JAKARTA – Pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi resmi ditetapkan oleh KPUD Jakarta Jakarta sebagai calon yang maju pada putara kedua Pilkada DKI Jakarta. Penetapan paslon tanpa kehadiran Ahok-Djarot dikarenakan memilih meninggalkan ruangan rapat pleno pasalnya agenda tak kunjung dimulai sesuai jam undangan.

“Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI untuk mengikuti putaran kedua sebagai diktum kesatu Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. kedua Anies Rasyid Baswedan, Phd. dan Sandiaga Salahudin Uno B.A, MBA,”  kata Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos membacakan keputusan rapat pleno KPU di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017) malam.

Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, nomor urut pasangan calon tak mengalami perubahan. Kedua pasangan calon yakni Ahok-Djarot tetap pada urutan nomor dua sedangkan Anies Baswedan-Sandi tetap pada urutan nomor tiga.

Penetapan pasangan calon yang maju pada putaran kedua dikarenakan tak ada paslon yang memperoleh suara lebih 50 persen pada Pilkada DKI. Sesuai dengan UU No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvina Murni mendapatkan 937.955 suara atau 17.07 persen, Ahok-Djarot mendapatkan 2.364.577 suara atau 42,99 persen dan pasangan Anies-Sandiaga sebanyak suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Masa sosialisasi dan kampanye pasangan calon tahapan pilkada DKI Jakarta akan dimulai sejak Maret hingga 15 April 2017.  Sedangkan masa tenang dan pembersihan seluruh alat peraga dilaksanakan pada 16-18 April 2017. Selanjutnya pemunguta suara akan digelar pada 19 April 2017.

Selanjutnya pada 20 April-1 Mei 2017 merupakan jadwal rekapitulasi suara hasil pilkada putaran kedua. Jika tak ada gugatan ke MK atas hasil Pilkada paling lama sekitar tiga hari maka penetapan pemenang akan digelar pada 5-6 Mei 2017. (asr)

 

Share

Video Popular