JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional di kawasan Medan, Sumatera Utara. Para pelaku berhasil ditangkap dan menyita sabu seberat 48.163,38 gram, 3.702 butir ekstasi, dan 454 butir happy five.

“Ini barang-barang didatangkan dari Tiongkok yang dimasukkan ke Indonesia melalui Aceh, ini hasil penelusuran kita, dari Aceh diikuti terus sampai akhirnya sampai di Medan, ditemukanlah mereka jaringan-jaringan ini,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso didampingi Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi dalam press release di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Pengungkapan dilakukan Rabu (1/3/2017) bekerja sama yang baik dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beserta kekuatan lainnya. Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan jaringan peredaran narkotika, tim BNN melakukan observasi dan pemantauan kegiatan jaringan tersebut sejak barang tersebut masuk ke wilayah Indonesia.

Menurut Buwas, petugas berhasil mengungkap jaringan ini pada beberapa TKP pada 1 Maret 2017 di kawasan Jalan Medan-Binjai Sumatera Utara. Sebanyak dua tersangka diamankan yaitu MUL(33) dan RIZ alias Syech (36) yang diduga kuat merupakan kurir. Dari tangan kedua pelaku ini, petugas menyita 38 bungkus berisi narkotika jenis sabu seberat 39.221,46 gram.

“Riz duluan berangkat  menghadap Yang Maha Kuasa,” kata Budi.

Selanjutnya petugas melakukan pengejaran pada TKP kedua terhadap SY (45) yang berperan sebagai koordinator kurir, dan tersangka AM (32) yang bertugas sebagai penerima barang. Kedua pelaku ini berhasil ditangkap di rumah HAB di daerah Medan Sunggal yang merupakan seorang anggota TNI bersama dengan tersangka ZAK yang merupakan adik kandung HAB (anggota TNI).

Di sana petugas menyita setelah dilakukan penggeledahan dan didapatkan barang bukti sabu seberat 12,72 gram, ekstasi sebanyak 3.702 butir dan Happy Five sebanyak 454 butir. Sampai saat ini Oknum TNI tersebut belum dapat diketahui keberadaannya dan sudah dikoordinasikan dengan Komandan Kesatuan yang bersangkutan di Kodam dan POM TNI AD.

Sedangkan pada TKP ketiga, petugas BNN berhasil mengamankan HER (31) di rumahnya di Perumahan Johor Permai di kawasan Medan Johor, Medan. Petugas BNN berhasil menyita barang bukti 7 bungkus besar berisi sabu seberat 7.179,13 gram dan 18 bungkus kecil sebanyak 1.750,07 gram yang disembunyikan dalam mobilnya.

Dari keterangannya, barang bukti tersebut merupakan milik adik kandungnya bernama DED (28). Akhirnya petugas membekuk DED di rumahnya yang berlokasi di perumahan Debang Tamansari, Medan.

Petugas BNN dalam pengungkapan ini juga menyita dua pucuk pistol soft gun, tiga butir peluru ukuran 9mm, delapan mobil, dua sepeda motor, 30 telepon genggam, dan timbangan digital. Selain itu, disita buku tabungan dari berbagai bank, kartu identitas, dan surat berharga.

“Ini amunisinya sedang kita dalami karena senjatanya belum kita temukan, ini membuktikan bahwa mereka mulai bersenjata, maka kita juga akan menghadapi mereka dengan senjata, kemaren senjata BNN sudah dibagikan, ini mereka sudah terbukti menggunakan senjata tajam, kalau ada perlawanan kita tak segan-segan melumpuhkan,” tegas Buwas.

Atas penyitaan BNN terhadap keseluruhan sabu seberat 48.163,38 gram, 3.702 butir ekstasi, dan 454 happy five ini dapat menyelamatkan lebih dari 245 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. Para tersangka diancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati. (asr)

Share

Video Popular