Apa yang Telah Terjadi Sehingga Gurun Sahara dan Amazon Memiliki Kesamaan?

317
sahara

Hutan hujan Amazon berada di timur laut Amerika Selatan dan merupakan hutan belantara yang lembab, sedangkan Gurun Sahara adalah hamparan pasir yang hampir tak terputus pada bagian utara Afrika. Ketika angin kencang bergerak melintasi Sahara, awan debu yang besar naik ke udara, yang kemudian membentang antara Benua Amerika dengan Benua Afrika.

Untuk pertama kalinya, satelit NASA dalam tiga dimensi melacak banyaknya debu yang bergerak melintasi Atlantik. Para ilmuwan juga telah mampu menghitung berapa banyak fosfor dari Gurun Sahara menuju tempat yang paling subur di dunia, yaitu Amazon.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam Makalah Penelitian Geofisika, sebuah jurnal Persatuan Geofisika Amerika Serikat, memberikan estimasi pertama berbasis satelit mengenai transportasi fosfor selama beberapa tahun, demikian kata pemimpin penulis Hongbin Yu, seorang ilmuwan atmosfer di Universitas  Maryland.

Perjalanan debu trans-benua ini adalah penting karena fosfor  yang terkandung di dalam debu tersebut, demikian kata Hongbin Yu. Secara khusus, debu diambil dari Bodélé Depression di Chad, sebuah danau kuno di mana mineral batuan terdiri dari mikroorganisme mati yang sarat dengan fosfor. Fosfor merupakan nutrisi  yang penting untuk protein nabati dan pertumbuhan tanaman, di mana Hutan hujan Amazon sangat tergantung pada fosfor untuk berkembang, demikian NASA mengatakan pada situs web.

NASA melaporkan bahwa fosfor yang mencapai tanah Amazon berasal dari debu Sahara, diperkirakan 22.000 ton per tahun, sekitar jumlah fosfor yang sama yang hilang dari hujan dan banjir, kata Hongbin Yu. Temuan ini merupakan bagian dari upaya penelitian yang lebih besar untuk memahami peran debu dan aerosol di lingkungan dan iklim lokal dan global.

“Kita tahu bahwa debu sangat penting dalam banyak cara. Ini adalah komponen penting dari sistem Bumi. Debu akan mempengaruhi iklim, dan pada saat yang sama, perubahan iklim akan mempengaruhi debu,” kata Hongbin Yu.

Data menunjukkan bahwa rata-rata 182 juta ton debu setiap tahun terbang melewati tepi barat Sahara.

Pada saat debu melintasi Atlantik, beberapa debu jatuh ke permukaan atau dipaksa turun melalui peristiwa hujan, tetapi kira-kira 132 juta ton debu mendarat di Amazon. Kira-kira 43 juta ton debu mendarat di Laut Karibia.(Visiontimes/Vivi/Yant)