Semakin seseorang sadar adanya racun yang masuk ke dalam kehidupannya sehari-hari, ia juga akan menemukan cara terbaik untuk detoksifikasi dengan benar. Sayangnya, untuk melakukan detoks tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda perlu hati-hati memutuskan jenis detoks yang Anda lakukan, daerah target di mana racun akan dikeluarkan, dan mempersiapkan diri untuk mengalami gejala yang tidak terelakkan yang menyertainya.

Jadi bagaimana Anda meningkatkan jalur detoksifikasi dengan cara yang sehat dan meminimalkan gejala yang menyertainya? Terutama, peliharalah dengan baik semua jalur yang utama yang digunakan tubuh untuk pengeluaran racun, yaitu hati, ginjal, usus, kulit, limfatik, dan paru.

1. Hati (liver)

Hati adalah organ padat terbesar di dalam tubuh. Hati menanggung dampak terburuk akibat pilihan makanan dan gaya hidup kita yang buruk termasuk makanan yang diolah dan diproses secara kimia, makanan rekayasa genetik, produk perawatan pribadi yang mengandung racun, obat yang diresepkan, keracunan logam berat, air yang diolah, gula yang berlebihan, dan masih banyak lagi.

Hati bertanggung jawab untuk menyaring darah dari racun dan menghilangkan racun yang masuk ke dalam aliran darah. Tanpa hati, tubuh akan menjadi kolam limbah beracun dan akan segera gagal untuk mempertahankan diri terhadap kelebihan beban racun. Jadi adalah masuk akal supaya kita tetap memelihara kesehatan organ hati ini sehingga tetap mempertahankan jalur pengeluaran racun yang terbaik melalui beberapa cara, yaitu:

  • Minum ramuan untuk kesehatan hati dan meremajakan hati seperti milk thistle (silybum marianum), dandelion, umbi gobo (burdock root), artichoke, dan kunyit (kurkumin).
  • Makan banyak bawang putih, jeruk Bali merah, alpukat, kenari, dan sayuran hijau
  • Makan makanan yang telah mengalami fermentasi, termasuk kefir kelapa
  • Minum teh yang mendukung fungsi hati
  • Mengusapkan minyak jarak pada kulit daerah hati

Cara-cara ini akan membantu hati menyerang racun secara tepat selama program detoksifikasi yang baik.

2. Ginjal

Walaupun ginjal adalah organ yang kecil, ginjal memproses sekitar 20% dari seluruh jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Akibatnya, ginjal memproses sekitar 200 liter darah setiap hari dalam upaya menyaring produk limbah dan kelebihan air. Setelah darah diproses oleh ginjal, maka darah ini dikembalikan ke tubuh dan limbah dibuang dalam urin dan disimpan di dalam kandung kemih sampai waktunya dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. Karena ginjal yang kecil ini mempunyai beban kerja yang berat, maka kita perlu untuk tetap menjaganya supaya ginjal tetap bekerja secara efektif dan efisien dengan cara sebagai berikut:

  • Minum jus cranberry murni, cuka sari apel, dan magnesium
  • Minum ramuan uva ursi, rambut jagung, juniper berry, tanaman ekor kuda, dan herbal yang memperkuat fungsi ginjal
  • Minum teh yang mendukung fungsi ginjal dan kandung kemih

Cara-cara ini akan membantu ginjal menyaring darah ketika program detoksifikasi berlangsung sehingga meningkatkan jumlah produk limbah yang akan dibuang.

3. Melancarkan gerakan usus yang sering dan sehat

Gerakan usus bermanfaat besar untuk mengeluarkan racun setiap hari. Kegagalan untuk menggerakan usus dengan benar dan konsisten (membentuk tinja dengan baik, 1-3 kali dalam waktu 24 jam) akan mengakibatkan racun diserap kembali ke dalam dinding usus yang kemudian akan balik kembali ke dalam aliran darah dan beredar ke bagian lain dari tubuh. Karena pentingnya untuk menjaga gerakan usus ini, maka Anda harus makan berbagai makanan dan rempah-rempah yang mempermudah gerakan usus yang sehat dan konstruktif, dengan cara:

  • Banyak minum air segar yang telah disaring
  • Makan berbagai sayuran hijau yang masih segar
  • Makan tanaman lidah buaya, bawang putih, jahe, adas, dan cabai cayenne
  • Gunakan tanah liat bentonite, arang aktif, atau diatomit (tanah diatom yang telah diaktivasi) untuk mengikat dan mengeluarkan racun
  • Magnesium
  • Vitamin C

Anda juga dapat membersihkan diri dari penumpukan racun di dalam usus dan sistem pencernaan melalui hidroterapi (juga dikenal sebagai kolonik) dan enema, dengan cara mengairi sistem usus dengan air secara lembut untuk mengeluarkan penumpukan racun dengan efisien dan efektif, sehingga Anda hanya sedikit mengalami reaksi pengeluaran racun.

4. Membuka pori kulit

Jalur pengeluaran racun yang terbesar adalah melalui luas permukaan kulit. Inilah sebabnya kulit yang cerah adalah tanda kulit yang sehat, sedangkan kulit kering yang mengalami iritasi dan bernoda merupakan tanda adanya racun di dalam tubuh yang berusaha keluar dari tubuh karena terjadi penumpukan racun di dalam organ pengeluar racun lainnya seperti hati dan ginjal. Ada beberapa cara yang baik dan populer untuk membuka pori kulit sehingga mempermudah pengeluaran:

  • Sauna (inframerah adalah optimal)
  • Berendam air panas (efek menjadi lebih cepat jika ditambahkan magnesium atau minyak atsiri)
  • Menyikat kulit dengan sikat kering
  • Olahraga

Penting untuk diketahui bahwa tidak boleh berolahraga berat saat proses pengeluaran racun, karena tubuh membutuhkan semua energi untuk mengeluarkan racun dengan benar. Maka jika Anda menggunakan banyak energi untuk berolahraga, maka akan mempengaruhi kemampuan pengeluaran racun dengan benar dari tubuh Anda. Oleh karena itu, berolahraga yang tidak banyak membakar energi, namun Anda tetap berkeringat.

5. Mendorong aliran sistem limfatik (sistem getah bening)

Sistem limfatik berfungsi membersihkan cairan yang mengelilingi sel di dalam tubuh dengan mengeluarkan kotoran dan produk limbah, sehingga melindungi tubuh terhadap bahaya racun, dan sel tubuh berfungsi secara optimal.
Perlu diketahui bahwa sistem limfatik tidak memiliki pompa alami, seperti jantung, sehingga membutuhkan gerakan untuk merangsang dan menjaga alirannya supaya tidak macet.
Beberapa pilihan terbaik yang dapat Anda lakukan supaya aliran sistem limfatik tetap lancar dalam mengeluarkan racun secara efektif:

• Rebounding (gerakan melompat untuk memasukkan bola basket ke dalam ringnya)
• Yoga
• Pijat atau akupunktur

Cara-cara ini akan memastikan kelancaran aliran sistem limfatik sehingga pengeluaran racun menjadi lebih efisien.

6. Ambil napas dalam

Paru adalah jalur pengeluaran racun. Pernapasan adalah jalur pengeluaran racun yang sederhana. Sayangnya, hal ini tidak biasa terjadi.

Sayangnya, sebagian besar dari kita bernapas pendek dan dangkal akibat stres, kecemasan, dan ketidakmampuan untuk bersantai, sehingga jalur pengeluaran racun tidak bekerja dengan baik. Karena pernapasan adalah jalur pengeluaran racun yang lebih baik dibandingkan dengan gabungan jalur pengeluaran racun melalui kulit, urin, dan tinja, maka haruslah kita menjaga paru dengan baik.

7. Mulailah dengan cara yang sederhana jika Anda melakukannya sendiri

Ketika memulai program detoksifikasi sendiri tanpa pembinaan formal, mulailah dengan cara yang mudah sehingga Anda tidak menyerah di tengah jalan akibat gejala dan komplikasi yang tidak dapat Anda tangani sendiri. Gejala yang terjadi terutama akibat racun yang berjejalan keluar dari pintu tubuh pada saat yang sama (akibat kelebihan beban pada jalur pengeluaran racun), dan mikroorganisme tertentu seperti candida albicans yang mati akan melepaskan racun langsung di dalam tubuh.

Karena sebagian besar dari kita tidak tahu bagaimana menangani pengeluaran racun secara besar-besaran ini (dan tidak akan tahu sampai terjadi efek yang diakibatkan oleh racun), maka Anda harus mulai dari cara yang mudah, atau minta bantuan pelatih kesehatan untuk membantu Anda melalui bagian yang sulit dari proses pengeluaran racun.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular