Jroonsi Simanta, wanita berusia 37 tahun yang tinggal di Yasothon, Thailand memiliki tubuh cacat sejak lahir, badannya juga tidak berkembang normal karena penyakit yang ia derita. Anggota badan sebelah bawah dengan tulangnya yang tumbuh tidak sempurna, membuatnya tak bisa berjalan.

Sebagaimana gadis lainnya, Jroonsi pun berharap suatu ketika bisa mengenakan gaun pengantin berwarna putih, menjadi seorang pengantin yang didandan cantik. Tetapi karena tubuhnya itu, keinginannya untuk berumah tangga menjadi teka teki yang tak terjawab.

Beruntung ia kemudian bertemu dengan Bancha Sabuntham, pria 64 tahun yang berselisih umur 30 tahun ini bisa memberikan cinta yang diinginkan Jroonsi.

Karena kecacatan tubuhnya, Jroonsi sering dijadikan bahan tertawaan orang yang melihatnya. Tetapi ia mengatakan, “Orang sering merendahkan saya dan mengatakan bahwa saya baru akan tampak cantik saat dibaringkan dalam peti mati”.

Bancha yang bekerja sebagai petugas keamanan dengan upah yang relatif kecil, jelas tidak mampu merealisasikan pernikahan sempurna sebagaimana yang diharapkan setiap mempelai. Karena itu, Jroonsi kemudian mengontak seorang juru hias pengantin bernama Ritchaveephat.

Ia yang memiliki banyak kliens orang-orang kaya juga memberikan layanan bebas biaya kepada kaum tidak mampu di saat-saat senggang.

Setelah mengetahui keinginan Jroonsi, Ritchaveephat langsung setuju dan melakukan persiapan. Ia juga mendapatkan dukungan dari sebuah rumah bridal untuk mensukseskan pernikahan Jroonsi. Make-up, photo pengantin, sewa baju pengantin dan rambut hiasan diberikan secara gratis.

Pada hari pernikahan itu, pahlawan tanpa jasa yaitu Ritchaveephat juga hadir untuk memberkati pernikahan Jroonsi. Wanita yang menderita itu kemudian dengan tulus mengatakan, “Mimpi saya sudah terealisasi”.

Setiap orang berhak untuk memiliki impian. Semoga saja Jroonsi dan suaminya hidup bahagia. (Sinatra/rmat)

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular