Kim Han-sol Muncul di YouTube Mengatakan Ayahnya Dibunuh

227
Kim Han-sol (YouTube screenshot)

Oleh Hong Mei

Bulan lalu Kim Jong-nam mati dibunuh orang di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Putranya Kim Han-sol tiba-tiba muncul di rekaman video YouTube yang berdurasi sekitar 40 detik pada 8 Maret 2017.

Melalui rekaman ia memberikan pernyataan bahwa ayahnya menjadi korban pembunuhan. Dan di akhir rekaman itu terlihat Kim Han-sol dengan wajah tersenyum mengatakan, “Saya berharap segala sesuatunya dapat pulih kembali dalam waktu pendek”.

Menurut Yonhap, pernyataa Kim Han-sol yang direkam KHS Video sebelumnya telah diedarkan oleh YouTube pada 8 Maret. Dalam rekaman itu ia mengatakan, “Nama saya Kim Han-sol, adalah salah satu anggota dari keluarga Kim Korea Utara. Ayah saya belum lama ini mnjadi korban pembunuhan, sekarang (saya) hidup bersama ibu dan adik perempuan”.

Ia kemudian mengatakan, “Terima kasih ….”

Tetapi suara video kemudian tidak terdengar karena sengaja dihapus, dan gerakan mulut Kim Han-sol waktu berbicara pun ditutupi dengan sebuah bidang berwarna hitam agar penonton tidak dapat menebak apa yang ia ucapkan.

Ia juga memperlihatkan paspor miliknya, tetapi lagi-lagi ditutupi oleh bidang berwarna hitam. Saat ini, Badan Intelijen Korea Selatan sudah memastikan bahwa orang yang berbicara dalam rekaman video itu adalah Kim Han-sol.

Yonhap Juga telah memberikan konfirmasi bahwa organisasi bernama ‘Cheollima Civil Defense’ mempublikasikan rekaman tersebut lewat internet. Dalam artikelnya disebutkan bahwa keluarga Kim Jong-nam bulan lalu ada meminta bantuan mereka. Selain itu, artikel juga memberitakan bahwa keluarga sekarang sudah tinggal di tempat yang dianggap aman.

Pasca pembunuhan ayahnya, keselamatan Kim Han-sol menjadi perhatian banyak pihak karena ia dianggap sebagai kandidat yang mungkin bisa menggantikan kedudukan Kim Jong-un setelah rezimnya runtuh nanti.

“Saya bermimpi suatu hari kelak terjadi unifikasi antara Korea Utara dan Selatan,” katanya.

Media Korea Selatan ‘Ekonomi Olahraga Korea’ memberitakan, dalam sebuah wawancara Pandora TV yang menanyakan soal proses penyerahan kekuasaan dari Kim Jong-il ke Kim Jong-un, Kim Han-sol mengatakan bahwa ia tidak tahu masalah itu, tetapi kemudian mengatakan, “Bagaimana Kim Jong-un kemudian bisa menjadi seorang diktator ia juga kurang jelas”.

“Tidak bisa pergi ke Korea Selatan, tidak bisa bertemu dengan teman-teman di sana membuat saya sedih. Saya bermimpi suatu hari kelak terjadi unifikasi antara Korea Utara dan Selatan. Setelah bersahabat dengan teman-teman Korea Selatan, pikiran saya berubah, Kelebihan dan kekurangan dari kedua Korea jadi lebih jelas,” katanya.

Ketika berbicara soal ambisi politiknya, Kim Han-sol mengatakan, “Cepat atau lambat saya pasti akan pulang ke Korea Utara, saya berharap mampu memperbaiki kehidupan masyarakat di sana”.

Media dalam dan luar negeri juga ramai mempublikasikan kejadian sebelumnya. Kim Han-sol pernah melalui akun SNS-nya mengupload gambar foto gabungan Kim Jong-un dan menuliskan kalimat, “Rakyat negara kita sedang kekurangan makanan, kecuali saya yang bisa makan enak, maaf yaaa.”

Kabarnya, Kim Han-sol dianggap sebagai kandidat pemimpin Korea Utara setelah rezim Kim Jong-un runtuh. Ia adalah putra Kim Jong-nam yang lahir dari rahim istri keduanya Ri Hye-kyong di Pyongyang.

Saat masih berusia 2 tahun, ia bersama orangtuanya pindah ke Macao. Tahun lalu baru lulus dari Akademi Politik Paris dan sudah diterima di Universitas Oxford. Namun rencana untuk meneruskan studi di Inggris itu kemudian dibatalkan karena masalah keselamatan dirinya setelah ayahnya terbunuh.

Media Prancis ‘Le Figaro’ pernah menulis tentang sosok Kim Han-sol. “Dengan mengenakan kacamata berwarna hitam dan anting-anting di kedua telinganya, ia lebih suka berpenampilan  ‘gaya remaja selatan’ tetapi menyembunyikan status cucu penguasa Korea Utara yang ia sandang.” (Sinatra/rmat)