Kita sudah merasakan efek dari terlalu banyak kekacauan dalam kehidupan ini. Dan, masalahnya, kekacauan tidak hanya terbatas di rumah, dijalanan atau kantor. Kekacauan dapat masuk ke dalam pikiran- dimana pikiran adalah sesuatu yang kita bawa ke mana-mana! Kekacauan pikiran ini mempersulit tugas sehari-hari, termasuk mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain.

Sama seperti cara membersihkan sampah dari kehidupan kita, ada juga cara untuk membersihkan sudut dan celah dari pikiran kita sehingga kita bagaikan mesin yang terawat sehingga tetap terus produktif dan fokus. Berikut adalah beberapa jenis kekacauan mental yang harus disingkirkan:

1. Gangguan media sosial

Media sosial telah memberi kita begitu banyak hal: koneksi dengan teman-teman di seluruh dunia, berita teranyar dan ada canda tawa serta rasa kagum saat kita rutin bekerja setiap hari. Tetapi, seperti kebanyakan hal lainnya, ada titik di mana media sosial terasa sangat mengganggu. Jika kita duduk dan berpikir berapa banyak media sosial yang membuat kita “terbenam” di dalamnya, maka dengan mudah media sosial menyebabkan masalah.

Apakah Anda memiliki pemberitahuan untuk Twitter atau Facebook pada ponsel atau laptop? Coba matikanlah. Apakah Anda merasa banyak membuang waktu untuk hal tersebut? Hapus aplikasi tersebut dari ponsel atau menginstal perangkat lunak yang membatasi waktu media sosial Anda selama periode tertentu setiap hari. Apakah Anda memerlukan media sosial untuk menyingkirkan perasaan tertentu? Mungkin sudah saatnya untuk menghadapi hambatan tersebut-bahkan dengan dukungan orang lain.

2. Menerka diri sendiri

Ketika tahun berganti datang dengan resolusi baru. Jika ada tugas tertentu yang ingin Anda capai dalam beberapa minggu mendatang atau bulan … akankan Anda menghambat diri sendiri?

Tampaknya Anda cemas, namun perlu untuk meredam jenis pikiran semacam itu supaya Anda dapat bekerja menuju cita-cita hidup Anda. Tentu, Anda akan mengalami kesulitan dan bahkan mengalami kegagalan- namun tidak ada salahnya mengalami kegagalan. Banggalah dengan langkah yang Anda tempuh dan kuatkan hati nurani yang mengakui kerja keras Anda.

3. Mengatur tugas-tugas yang akan dikerjakan

Jika rencana Anda mirip seperti ruang tamu yang berantakan, maka sudah saatnya untuk merapikannya. Bagaimana Anda mampu mengatasi masalah di hadapan Anda jika masalah tersebut tidak dapat dirapikan di dalam pikiran Anda?

Prioritaskan hal yang harus dilakukan yang ada di dalam pikiran untuk dituangkan ke dalam sebuah daftar, buatlah serangkaian alarm sebagai pengingat di ponsel Anda, buat catatan di kalender yang ditempel pada kulkas Anda, atau ambil aplikasi telepon pintar yang membantu tugas Anda dan lakukan keterampilan ini sepanjang tahun. Tidak hanya tugas menjadi beres, Anda juga tidak perlu khawatir akan lupa sesuatu di sepanjang jalan.

4. Menghayati kritikan

Tidak seorang pun tumbuh tanpa terpapar kritik. Kita belajar bagaimana menangani kritik ini dan bagaimana kritik tersebut akan menjadi kritik membangun bagi kita dan kritik mana yang harus diabaikan. Tetapi, kadang sulit membedakan kritik mana yang merupakan kritik membangun dan kita berulang kali terjebak di dalam kritik yang tidak membangun.

Luangkan waktu untuk merenungkan setiap pikiran yang muncul dimulai dengan “Saya benar-benar harus” atau “Saya seharusnya”. Mengapa Anda perlu melakukan X, Y atau Z? Apakah hal tersebut sungguh bermanfaat untuk membangun Anda dan orang di sekitar Anda? Mungkin ya… dan mungkin juga tidak.

Kita telah menerima banyak kritik selama ini—maka pada tahun 2017 ini Anda harus memilah-milah mana kritik yang membangun untuk melenyapkan kekacauan.(Epcohtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular