Pernahkah Anda bertanya mengapa flu dan infeksi pernapasan lainnya adalah empat kali lebih sering terjadi selama cuaca dingin daripada cuaca panas? Cuaca dingin sering dianggap sebagai biang keladinya -virus dapat bertahan hidup lebih lama di luar tubuh ketika suhu menurun, sehingga virus bertahan hidup di gagang pintu, jaringan dan permukaan lainnya minimal selama 24 jam. Menghirup udara dingin mengurangi respons kekebalan tubuh di dalam lapisan hidung. Kurangnya sinar Matahari menurunkan kadar vitamin D, sehingga mengganggu kekebalan tubuh dan karena kita lebih banyak menghabiskan waktu terkurung bersama di dalam ruangan maka infeksi dapat menyebar.

Anda tidak harus menyerah bila terpapar virus pada cuaca dingin. Jika sistem kekebalan tubuh mencapai kinerja puncak, Anda akan terhindari dari ratusan virus penyebab flu tanpa menderita gejala yang bermakna.

Makan makanan bergizi

(Kaboompics/Karolina/Pexels)

Makanan yang bergizi memasok vitamin, mineral dan antioksidan yang dibutuhkan oleh sel darah putih untuk mengatasi bakteri dan virus. Dalam kondisi seperti ini bukan waktunya untuk berhemat makan lima porsi buah dan sayuran sehari.

Jika Anda tidak makan banyak daging atau tidak makan daging sama sekali, maka adalah penting untuk memastikan Anda tidak menderita kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi adalah sering terjadi dan menyebabkan Anda menderita flu, karena zat besi dibutuhkan oleh sel darah putih dalam merespons kekebalan tubuh dalam membunuh mikroba.

Sangat dianjurkan untuk makan jamur shiitake untuk meningkatkan kekebalan tubuh, di mana penelitian telah membuktikan bahwa jamur shiitake mengandung zat lentinan, yang merangsang aktivitas anti-virus sel darah putih.

Pilih yoghurt

(Joe Raedle/Getty Images)Minum yoghurt atau suplemen probiotik setiap hari akan meningkatkan kekebalan tubuh. Bakteri probiotik merangsang sel kekebalan tubuh di dalam usus untuk meningkatkan produksi antibodi IgA – yaitu jenis antibodi yang terdapat di dalam saluran usus dan saluran pernapasan untuk menjaga supaya tidak terjadi infeksi. Bakteri probiotik juga mengeluarkan antibiotik alami (bakteriosin seperti asidofilin dan bulgarikan) dan merangsang produksi interferon, yaitu zat anti-virus alami yang dihasilkan oleh beberapa sel kekebalan tubuh.

Vitamin D adalah penting

Kekurangan vitamin D semakin diakui sebagai pemicu gejala flu selama cuaca dingin ketika terlalu sedikit sinar ultraviolet untuk memicu sintesis vitamin D di kulit. Penelitian yang melibatkan lebih dari 19.000 orang dewasa telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah meningkatkan risiko menderita flu sebanyak 36% dibandingkan dengan kadar vitamin D yang optimal. Suplemen vitamin D layak dipertimbangkan untuk diminum pada cuaca dingin.

Sembuh dari flu berkat vitamin C

Vitamin C adalah salah satu nutrisi paling kuat dalam meningkatkan kekebalan tubuh yang ditemukan secara alami dalam buah dan sayuran. Vitamin C bersifat antivirus yang menekan penyalinan gen virus sehingga gejala flu berkurang. Penelitian yang melibatkan murid sekolah dan mahasiswa telah menemukan bahwa vitamin C dapat mengurangi risiko menderita flu sebanyak 30%. Dosis yang digunakan dalam percobaan ini adalah 600 mg sampai 1 gram vitamin C setiap hari, melebih kadar vitamin C yang terdapat di dalam makanan. Banyak tersedia suplemen vitamin C.

Pendukung kekebalan tubuh

Ginseng Siberia adalah perangsang kekebalan tubuh yang kuat (54.613/Shutterstock)

Beberapa obat herbal adalah efektif untuk mencegah dan mengobati flu.

Ekstrak elderberry mengandung zat antiviral alami yang mengurangi keparahan dan lamanya infeksi pernapasan, termasuk influenza. Ini adalah salah satu alasan mengapa selai dan arak elderberry adalah obat flu rumahan yang populer selama berabad-abad. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekstrak elderberry secara bermakna meredakan gejala flu dan menyembuhkan flu dalam waktu 2-3 hari dibandingkan dengan 6 hari waktu yang dibutuhkan untuk orang yang tidak minum ekstrak elderberry.

Bawang putih mengandung sejumlah zat anti-virus dan anti-infeksi untuk melawan virus dan bakteri, serta meningkatkan aktivitas sel kekebalan tubuh. Bawang putih yang berwarna hitam sangat bermanfaat karena mengandung lebih banyak antioksidan dan sedikit bau sehingga lebih diterima oleh orang sekitar di ruang yang terbatas!

Propolis merupakan antiseptik alami yang dihasilkan oleh lebah madu untuk menjaga sarangnya bebas infeksi. Propolis mengandung bioflavonoid yang bersifat antibakteri dan antivirus untuk mencegah terjadinya infeksi di cuaca dingin.

Echinacea adalah jamu tradisional yang meningkatkan jumlah dan aktivitas sel darah putih yang melawan infeksi. Echinacea juga meningkatkan produksi interferon, yaitu zat anti-virus alami pada tubuh. Dosis rendah echinacea yang diminum dalam jangka panjang bermanfaat untuk mengurangi infeksi. Dosis echinacea yang lebih tinggi hanya diminum saat menderita infeksi. Ikuti petunjuk pada kemasan, karena merek yang berbeda memiliki aturan dosis yang berbeda.

Ginseng Siberia adalah perangsang kekebalan tubuh yang kuat yang bekerja dengan cara yang mirip dengan echinacea. Penelitian di Rusia menunjukkan bahwa kurang dari 40% orang yang mengonsumsi ginseng Siberia secara teratur menderita flu dan infeksi lainnya, dan cuti kurang dari tiga hari karena masalah kesehatan dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi ginseng Siberia.

Pelargonium adalah pengobatan alami yang paling efektif jika gejala flu menyerang. Pelargonium jauh lebih efektif daripada resep dari dokter. Ekstrak dari akar Pelargonium sidoides – geranium Afrika Selatan — bersifat antiviral dan antibakteri dan merangsang pembersihan lendir yang terinfeksi.

Mulai minum ekstrak dari akar Pelargonium sidoides sedini mungkin selama cuaca dingin, sehingga gejala biasanya mereda dalam waktu 24 jam selama 3 hari, jika kurang dari 3 hari maka infeksi kambuh kembali. Pelargonium dapat digunakan untuk mengobati flu, sakit tenggorokan, batuk, radang tenggorokan, bronkitis dan sinusitis.

Tips mencegah flu

  • Mengurangi stres
  • Jangan biarkan diri terlalu lelah
  • Berolahraga secara teratur supaya tetap bugar
  • Hindari asap rokok dan asap di atmosfer
  • Cuci tangan secara teratur -kebersihan adalah penting
  • Pertimbangkan untuk menggunakan semprotan tangan anti-virus dan saputangan anti-virus sekali pakai
  • Hindari menyentuh wajah/mata/mulut dengan tangan karena berisiko menjadi pintu masuk virus melalui selaput lendir
  • Hindari orang yang menderita tahap dini flu, terutama ketika batuk dan bersin.
  • Minum teh hijau – antioksidan teh hijau melindungi tubuh terhadap infeksi virus
  • Taruh beberapa tetes minyak atsiri peppermint atau minyak atsiri pohon teh esensial dalam diffuser untuk mengharumkan ruangan dan mencegah terjadinya batuk dan pilek.
  • Berpikir positif -penelitian menunjukkan bahwa sikap positif dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko terjadinya infeksi.
  • Tertawa akan menyingkirkan gejala flu – orang yang rutin tertawa tampaknya lebih sehat dan jarang menderita infeksi dibandingkan dengan orang yang sering marah dan bersikap bermusuhan.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular