Ada cara yang sangat sederhana untuk memerangi racun yang selalu kontak dengan kita setiap hari: fitonutrien! Isi piring Anda dengan makanan yang mendukung fungsi pengeluaran racun (detoksifikasi) secara alami dari tubuh.

Seperti yang telah Anda ketahui, mendukung kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun benar-benar diperlukan dalam masyarakat saat ini. Berdasarkan literatur ilmiah dan medis, setiap orang mengandung racun. Pikirkan tentang hal ini – racun berada dalam setiap aspek kehidupan, dari udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, bahkan hal yang sedang kita pikirkan.

Racun ini, mulai dari logam berat hingga polutan organik yang persisten, dapat memberi dampak negatif secara drastis pada kesehatan kita. Hewan dan manusia telah dikaitkan dengan paparan racun yang menyebabkan peradangan, kerusakan oksidatif, degenerasi sel saraf, kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan degenerasi tulang, ini hanya beberapa akibat yang disebutkan.

Sayangnya, kita tidak mungkin menghindari semua racun yang berbahaya ini, karena telah meresap di dalam semua aspek kehidupan kita. Namun, ada cara sederhana untuk mendukung fungsi detoksifikasi alami tubuh anda – makan makanan nabati yang lebih berwarna!

Anda mungkin sudah mendengar nasihat untuk makan lebih banyak buah dan sayuran dari orangtua, dokter, dan ahli kesehatan berulang kali, dan untuk alasan yang baik. Buah dan sayuran berwarna memiliki manfaat kesehatan dan detoksifikasi yang luar biasa. Senyawa ini disebut fitonutrien, dan selain memberikan warna pada makanan, fitonutrien juga mendukung kesehatan dan mengeluarkan racun di setiap bagian tubuh Anda.

Ada ratusan fitonutrien yang berbeda, yang masing-masing mendukung kesehatan tubuh dengan cara yang berbeda. Dalam skala yang luas, hanya dengan makan berbagai buah dan sayuran berwarna yang berbeda dipastikan Anda akan menuai manfaat sejumlah fitonutrien.

Namun, Anda juga dapat menyesuaikan asupan fitonutrien untuk mengatasi masalah atau fungsi tertentu. Untuk mulai makan makanan fitonutrien, berikut adalah lima tingkatan fitonutrien yang terkenal yang secara khusus memiliki kemampuan detoksifikasi:

1.Flavonoid: Senyawa ini ditemukan dalam spektrum makanan yang berbeda, termasuk ketumbar, peterseli, bawang merah, apel, jeruk, dan blueberry. Dalam hal kekuataan detoksifikasi, antioksidan ini mengikat logam berat di dalam tubuh, dan mengeluarkan logam berat tersebut dari tubuh melalui urin. Flavonoid juga melawan peradangan yang berbahaya di dalam tubuh yang disebabkan oleh kelebihan beban racun.

Untuk memaksimalkan asupan flavonoid, cobalah makan buah dan sayuran mentah atau dikukus sejenak sebanyak mungkin. Makanan yang kaya flavonoid yang dimasak terlalu matang atau mengalami pengolahan secara drastis akan mengurangi bioavailabilitas senyawa. Pastikan bahwa sayuran tidak kehilangan warnanya yang kaya akan flavonoid akibat dikukus. Bioavailabilitas adalah persentase dan kecepatan zat aktif dalam suatu produk berada di dalam peredaran sistemik dalam bentuk utuh/aktif setelah dikonsumsi, diukur dari kadarnya di dalam darah terhadap waktu atau dari dikeluarkan ke dalam urin.

2. Epigallokatechin-3-gallat (EGCG): Fitonutrien ini memiliki daftar manfaat mengeluarkan racun hampir sepanjang namanya! EGCG memicu peningkatan produksi dari gen tertentu dan enzim yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi polutan organik yang persisten, membantu sistem alami tubuh untuk lebih efisien membersihkan tubuh dari racun yang berbahaya ini. EGCG juga merupakan antioksidan kuat dan menawarkan kegiatan anti-peradangan.

Sumber epigallokatechin-3-gallat terkaya adalah teh hijau. Jumlah ECGC sangat bervariasi tergantung pada merek teh. Teh berkualitas tinggi seperti Teavana Green Tea mengandung sekitar 83 miligram ECGC per sendok teh. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari teh, rendam teh hijau minimal selama 5 menit untuk mendapatkan konsentrasi EGCG yang maksimal.

3. Quercetin: Quercetin ditemukan dalam banyak sumber, termasuk buah jeruk, apel, bawang merah, peterseli, kacang, teh, dan buah berwarna gelap seperti blueberry, blackberry, dan bilberry. Mirip dengan fitonutrien lainnya di dalam daftar ini, quercetin adalah senyawa anti-peradangan dan anti-oksidan yang kuat yang mengikat logam berat untuk memudahkan pengeluaran logam berat dari tubuh. Seperti EGCG, quercetin juga meningkatkan enzim yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi polutan organik yang persisten.

Quercetin sering secara khusus terkonsentrasi pada kulit buah dan sayuran. Jika memungkinkan, coba makan kulit luar buah sedapat mungkin. Hanya membuang kulit terluar bawang merah, jangan membuang kulit apel organik (tetapi harus dicuci bersih tentunya!), dan sayat sedikit kulit jeruk citrus.

4. Curcumin: Curcumin, senyawa aktif di dalam kunyit, adalah rempah yang paling bermanfaat untuk kesehatan. Curcumin disebut sebagai mega bintangnya kesehatan, telah menyembuhkan 50 masalah kesehatan. Meninjau secara khusus fungsi detoksifikasi, curcumin adalah antioksidan yang mengikat logam berat di dalam tubuh, membasmi peradangan yang diakibatkan oleh racun, dan meningkatkan produksi enzim yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi polutan organik yang persisten. Di dalam penelitian pada manusia, curcumin menunjukkan aktivitas mencegah kanker.

Kunyit bermanfaat dalam makanan Anda dengan beragam cara. Buatlah kari sayuran dengan menggunakan bubuk kunyit dan santan kelapa, taburkan bubuk kunyit pada salad, goreng telur yang dikocok dengan bubuk kunyit.

5. Senyawa organosulfur: Makanan yang mengandung senyawa organosulfur (atau lebih sederhana disebut sulfur/belerang) umumnya beraroma menusuk dan sedikit pahit. Bawang merah, bawang putih, brokoli, cabe, kembang kol, kale, lobak turnip, dan pak choy semuanya adalah sumber yang kaya mengandung organosulfur.

Fitonutrien yang kaya akan antioksidan ini mengurangi peradangan, mengikat logam berat dan mengeluarkan logam berat dari tubuh, dan meningkatkan produksi enzim yang mendetoksifikasi polutan organik yang persisten. Seperti halnya curcumin, organosulfur melindungi tubuh terhadap agen penyebab kanker. Uniknya, organosulfur juga melindungi hati dan sistem reproduksi dari serangan racun.

Bawang putih adalah salah satu sumber senyawa organosulfur yang terkaya. Mengiris atau menumbuk bawang putih adalah cara terbaik untuk mengeluarkan senyawa organosulfur, namun yang terpenting biarkan bawang putih selama 10 menit setelah diiris atau sebelum dimasak, karena pemanasan akan menginaktifkan senyawa organosulfur yang bermanfaat bagi kesehatan.

Menggabungkan fitonutrien ini ke dalam diet Anda adalah cara yang bagus untuk mendukung dan meningkatkan sistem detoksifikasi alami tubuh Anda dan membantu Anda hidup bersih di dunia yang kotor ini. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular