A’Layah, gadis remaja asal Oklahoma, Amerika Serikat ini adalah seorang gadis yang supel, ceria dan optimis, hampir semua orang yang bertemu dengannya pasti akan terpesona oleh senyumnya yang menggetarkan.

Namun dibandingkan dengan anak-anak seusianya, masa lalu A’layah jauh lebih getir dan pahit, karena ia memiliki seorang ibu morfinis, dan ini juga yang menyebabkannya dan adiknya dititipkan ke panti asuhan.

Sebagai seorang kakak, A’layah berusaha menunjukkan ketegarannya di panti asuhan, dan tak lama setelah itu, mereka tiga bersaudara akhirnya diadopsi oleh salah satu keluarga, dan akhirnya mereka pun memiliki “keluarga”dalam arti yang sesunguhnya.

Tapi setelah tragedi serangan di Oklahoma, orang tua angkatnya mendapati kalau gadis remaja itu agak berbeda dengan remaja pada umumnya.

Ibu A’layah mengatakan bahwa ia memiliki hadiah ulang tahun dan Natal, tapi A’layah memilih menabung semua hadiahnya itu, karena ia ingin membeli boneka Barbie.

Tapi setelah A’layah mengumpulkan uang yang cukup, daerah tempat tinggalnya A’layah dterjang tornado, mengakibatkan beberapa keluarga tercerai berai dalam semalam.

Menurut cerita ibunya A’layah, tornado itu terjadi tak lama setelah ulang tahun A’Layah, lalu A’layah mengatakan kepada saya bahwa dia ingin menyumbangkan semua uang simpanannya kepada keluarga yang kita kenal dan kehilangan segalanya.

Tepat di saat itu, mereka (orang tua A’layah) menyadari bahwa gadis 6 tahun ini adalah seorang pemberi tanpa pamrih, keluarga mereka memiliki sebuah pusaka yang berharga.

Kebaikan hati A’layah tidak berhenti sampai disiitu, dia ingin berbuat lebih banyak untuk membantu anak-anak yang terpisah dari keluarga karena bencana itu. Dia merasa apa yang dialami anak-anak itu mirip dengan yang dialaminya dulu, karena itu ingin mengulurkan tangan membantu.

A’layah memasang sebuah stand jus lemon, dan menyumbangkan semua hasilnya itu ke panti asuhan di Oklahoma, dan sejak itu lahirlah kegiatan amal bertajuk “Lemonade for Love”.

Kebaikan hati A’layah seketika menggugah segenap komunitas di daerah tersebut, sehingga banyak yang berbondong-bondong mengulurkan tangannya ikut membantu, menyumbangkan mainan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk anak-anak tertimpa bencana.

A’layah dan keluarganya akan mengumpulkan barang-barang amal itu, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kuning cemerlang seperti warna Lemonade, lalu mendistribusikannya ke anak-anak di tempat penitipan anak.

Banyak anak-anak akan secara khusus menulis surat atau ilustrator sebagai wujud ucapakan terima kasih dan rasa syukur mereka.

Kebaikan hati A’layah yang membantu tanpa pamrih itu dengan cepat didengar oleh para guru sekolah, ketika salah satu guru bernama Tiffany Robertson mengetahui kegiatan amal itu, kemudian menulis surat ke salah satu program TV “Pay It 4Ward”, memberitahu mereka tentang pengumpulan dana amal itu.

Pihak stasiun televisi ini memutuskan menyumbang 400 dolar AS, agar ia (A’layah) dapat terus membantu anak-anak lain, sekaligus  membantu A’layah memublikaskan kegiatan amal itu di televisi!

A’layah, gadis remaja yang baik hati ini benar-benar hebat!

Meskipun usai A’layah masih sangat belia, tapi ia telah menyebarkan empati dan kasih sayangnya, berusaha membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Tindakannya ini dipastikan akan menggugah dan menggerakkan lebih banyak orang untuk ikut bergabung dalam barisan perbuatan baik! (joni/rp)

Share

Video Popular