Apa sih pekerjaan yang paling melelahkan di dunia itu?

Chef/koki ? Bukan.

Pelayan ? Bukan.

Bos pemilik restoran ? Juga bukan.

Jawabannya, anda akan tahu setelah menyimak uraian berikut ini.

Sebuah perusahaan memublikasikan sebuah iklan rekrutan “semu” di internet, kemudian mengadakan sebuah wawancara video aktual.

Sebelumnya pewawancara menjelaskan tentang materi pekerjaan kepada pelamar : 1 Minggu 7 hari kerja, setiap hari harus berdiri selama 24 jam, dan harus membungkuk terus menerus, langsung datang begitu dipangil, hampir tidak ada waktu untuk beristirahat, hari libur juga harus kerja. Dan yang paling penting, pekerjaan ini tidak ada bayarannya.

Semua pelamar menganggap itu adalah lelucon, sampai pewawancaranya mengatakan, pekerjaan ini, selalu dikerjakan tanpa mengeluh oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Dan setelah jawaban itu diumumkan, semua orang pun terkejut dibuatnya!

Ya benar, pekerjaan itu adalah sebagai seorang ibu, ibu kita yang hebat!

Ini adalah pekerjaan yang paling sulit di dunia, tanggung jawab pekerjaan ini sangat besar, tidak ada hari libur, tidak ada waktu makan yang teratur, tidak ada waktu tidur yang teratur, bahkan tidak dibayar!

Tapi ini adalah pekerjaan yang paling mulia di dunia, pekerjaan ini disebut: Ibu.

Saat usia 1 tahun, kamu yang baru belajar jalan tertawa ceria, orang yang lebih bahagia senyumnya di belakang sambil memegang tanganmu adalah dia (ibu).

Ketika menginjak usia 2 tahun, orang yang menjaga, merawat dengan telaten sepanjang malam tidak tidur di sisi tempat tidurmu, dan mencemaskan kamu karema demam tinggi itu adalah dia.

Saat usia 3 tahun,  hari pertama kamu masuk TK sambil membawa tas di punggung seperti layaknya orang dewasa, seseorang di belakang yang terus memandangi dan mengharapkan dirimu agar cepat tumbuh besar itu adalah dia.

Pada usia 7 tahun, saat kamu mendapatkan nilai 100 dan pulang ke rumah sambil berlari ceria, orang yang memujimu hebat, mengusap kepalamu sambil tersenyum bahagia itu adalah dia.

Di usia 10 tahun, orang yang menyiapkan masakan enak di dapur yang dipenuhi dengan asap masakan saat kamu pulang sekolah dan berlari pulang ke rumah itu adalah dia.

Usia 18 tahun, meminta pendapat saat ujian masuk perguruan tinggi, dan memintamu selalu berada di sisinya, tapi menyemangatimu bahwa anak yang baik itu harus punya impian dan cita-cita itu adalah dia.

Usia 30 tahun, kamu selalu sibuk sepanjang hari dan tidak sempat menelepon seseorang yang setiap hari merindukanmu, tapi selamanya selalu berkata,“Saya baik-baik saja, tidak perlu cemas” itu juga dia.

Setiap gerak gerikmu berada dalam pandangan mata juga hatinya, tapi dia selalu mengatakan bahwa dia baik-baik saja, memintamu menjaga dirimu baik-baik tidak usah memikirkannya, ia mengorbankan segalanya tanpa pamrih untukmu, dan tidak pernah mengharap imbalannya.

Ia mencurahkan segenap energi dan pikirannya sepanjang hayat menyayangi dan melindunimu. Sekarang dia sudah senja, yang diharapkan, hanya agar kamu lebih banyak menemaninya di rumah.

Minggu ini, kalau kamu ada waktu, buatkanlah sarapan pagi untuknya.

Jika kamu masih ada waktu, bawalah ia jalan-jalan.

Jika kamu masih ada waktu, temanilah ia makan siang.

Jika kamu masih ada waktu, bawalah ia ke taman.

Dan jika kamu masih ada waktu, bincang-bincanglah dengannya.

Seandainya kamu tidak ada jika-jika seperti di atas setidaknya teleponlah ia. Dan katakan kepadanya, “Bu, aku sayang ibu!

Mudah-mudahan artikel ini bisa lebih membuatmu menemukan arah kehidupan yang lebih arif.  (Sinatra/rp)

Share

Video Popular