Kakek dari Hsinchu ini Menjual Jahe Berkualitas Tinggi, Tidak habis Terjual Lalu Diberikan Secara Cuma-Cuma. Orang-orang Menangis Terharu Melihat Kegetiran Hidup Sang Kakek yang Tetap Teguh Beramal

219

Zhan San-chu, “kakek jahe” dari desa Hengshan, Hsinchu County ini, meskipun sudah berusia 85 tahun, tapi masih tetap dengan rajin mencari nafkah mengandalkan usaha sendiri, menanam jahe berkualitas baik, kemudian dijual murah setengahnya dari harga pasar.

Tapi yang paling menghangatkan sanubari adalah, kakek jahe yang meskipun hidupnya memprihatinkan, dimana saat memanen hasil pertanian yang berlebihan, dan tidak bisa segera habis terjual. Kakek yang sangat menghargai makanan ini akan dengan ikhlas menyumbangkannya untuk orang lain yang membutuhkan tanpa dipungut biaya sepeserpun, cinta kasih dan kemurahan hatinya ini membuat banyak orang terharu!

Baru-baru ini, seorang netizen memposting sebuah artikel di halaman Grup Facebook – “komunitas Layanan Publik & Pemerintah Kota Hsinchu” membagikan kisah tentang kakek Jahe darui Hsinchu, Taiwan. Ternyata  setelah sang kakek kehilangan isteri dan ibu tercintanya, tinggallah ia sendiri yang merawat pertaniannya. Namun, karena sekarang tidak ada lagi isterinya yang membantu menjualnya, jahe yang dipanen kakek ini sama sekali tidak akan habis terjual saking banyaknya, sehingga terpaksa menimbunnya di rumah.

Meskipun jahe-jahe ini adalah hasil budidaya kakek dengan darah dan keringatnya (usaha keras), dan kondisi ekonomi kakek itu sendiri juga sangat memprihatinkan, namun, daripada sisa jahe-jahenya yang tidak terjual itu busuk, sang Kakek masih lebih rela menyumbangkannya kepada orang lain, membantu mereka yang membutuhkannya.

Karena itu, si netizen menghubungi komunitas tersebut di atas untuk mempostingnya, meminta bantuan mereka untuk mengupload beberapa ke panti asuhan, atau disumbangkan ke keluarga tidak mampu, karena sayang sekali jika tidak disumbangkan akan membusuk.

Setelah diketahui oleh pemosting semula yang selama ini selalu membeli jahe sama kakek, ia pun mengatakan dengan nada sedih.

Benar-benar menyedihkan, terhenyak diam, saya melihat hidup kakek saja sudah memprihatinkan, terus harus menyumbangkannya kepada keluarga tidak mampu. Sungguh tak tega saya melihat kondisi kakek seperti itu.

Jadi dia berharap dengan adanya postingan ini menghimbau kepada orang-orang, meminta masyarakat mengulurkan tangan membantu sang kakek supaya bisa dengan lancar menjual habis semua jahenya! Tampak dalam gambar latar di bawah adalah kakek Zhan San-chu yang sedang memanen jahenya).

Artikel yang penuh dengan cinta kasih itu dengan cepat mendapat respon antusias, banyak diantara mereka yang meninggalkan pesan pujian “Jahe kakek memang tiada duanya”, “Jahe kakek yang harum”, dan mereka pun bertanya dimana “lokasinya? Saya mau beli”, “bagaimana kalau harga grosir? saya bisa bantu menjualnya”, saya biasa belanja saat libur, dan bisa bantu menjualnya”.

Ada juga yang menyarankan “bisa menghubungi pengusaha (restoran) Chinese ginger duck (Bebek jahe khas China) untuk melihat-lihat jahe kakek, semunya terlihat begitu antusias membantu kakek jahe yang baik hati ini. (erabaru.net/Jhony/rmat)