Mike Bennet (57) adalah seorang tukang kayu, sementara Julie, istrinya adalah seorang guru SD. Pernikahan mereka telah berlangsung selama puluhan tahun, dan cinta mereka pun sangat dalam, hingga kini mereka telah dikaruniai 3 orang anak.

Pada 2013 lalu, Mike didiagnosis mengidap tumor otak, ketahanan fisiknya juga semakin buruk, karena itu, hanya bisa mengandalkan perawatan istri dan anaknya.

Namun, tak disangka, tiga tahun kemudian atau pada 2016 lalu, Julie, isterinya didiagnosis mengidap kanker payudara, bahkan sel kanker telah menyebar ke organ hati dan ginjal. Akhirnya keduanya sam-sama terbaring sakit di ranjang, bersama melawan siksaan penyakit.

Pada 6 Februari lalu, Mike akhirnya tak sanggup bertahan lebih lama lagi, ia pergi dulu meninggalkan isteri dan anak-anaknya. Menjelang kepergiannya, Mike mencengkram erat tangan isterinya, dan perlahan mengatakan selamat tinggal.

Anak-anak yang sedih melihat pemandangan itu pun mengabadikan suasana haru, dan itu adalah foto terakhir ayah bersama ibu dalam hidup ini.

Lima hari kemudian setelah kepergian Mike, isterinya, Julie akhirnya pergi juga menyusul suaminya. Sebelum meninggal, Julie meminta bantuan Sue Wright, temannya untuk mengurus ketiga anaknya.

Sue dan keluarga Julie yang lama kenal selama bertahun-tahun itu, tentu saja tidak menolak permintaan terakhir Julie, teman baiknya. Setelah mendapat janji temannya, Julie pun pergi dengan tenang selamanya, berkumpul kembali dengan suaminya di surga.

Sue sadar rumah yang banyak mengisi kenangan bersama ayah-ibunya itu sangat penting bagi anak-anak, jadi, ia pun mulai mengumpulkan dana, agar dapat mempertahankan rumah itu, sekaligus memastikan anak-anak dapat melanjutkan pendidikan mereka. M

asyarakat setempat yang memahami situasi itu kemudian silih berganti menyumbangkan dana, dan sekarang mereka telah mengumpulkan 64,000 poundsterling atau sekitar Rp.1,062 miliar, jauh lebih banyak dari 50.000 poundsterling semula.

Ayah-ibu telah pergi selamanya, mudah-mudahan ke tiga anak itu bisa bangkit dan lebih tegar, dengan berani menghadapi perjalanan hidup mereka di kemudian hari.  (jhoni/rp)

Share

Video Popular