Meskipun menanti kelahiran anak merupakan hal menyenangkan bagi setiap keluarga, tetapi bagi seorang ibu, itu adalah hal yang bermain dengan nyawa.

Tak peduli seberapa pengalaman seorang ibu telah melahirkan anak, ia pasti akan menemui suasana galau di saat-saat menjelang kelahiran.

Nina Tassell, ibu senior yang tinggal di kota Perth dan sudah memiliki 3 orang anak telah melahirkan seorang bayi laki-laki di rumah 2 hari lebih cepat dari yang diduga dokter.

Itu bisa terjadi karena proses kelahirannya berjalan sangat cepat, sehingga ia tidak punya waktu lagi untuk pergi ke rumah sakit.

Di saat Australia sedang memperingati hari jadi (26 Januari), sekitar pukul sembilan pagi hari itu Nina merasakan nyeri di perut bagian bawah dan tak lama kemudian cairan ketuban pecah. Karena terjadi begitu tiba-tiba, rencana melahirkan di rumah sakit sudah tidak mungkin terlaksana.

Beruntung suaminya Adam Tassell dan saudara perempuan Sonya Anson saat itu berada di samping, sehingga Sonya bisa dengan cepat membantu  memanggilkan mobil ambulans, dan Adam melakukan persiapan untuk menangani kelahiran.

Usai melahirkan, Nina mengatakan, “Ketika kejadian, Sonya sempat bertanya kepada saya, apakah ingin melahirkan di dalam mobil ambulans atau di rumah? Karena saya sebelumnya sudah pernah melahirkan di dalam kendaraan, maka saya memilih di rumah saja.”

Rupanya, anak kedua Nina juga lahir di dalam kendaraan ambulans yang sedang dilarikan  menuju rumah sakit. Namun itu justru yang membuat Adam suaminya jadi ‘berpengalaman’ karena saat itu ia juga berada dalam kendaraan dan menyaksikan sendiri proses pertolongan kelahiran.

Kali ini, Nina diminta untuk berbaring di atas kasur yang sengaja diletakkan di ruang depan dekat pintu masuk, Sonya dengan gagang telepon di tangan berbicara langsung dengan dokter untuk meminta petunjuk dan memberi arahan kepada Adam.

Adam kemudian  memberi instruksi kapan saya harus menggunakan tenaga.

“Proses kelahiran terpaksa saya lalui dalam suasana tegang, karena saya tahu kalau sampai muncul hal-hal yang tak terduga, ya, terpaksa saya serahkan segala sesuatunya kepada mereka untuk menangani,” katanya.

Beruntung proses kelahirana yang memakan waktu 1 jam itu masih terbilang berjalan lancar. Adam masih teringat, “Kepala bayi sedikit nyangkut, sulit dikeluarkan, Beruntung Nina menggeser badan sehingga alis bayi bisa terlihat, tak lama kemudian badannya yang masih lembek dan licin itu keluar dengan mudah. Setelah mendengar beberapa kali suara batuk bayi saya pikir ia sudah lahir dengan selamat.”

Tidak lama setelah bayi lahir, kendaraan ambiulan tiba di rumah, membawa ibu dan bayi ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Setiba di rumah sakit, pembantu medis meletakkan bayi laki-laki itu di atas timbangan badan yang jarumnya menunjukkan 6.000 gram. Tinggi badannya 59 cm. Hal ini dapat dikatakan bahwa bayi benar-benar tergolong besar.

Meskipun Dr. Michael Gannon memuji ketenangan keluarga dalam menangani sendiri proses kelahiran di rumah, tetapi ia mengingatkan kepada kaum ibu yang sedang hamil untuk menghindari melahirkan bayi di rumah karena resiko yang tidak sedikit jadi rentan terhadap berbagai masalah. Sebaiknya melahirkan di rumah sakit bersalin.

“Hebat buat sang ayah yang sudah melakukan dengan sangat baik ! Tak lupa juga ucapan selamat buat sang ibu yang tentunya letih,” demikian ucapan dokter untuk mereka.

Melakukan proses kelahiran seorang bayi besar sendiri di dalam rumah hanya dengan mengandalkan arahan-arahan dari seorang dokter bersalan melalui sambungan telepon dan gotong-royong anggota keluarga sehingga berjalan dengan lancar, dan patut kita acungi jempol.  (erabaru.net/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular