Menjaga Mulut

350

Ibu dari seorang sastrawan Wu He (sastrawan terkenal di zaman Dinasti Song), adalah seorang ibu yang benar-benar ketat dalam mendidik anak-anaknya.

Saat Wu He berbicara kepada kawan-kawannya, sang ibu akan mendengarkan diam-diam untuk memastikan bahwa putranya tidak mengatakan sesuatu yang mungkin dapat merusak kebijakannya.

Suatu hari, Wu He berbicara kepada seorang temannya mengenai kekurangan seseorang. Ibunya sangat marah.

Setelah teman sang anak pulang, sang ibu memukul Wu dengan sebuah tongkat sebanyak seratus kali. Tantenya yang melihat segera memohon pada ibu Wu, “Mengritik seseorang bukanlah hal yang tidak biasa di antara para pelajar. Itu bukanlah suatu kesalahan besar. Namun Anda memukulnya keras-keras.”

Ibunya mendesah, “Saya pernah mendengar bahwa orang tua yang menyayangi putri mereka selalu berharap menikahkan putrinya dengan pelajar yang berhati-hati dalam berbicara. Saya hanya memiliki seorang putra dan saya ingin dia mengerti moralitas dan keadilan. Bila ia berbicara asal-asalan, maka ia pasti sudah melupakan ibunya. Beginikah seseorang menjaga kelakuannya?” Ia menangis dan menolak untuk makan apapun.

Budaya tradisional Tiongkok mempertimbangkan sifat kehati-hatian dalam berbicara. Lingkaran kultivasi juga menekankan pada kultivasi (menjaga) mulut.

Mulut dapat menyakiti seseorang lebih dari pisau yang tajam. Kenapa? karena perkataan menusuk masuk ke hati seseorang dan sulit disembuhkan, tidak seperti luka di kulit yang bisa sembuh seperti sediakala.

Saat seseorang mengucapkan sesuatu, perkataannya tidak dapat ditarik kembali dan dapat menimbulkan kebencian dan karma.

Seorang yang bijak dan terpelajar menekankan kultivasi pada mulut. Mereka tidak akan membicarakan kelemahan dan kekurangan seseorang. Mereka hanya memberi saran dan mengoreksi kesalahan seseorang dengan sangat hati-hati dan melihat kembali ke dalam diri sendiri apakah mereka juga memiliki cacat yang sama.

Di bawah bimbingan keras sang ibu, Wu He tetap menjaga tingkah lakunya dan sangat memperhatikan kebajikan serta menjadi seorang yang unggul di   masanya. (Qing Yan/Pureinsight/val)