LIMAPULUH KOTA – Percepatan penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Kamis (3/3/2017) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat masih terus dilakukan. Hujan lebat yang turun terus menerus menyebabkan Sungai Sumpur meluap dan longsor di tebing dan perbukitan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 8 kecamatan dan 13 nagari terdampak langsung dari banjir dan longsor yang meliputi Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Sulikik, dan Empat Barisan.

Menurut Sutopo, hingga Sabtu (4/3/2017) sore korban jiwa akibat longsor di Kabupaten Limapuluh Kota adalah 5 orang meninggal dunia yaitu DF (31), Teja (19), YS (23), Muklis (45), dan Karudin (25). Dua orang luka berat yaitu SB (22) dan Candra (42).

Banjir dan longsor ini juga mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir seperti di 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 unit rumah di Jorong Ranah Baru, 50 unit rumah di Jorong Abai. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.

Proses evakuasi longsor di Jalan Sumbar-Riau (BNPB)

Selain itu, sebanyak lima dusun terisolir. Sedangkan Jalan nasional penghubung Sumatera Barat – Riau putus rinciannya di kelok 17 terdapat 4 titik longsor. Pada saat longsor terdapat delapan mobil tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam.

Tim Reaksi Cepat BNPB sudah berhasil tiba di lokasi bencana. Bupati Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yaitu 3-9 Maret 2017. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama TNI, Polri, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, dan relawan  telah berhasil menjangkau Kecamatan Pangkalan yang terdampak banjir.

Suasana proses evakuasi (BNPB)

“Pencarian dan evakuasi korban dari 8 unit mobil yang tertimpa longsor di KM 17 Koto Alam Kecamatan Pangkalan masih terus dilakukan. Kondisi mobil yang sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi rusak berat,” jelas Sutopo dalam rilisnya.

Akibat longsor (BNPB)

Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat mendampingi BPBD Kabupaten Limapuluh Kota dalam manajerial darurat, pengerahan bantuan pendanaan dan logistik. BPBD Kab. Limapuluh Kota juga telah menghubungi BPBD Kab. Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Kec. Pangkalan.

Suasana longsor (BNPB)

Posko utama penanganan bencana banjir dan tanah longsor didirikan di kompleks kantor Bupati lama. Bupati telah memimpin rapat koordinasi sejak kemarin malam. BNPB dan BPBD Prov Sumbar telah mengirimkan bantuan logistik dan tenaga untuk mendukung penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kab Limapuluh Kota. Bantuan dari 13 organisasi masyarakat, perseorangan dan perusahaan telah diterima posko. (asr)

Share

Video Popular