Sebuah rumah sakit di Brazil menerima panggilan telepon darurat dari seseorang yang mengabarkan agar segera mengirim mobil ambulan ke sebuah tempat di mana ditemukan seorang pria gelandangan yang sedang mengalami sesak nafas.

Setibanya di lokasi, para pembantu medis itu melihat gelandangan tersebut tidak seorang diri, tetapi ditunggui oleh seekor anjing peliharaannya yang setia.

Anjing yang dipanggil dengan nama Marrom terus menemani pemeliharanya sejak sakitnya kambuh dan tidak mau beranjak dari sana.

Foto itu diambil oleh petugas medis ketika baru tiba di lokasi. Ia kemudian diijinkan untuk ikut naik mobil menuju rumah sakit karena tidak berhasil mengusirnya pergi.

Namun setibanya di ruang gawat darurat, petugas tetap tidak mengijinkan Marrom ikut masuk meski ia terus berusaha, karena pertimbangan menghormati pasien lainnya. Melihat pria pemeliharanya didorong masuk ke dalam ruang pertolongan intensif, Marrom baru mulai tenang.

Seiring berjalannya waktu, Marrom dengan setia menunggui di depan pintu, sedikit pun tak mau beranjak dari depan pintu. Petugas medis satu per satu jadi tahu, ada seekor anjing setia berada di depan pintu.

Karena itu dikasih makanan dan air minum. Seorang di antara mereka kemudian memposting gambar di Facebook dan menulis, “Dia hanya menelungkup  dengan tenang di luar pintu menunggui pemeliharanya yang sedang dirawat di dalam, ia baik sekali. Jangan khawatir Marrom! Kita akan berusaha secepatnya membuat temanmu itu cepat sembuh.”

Agar Marrom bisa lebih tenang menunggui temannya yang ada di dalam ruang, petugas medis sengaja membuat sebuah tempelan kertas yang bertuliskan pengumuman untuk orang-orang yang berlalu lalang di sana. Bunyinya, “Mohon tidak mengganggu anjing tersebut yang sedang menanti kesembuhan dari seorang pasien di dalam.”

Selama 32 jam Marrom terus menunggui pemeliharaanya di rumah sakit, sampai media pun datang meliput. Anggota organisasi penyayang hewan pun datang untuk memberikan bantuan buat Marrom yang mungkin butuh ini atau itu.

Mereka menemukan Marrom berkutu di bulunya dan menduga bahwa ia mungkin belum pernah mendapatkan perawatan dokter hewan, lalu membawanya pergi berobat. Setelah itu membawanya kembali untuk bertemu dengan ‘bossnya’ yang mudah-mudahan sudah sembuh.

Organisasi penyayang hewan kemudian menghubungi instansi untuk mencoba meminta bantuan mereka guna membantu Marrom dan pemeliharanya yang gelandangan itu sebuah tempat untuk berteduh, agar berdua bisa hidup lebih nyaman. (erabaru.net/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular