Perangkat penyiksaan adalah alat yang dipakai untuk menimbulkan rasa sakit luar biasa pada fisik guna menjatuhkan mental tahanan yang menjalaninya. Tingkat kesadisannya  membuat orang tidak berani membayangkannya atau terlalu seram untuk dibayangkan.

Perangkat penyiksaan sejak jaman dahulu sudah digunakan oleh penguasa baik di negara Timur maupun Barat, bahkan sampai sekarang pun. Di beberapa negara diktator, alat untuk menyiksa tahanan ini masih digunakan dalam keadaan tidak diketahui masyarakat.

  1. Tempat Tidur Harimau

‘Ranjang’ besi dan kayu ini dipasang sejumlah paku. Setelah tahanan dibaringkan dan diikat di atasnya, ranjang tersebut akan digerakan ke arah yang berlawan (kepala dan kaki) untuk menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada tahanan akibat otot tertarik dan sendi diregangkan sedemikian rupa.

  1. Siksaan Buah Pir (Pear of Anguish)

Alat menyiksa terbuat dari logam yang berbentuk seperti buah pir ini memiliki beberapa ‘kelopak bunga’ yang dapat dikembangkan untuk merobek kulit, memperlebar luka tahanan. Alat tersebut akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, meskipun tidak mematikan.

  1. Mulut Buaya

Ring besi dengan ‘duri’ tajam mirip gigi buaya tersebut dapat disetel besar kecil lubang tengahnya, dikenakan kemudian dieratkan di bagian paha atau pergelangan kaki. Sebentar saja kaki tahanan sudah akan berdarah-darah.

  1. Roda Pematah Tulang

Alat yang juga dinamakan Catherine Wheel ini dirancang untuk mendapatkan pengakuan terdakwa, atau dipakai untuk mengeksekusi mati tahanan. Terdakwa atau tahanan setelah diikat di roda itu, lalu anggota badannya dipukuli dengan benda tumpul sampai mengalami patah atau remuk tulang. Tidak sedikit tahanan yang tewas beberapa hari kemudian setelah merasakan sakit yang amat sangat.

  1. Kereta Pencabut Nyawa

Kereta kuda yang masing-masing diikatkan ke keempat anggota badan dan leher tahanan kemudian dipacu untuk bergerak menuju 5 arah yang berbeda dapat membuat anggota badan terlepas dari sendiny.

Meskipun kelenturan otot dan daging manusia memiliki daya tahan tarik yang tidak kecil sehingga tidak membuat anggota badan terlepas dari tubuh dan cukup membuat kuda ngos-ngosan menariknya, tetapi nyawa tahanan sudah pasti akan tercabut.

Dalam sejarah Tiongkok, Lao Ai yang hidup di jaman Dinasti Qin dan reformis bernama Shang Yang telah menjalani eksekusi mati dengan cara ini.

Tiongkok bukan negara satu-satunya yang menjalani hukuman ini. Inggris pada Abad Pertengahan juga pernah mengeksekusi tahanan dengan cara ditarik kereta kuda. Cara yang dipakai mereka menamakan hukuman ‘hanging, drawing and quartering’.

Tahanan akan digantung terlebih dahulu, tetapi tidak sampai putus nafas, kemudian algojo akan membedah perut, mengeluarkan organ tubuhnya kemudian dibakar di hadapannya, bahkan kadang memaksanya untuk makan.

Setelah itu, algojo baru memenggal kepala, memultilasi badannya menjadi 4 potong untuk dipamerkan di beberapa lokasi.

  1. Hukuman Begadang

Jenis penyiksaan fisik dan mental ini banyak digunakan dalam kamp tahanan praktisi Falun Gong di Tiongkok. Sejak tahun 1999 Jiang Zemin bersama Partai Komunis Tiongkok/ PKT meresmikan penganiayaan terhadap Falun Gong, cara tersebut terus dipakai sampai sekarang.

Praktisi dilarang tidur hingga beberapa hari siang maupun malam. Ada yang mencapai 42 hari. Penyiksaan fisik dan mental yang dilakukan ini bertujuan untuk memaksa praktisi Falun Gong beralih keyakinan, membuat pengakuan, memaksa tunduk.

Meskipun siksaan tidak membuat berdarah, tetapi pada kenyataannya, merampas hak tidur orang tampaknya halus tetapi merupakan perlakuan yang paling hina.Keledai Spanyol

Tahanan dengan tangan terikat ke belakang, kepala digantungkan pada seutas tali kemudian didudukkan pada sebuah ‘kursi’ segitiga yang bagian atasnya berpaku, khusus dibuat untuk melukai anus ataupun alat kelamin tahanan. Dalam rangka untuk meningkatkan efek penderitaan, algojo sering kali menambahkan beban yang berat ke atas bahu hingga tahanan mengalami cedera serius atau meninggal dunia.

  1. Pemenggal Pinggang

Pemenggal Pinggang ini adalah alat untuk merebukkan bagian pinggang tahanan.

Karena organ penting manusia kebanyakan berada di dalam rongga dada, atau bagian atas dari pinggang, maka menggencet pinggang sampai remuk pun tak akan membuat tahanan langsung mati, ia masih bisa sadar untuk beberapa waktu lamanya guna merasakan sakit yang hebat.

Kaisar ketiga Dinasti Ming (1360 – 1424) memerintahkan eksekusi mati seorang pujangga bernama Fang Xiaoru. Konon, Fang masih berusaha untuk merangkak dengan menyeret bagian bawah tubuhnya yang lumpuh setelah menjalani hukuman pemenggal pinggang ini untuk menulis 12.5 huruf ‘篡’ (dibaca cuan) dengan darah dari jarinya, setelah itu baru meninggal dunia.

  1. Kursi Besi

Alat penyiksaan tersebut cukup populer pada Abad Pertengahan. Kursi besi yang penuh dengan paku tajam itu akan dengan cepat melukai tahanan yang duduk di atasnya.

Dan algojo biasanya akan menambahkan beban supaya badan lebih menekan paku dan tajamnya paku makin terasa di kulit. Setelah itu mereka menuangkan minyak yang mendidih ke tubuh tahanan yang tubuhnya terikat dan hanya mampu menjerit kesakitan.

  1. Memasukkan Makanan Secara Paksa

Infuse makanan dalam ilmu kedokteran adalah upaya untuk menyelamatkan nyawa pasien. Tetapi dalam rumah tahanan Partai Komunis Tiongkok, memasukkan makanan secara paksa dimanfaatkan untuk menyiksa tahanan, suatu tindakan kejam yang setiap saat dapat membahayakan nyawa tahanan.

Menurut data tak resmi yang terkumpul oleh media ‘Minghui’ pada 2010 bahwa sebanyak 358 orang praktisi tewas akibat penyiksaan ini. Dalam tahanan PKT, ‘bahan makanan’ yang dipaksa masuk melalui mulut maupun hidung praktisi Falun Gong termasuk air yang berkadar garam tinggi, air cabai, air merica, minyak sawi, urine manusia, cairan yang mengandung kotoran manusia, alkohol berkadar tinggi, juga obat-obatan yang merusak sistem saraf.

Selang untuk memasukkan makanan itu selain tidak disteril terlebih dahulu, bahkan sampai menusuk rongga pernapasan, masuk ke paru-paru. Banyak praktisi langsung meninggal karenanya.

  1. Penghancur Lutut (Knee Splitter)

Perangkat ini pada jaman dahulu sering digunakan dalam pengadilan agama. Algojo akan meletakkan lutut terdakwa di antara besi runcing kemudian menjepitnya sampai lutut menjadi rusak dan menyebabkan kelumpuhan.

  1. Besi Penggaruk

Besi berbentuk seperti trisula ini digunakan untuk menyiksa tahanan dengan cara menggarukkannya pada bagian tubuh seperti dada atau punggung, sering garukan yang dilakukan pada tempat yang sama akan membuat tulang sampai terlihat selain darah yang mengalir deras.

  1. Menggantung Kurungan

Setelah memasukkan tahanan secara hidup-hidup ke dalamnya, kurungan kemudian dibiarkan tergantung ‘selamanya’ di lokasi sampai jenasah yang bersangkutan pun kering ‘ditelan waktu’. Beberapa bahkan dijumpai sampai tulangnya pun jatuh satu per satu ke permukaan tanah.

  1. Tang Penjepit Payudara

Alat ini juga dinamakan Besi Laba-laba (Iron Spider) yang sering digunakan untuk menghukum para wanita terdakwa perzinahan, aborsi, bid’ah, penghujatan dewa-dewi atau menjadi wanita penyihir.

Setelah alat yang terbuat dari besi tersebut dijepitkan ke bagian payudara terdakwa, alat kemudian dibakar dan panas besinya itu secara pelan-pelan akan ditransfer ke payudara sampai yang bersangkutan berteriak kesakitan, meskipun terdakwa tidak sampai mati, tetapi derita dari lukanya sulit untuk dibayangkan.

Sebenarnya, perangkat yang digunakan untuk menyiksa tahanan tidak hanya ini saja tetapi aneka rupa. Penyiksaan akan menimbulkan rasa sakit fisik dan spiritual yang hebat. Mudah-mudahan, cara sadis dan tidak berperikamanusiaan ini bisa dihentikan untuk selamanya. (Sinatra/rp)

Share

Video Popular