sabun publik, ganti dengan cairan pembersih tangan.

  1. Headphone/Earphone.

Terutama headphone di tempat-tempat umum, bakteri dapat dengan mudah menyebar ke “telinga antar telinga.”

3. Sisir.

Bagian kepala yang terbuka rentan terkena bakteri dan tungau, demikian juga penggunaan sisir umum sangat mudah terkena infeksi silang, dan menyebarkan jamur.

  1. Gunting kuku.

Ada banyak bakteri dalam kuku manusia, jika tanpa sengaja melukai kulit saat menggunting kuku, maka bakteri dapat dengan mudah menyebar melalui darah. Dihimbau sebaiknya jangan menggunakan gunting kuku secara bersama di rumah, dan jika dipakai bersama, janganl lupa disterilkan dulu dengan alkohol. (erabaru.net/joni/rmat)