Pengusaha Kaya ini Kerap Membawa Anak dan Isterinya Melihat-lihat Ruang Kremasi. Ketika Ditanya Sebabnya, Orang-orang Pun Diam dengan Jawabannya

243

Setiap kali selesai mengantar orang mati ke ruang kremasi, saya selalu keluar dengan acuh tak acuh.

Saya selalu tersenyum sambil berkata, “Orang, akan mengerti beberapa waktu setiap kali keluar dari ruang kremasi, lalu beberapa waktu kemudian pikiranya pun jadi kusut.”

Konon katanya setiap beberapa waktu, ada seorang pengusaha terkemuka yang selalu membawa serta anak dan isterinya melihat-lihat ruang kremasi.

Ada yang tidak mengerti dengan maksudnya, lalu menanyakan hal itu. Pengusaha itu mengatakan, bahwa ketika sampai di ruang kremasi, hati anda yang tidak menentu akan segera menjadi tenang, melihat ketenaran dan kekayaan itu menjadi sesuatu yang hambar.

Dengan adanya kehambaran duniawi ini, baru bisa menempatkan diri ke dunia yang hiruk pikuk dan selalu menjaga kemurnian jiwa, selalu menjaga kemurnian jiwa, tetap konsentrasi dalam ketenangan dan hanya menaruh perhatian pada penyempurnaa dirinya..

Dengan demikian baru bisa menghadapi berbagai godaan dengan hati tenang, tetap fokus dan konsentrasi tanpa hasrat apapun.

Di ruang kremasi: Pos terakhir manusia. Di sini, tidak peduli apakah Anda itu pejabat, bangsawan, tokoh yang paling berkuasa, orang terpandang dan terkaya sejagad, atau rakyat jelata, bahkan pendosa yang sangat dibenci sekalipun, akhirnya harus datang di sini, di pola yang sama, terbaring denga tenang dan kaku di sana, kemudian dimasukkan ke dalam perapian yang berkobar, dan ketika keluar, hanya tersisa sebuah kotak persegi kecil yang dibungkus dengan kain merah.

Saat datang ke dunia tidak membawa apapun, dan juga hanya segumpalan debu saat pergi. Sebenarnya, hidup itu begitu sederhana. Segala bentuk kekayaan, semuanya hanya berupa debu di krematorium, dan hanya berlangsung sekejab, segala cinta dan benci, semuanya tak lebih dari debu yang tak berarti, semuanya terhapuskan.

Wahai saudara-saudara! Sekarang kita hidup di dunia materialistik, di sisi kita selalu dipenuhi dengan godaan, kekuasaan, kedudukan, ketenaran, uang, kecantikan dan segala bentuk keduniawaian yang akan membangkitkan gelora kita begitu tergoda.

Sanubari yang semula bening, murni dan damai itu akan berubah seketika menjadi hiruk pikuk, gelisah tidak menentu, dan hanya mementingkan keuntungan pribadi.

Ketika Anda merasakan perbedaan antara realitas dan harapan. Ketika Anda merasa sedih dan dirugikan, tidak ada yang memahami anda.

Ketika Anda memendam rasa sakit dan penderitaan hati, ketika Anda selalu memikirkan untung rugi demi kepentingan pribadi, dan ketika anda saling bersiasat demi kedudukan dan segala bentuk kepentingan pribadi dengan segala cara, cobalah sesekali ke jalan-jalan ke krematorium.

Menghadapi tumpukan kecil arang yang disertai dengan nyala api, apa masih ada yang berat anda tinggalkan, dan tidak rela melepaskannya?

Hidup ini singkat dan tidak menentu. Melepaskan dan keterikatan adalah kepasifan dalam melihat kehidupan duniawi.

Sebaliknya, kita harus memperlakukan hari demi hari itu dengan sebaik-baiknya, hargai setiap hari, hidup dengan baik setiap hari.

Perlakukan hari demi hari itu sebagai hari-hari yang dilalui seumur hidup, tidak perlu menghabiskan waktu untuk larut dalam kesedihan, kecemasan, mendesah, tetapi cengkram dengan erat waktu itu, dan nikmatilah hidup, nikmati kesehatan, nikmati keceriaan dan kebahagiaan !sayangilah orang yang mencintai dan dicintaimu! Karena dalam kehidupan berikutnya tidak akan bertemu lagi (Jhony/rp)