Sidang Kasus e-KTP, Nama-Nama Besar dan Cerita Ahok yang Bikin Ngakak Polisi

309
Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok (Erabaru.net)

JAKARTA – Kasus korupsi e-KTP akan mulai memasuki masa persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kamis (9/3/2017). Sebelumnya pada kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya nama-nama besar yang disebut dalam dakwaan KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut kepada para wartawan untuk mendengarkan saja dakwaan yang diajukan KPK. Pada kesempatan itu, Agus juga meminta kepada para jurnalis untuk melihat sendiri dan mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar. “Karena namanya yang disebutkan banyak sekali,” tambah Agus ketika menjawab pertanyaan wartawan.

Soal kasus e-KTP, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka yakni Sugiharto selaku mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri. Kedua adalah Irman selaku mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Pengadaan E-KTP yang senilai Rp 6 triliun ini diduga merugikan negara Rp 2 Triliun karena diduga mengalir ke sejumlah pihak. Walaupun demikian sudah beredar sejumlah nama-nama mantan Anggota Komisi II DPR RI pada saat itu yang disebut terkait kasus ini termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, keduanya sudah membantah terlibat.

Cerita Ahok

Ahok pada kesempatan lalu menyatakan bahwa dirinya orang yang paling keras menolak e-KTP. Bahkan pada saat itu, Ahok malah mengusulkan agar menggunakan bank pembangunan daerah, apalagi semua orang ketika mau membuat KTP pasti memiliki rekamannya lalu untuk apa menghabisikan uang negara hingga Rp 5 triliun.

Saat Ahok menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (11/6/2015) lalu, Ahok memiliki cerita yang membuat seluruh anggota kepolisian tertawa. Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, Ahok menyebutkan tentang pembicaraan dengan rekannya sesama anggota Komisi II DPR RI, Nurul Arifin.

“Saya masih ingat Nurul Arifin ngomong begini ke saya, ‘Hok, ini fraksi ngomong ke gue nih, lu mau dipindahin dari Komisi II. Karena kasus e-KTP, lu itu terlalu galak dan ribut-ribut melulu, mana lu mau bikin pembuktian terbalik, UU Pemilukada, macem-macem, jadi lu mau dipindahin’,” kata Basuki menirukan ucapan Nurul.

Pada saat itu, kata Ahok, dia bertanya kepada Nurul mengenai komisi mana dia akan dipindahkan. Nurul menjawab, Ahok akan dipindahkan ke Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama.

“Saya bilang lagi, ‘Oke, kasih tahu tuh fraksi ya,nanti kalau gue di Komisi VIII, gue bongkar tuh mark up dana naik haji semuanya,” demikian kata Ahok seperti ditulis Kompas.

Nurul kemudian melapor ke Fraksi Golkar. Beberapa hari kemudian, Nurul kembali mendatangi Ahok. Kali ini, Nurul justru memberi kebebasan kepada Ahok untuk bergabung dengan komisi mana.

“Sekarang lu mau gabung ke komisi mana? Asal jangan gabung di Komisi II lagi karena komisi lagi bikin UU Pemilukada dan keberadaan lu ngerepotin’,” cerita Ahok meniru ucapan Nurul.

Dengan santai, Ahok menjawab. “Di komisi mana pun gue berada, pasti keberadaan gue buat lu orang sakit kepala,” kata Basuki.

“Ya sudah, lu tetap di Komisi II saja, tapi jangan banyak ngomong ya,” kata Nurul ditiru oleh Basuki. Lalu ditulis, bahwa cerita Ahok ini membuat ratusan polisi dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Syafruddin pada saat itu ikut tertawa. (asr)