Dihimbau sebaiknya lebih cermat dalam memilih agen perjalanan saat melakukan perjalanan wisata secara berkelompok.

Banyak tempat-tempat yang indah di Jepang, dalam beberapa tahun terakhir menarik banyak wisatawan mancanegara. Setiap kali wisata ke Jepang, para wisatawan biasanya akan membeli banyak kosmetik dan produk lokal.

Sebenarnya ini adalah hal yang lumrah, namun, guide yang khusus membawa wisatawan ke Jepang ini membeberkan pengalaman pribadinya mengingatkan para wisatawan, agar lebih cermat dan hati-hati saat berbelanja, karena banyak jebakan dalam produk yang direkomendasikan guide! Tren perjalawan wisata ke Jepang.

Berikut ini adalah surat yang ditulis oleh salah satu guide khusus jalur wisata Jepang.

Dua tahun sudah surat ini dalam benak saya, dan akhirnya hari ini saya memutuskan untuk membukanya. Ini juga sekaligus sebagai terminal terakhir saya sebagai guide atau pemandu wisata selama puluhan tahun ini. 18 tahun yang lalu, saya kembali ke Taiwan setelah sembilan tahun menempuh pendidikan di Jepang, kemudian dengan semangat dan impian yang menggelora saya terjun dalam industri pariwisata.

Selama 14 tahun ini saya merasakan persahabatan yang hangat dengan sesama orang Taiwan, dan hingga detik ini tidak pernah mendapatkan komplain atau keluhan dari wisatawan manapun. Saya mencintai pekerjaan ini, tetapi tidak dapat menyangkal, banyak sisi gelap

Saya tidak ingin lagi melihat para wisatawan terus ditipu oleh kualitas wisata yang sedemikian buruknya. Selama 18 tahun, saya mengingkari hati nurani saya (berbuat jahat) menipu wisatawan sejak menjadi guide Jepang hingga sekarang, mendapatkan keuntungan besar.

Sekarang banyak agen-agen perjalanan menerima tour group dengan biaya yang murah, kemudian dijual ke toko-toko bebas bea atau pemandu wisata di Jepang, minimal sekitar 40,000 – 50,000 yen atau sekitar Rp. 4,6 juta – 5,7 juta atau maksimal 150,000 – 200,000 yan atau sekitar Rp. 17.2 juta – 23 juta, atau jika tidak, meminta pemandu wisata menyetor uang tip dari para wisatawan itu ke perusahaan. Menghadapi keadaan ini, pemandu wisata terpaksa melakukannya seperti itu (“menipu wisatawan”).

Berikut daftar harga produk Jepang yang dibeberkan guide.

Concentrates fish oil (semacam minyak ikan Jepang), biaya 4.500 yen, dijual 18.000 yen, abalone (kerang Jepang) biaya 980 yen, diual 1.250 yen, masker wajah toning lotion, biaya 1.200 yen, dijual 4.500 yen, salmon Hokkaido 2,5 kg, biaya 3.800 yen, dijual 6.500 yen), permen dan cookies, biaya 600 yen, dijual 1.000 dan sebagainya yang tidak bisaa disebutkan satu persatu. Sementara itu, bola kecil yang diklaim anti-elektromagnetik, dimana jelas-jelas hanya berupa lembaran plastik, tapi dikemas dengan beberapa data penelitian.

Untuk membuktikan bahwa apa yang diungkapkannya itu benar, guide ini juga melampirkan nota pembayaran dari toko bebas bea dan pedagang grosiran di Osaka, Jepang.

Begitu juga dengan toko bebas pajak. Wisatawan dijemput bis gratis di bandara, kalau lancar langsung diantar ke toko obat bebas bea selama 1 – 2 jam perjalanan, sebaliknya jika macet, mereka akan langsung mengantar ke toko bebas bea tanpa peduli wistawan sudah makan atau belum dan semacamnya.

Para pemandu wisata hanya ingin secepatnya menjelaskan khasiat obat, tidak membolehkan wisatawan belanja sendiri semaunya di sepanjang jalan, tapi “menyembelih”(menguras isi kantong) dulu mereka di toko bebas pajak, bahkan terkadang sengaja mengatakan bahwa souvenir yang dijual di kawasan wisata itu dikenai pajak, dan sangat mahal.

Selain itu, ada beberapa pemandu wisata yang sama sekali tidak membawa wisatawan ke toko-toko bebas bea, dengan alasan supaya tidak membuang-buang waktu perjalanan, tapi, guide itu sendiri menjual obat di dalam bis.

Di antara obat yang dijual di dalam bis pariwisata itu ada yang merupakan produk tidak resmi, biaya masing-masing produk obat terkait hanya 4,000 yen, tapi dijual 18.000 kepada wisatawan. Untuk mencegah wisatawan berbelanja di sekitar hotel, pemandu wisata akan beralasan mereka akan menunda sampai tutup toko sebelum ke ke hotel.

Toko bebas bea biasanya akan memberikan tekanan pada pemandu wisata, sebotol obat dijual 18.000, pemandu wisata mendapatkan 4000 yen sebagai komisi.

Membaiknya taraf hidup masyarakat sekarang, membuat semakin banyak orang jalan-jalan ke luar negeri.

Dihimbau sebaiknya secara cermat memilih agen perjalanan, bisa jadi agen perjalanan dengan biaya yang terlalu murah itu merupakan kelompok tur belanja, bukan hanya tidak bisa menikmati liburan, taoi besar kemungkinan juga akan terperangkap dalam pengeluaran, dan tertipu. Sekali lagi dihimbau hati-hatilah memilih agen perjalaan.  (joni/rmat)

Share

Video Popular