Hal yang tidak asing lagi bagi kita begitu membicarakan tentang negeri matahari terbit Jepang. Ini juga merupakan salah satu tempat yang populer bagi banyak wisatawan yang berkunjung ke luar negeri.

Baru-baru ini, seorang wisatawan berkunjung ke Jepang, sekalian melihat-lihat sebentar lokasi konstruksi mereka, tapi, tak disangka ia benar-benar merasa malu seusai melihat dari dekat sistem kerja mereka, karena cara kerja mereka benar-benar sangat jauh berbeda dengan orang Taiwan. Apa gerangan yang terjadi sebenarnya?

Ketelitian dan kecermatan bangsa Jepang tercermin dari berbagai aspek. Tampak dalam gambar, pengumuman tentang keselamatan kerja di pintu lokasi konstruksi Jepang.

Bahan-bahan bangunan semuanya tertata rapi, pertama memudahkan para pekerja mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan, kedua jauh lebih aman saat diambil.

Bahkan sapu yang tidak berisiko apapun terhadap keselamatan juga harus ditata dengan rapi.

Di lokasi konstruksi Jepang juga punya kebiasaan membangun menara keselamatan, para pekerja berkumpul di menara ini setiap pekan, mendengarkan pendidikan tentang keselamatan kerja. Lokasi konstruksi memberikan prioritas utama untuk keselamatan pekerja.

Para pekerja memiliki kostum dan helm yang seragam, selain pekerja atau karyawan di lapangan, orang luar dilarang masuk, sampai disini coba bayangkan dengan lokasi konstruksi kita.

Di Jepang ada sau fenomena yang layak diperhatikan, para pekerja lebih suka menyiapkan dan menyelesaikan dulu semua bahan-bahan di pabrik. Setelah itu baru diangkut dan dirakit di lapangan (lokasi konstruksi). Pertama lebih menghemat waktu, kedua mengurangi kebisingan yang mengganggu penduduk sekitar.

Seperti tampak dalam gambar para pekerja sedang sibuk menyambung tangga yang sebelumnya telah selesai dikerjakan, kemudian langsung diangkut dan diselesaikan di lapangan. Model seperti ini bukankah layak dipelajari?

Pekerja Jepang sedang memasukkan bata dinding ke dalam cetakan di pabrik, begitu juga rangka baja, dan terakhir betonnya.

Lihatlah, dinding batanya tampak sempurna, bukan?

Tempat yang perlu dituangi beton harus dibersihkan menggunakan selang tekanan tinggi, dengan begitu bukankah bangunannya lebih kuat dan kokoh?

Perhatikan dua garis di atas tanah itu, para pekerja tidak boleh sembaranga berjalan di sekitar lokasi pembangunan, harus berjalan dalam garis yang ditunjuk.

Para pekerja berbaris berjalan di garis batas.

Setiap selesai satu tingkat, harus ditutup.

Tampak rapi saat ‘dibuntel’, memberi kesan bersih meski bangunan belum rampung sepenuhnya.

Peralatan mini seperti paku yang tampak pada gambar diatas itu adalah alat yang khusus digunakan untuk mengukur ketebalan isolasi atau tester isolasi yang digunakan pada listrik dan kabel untuk memeriksa kualitas dari instalasi listrik.

Retakan kecil apapun itu harus ditandai! Meski gempa bumi berkekuatan 8 Skala Richter (SR) sekalipun juga sulit untuk meruntuhkan sebuah gedung.

Ini adalah area tempat merokok. Asal tahu saja, lokasi konstruksi di sejumlah besar negara di dunia itu tidak ada area tempat merokok. (eraaru.net/joni/rmat)

Share

Video Popular