SpaceX Akan Berangkatkan 2 Orang ke Bulan Tahun Depan

594
spacex
Kapsul Dragon ketika berada di atas sebuah kapal laut di Samudera Pasifik barat di Baja Peninsula, Meksiko setelah kembali dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang membawa sekitar 1.665 kg kargo untuk NASA pada 10 Februari 2015. (SPACEX FILE / AP PHOTO)

Miliarder teknologi, Elon Musk, yang juga merupakan pendiri perusahaan SpaceX, mengumumkan sendiri rencana mengejutkan itu.

Menurut Musk, perusahaannya didatangi oleh dua orang yang memintanya mengirim mereka pada penerbangan selama seminggu di sekitar Bulan. Dia tidak akan membeberkan dahulu nama kedua orang tersebut atau harga yang mereka bayar. “Namun mereka sudah membayar deposit yang sangat signifikan,” tutur Musk.

SpaceX tengah berada di trek untuk meluncurkan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk NASA pada pertengahan 2018. Misi ke Bulan ini akan menyusul di belakangnya sekitar enam bulan kemudian, pada akhir tahun 2018, menggunakan kru kapsul Dragon dan roket Falcon.

“Misi ke Bulan ini dirancang untuk dijalankan secara otonom oleh sang astronot, kecuali terdapat sesuatu yang tidak beres,” papar Musk.

“Saya pikir mereka telah mengetahui bahwa tentunya terdapat sejumlah risiko dalam penerbangan ini,” kata Musk kepada wartawan dalam konferensi pers per telepon, sehari setelah ia mentweet tentang akan datangnya sebuah pengumuman mengejutkan darinya.

“Mereka tentunya tidak naif, dan kami akan melakukan segala hal yang kami bisa untuk meminimalkan risiko itu, tapi tetap itu bukan nol risiko. Dan mereka datang kepada kami dengan mata terbuka,” kata Musk, sembari menambahkan bahwa kedua orang itu akan menerima pelatihan ekstensif sebelum penerbangan.

Menurut Musk, ia tidak memiliki izin untuk merilis nama kedua “penumpang nekat” itu, dan ia ragu-ragu untuk bahkan mengatakan jika mereka adalah laki-laki, perempuan atau bahkan pilot. Ia hanya menegaskan: “Tak seorang pun dari mereka yang berasal dari Hollywood.”

Kedua penumpang itu akan terbang mengelilingi Bulan, melihat sisi gelap permukaan Bulan dan memutarinya, yang diperkirakan bisa berjarak 300.000 atau 400.000 mil. Dan menurut Musk, misi ini tidak akan melibatkan pendaratan di Bulan. “Ini harus menjadi misi yang benar-benar menarik yang mudah-mudahan akan membuat dunia bersemangat lagi untuk mengirim orang ke ruang angkasa,” kata Musk.

Awak kapsul Dragon belum pernah diterbangkan di ruang angkasa sebelumnya. Demikian pula dengan roket Falcon Heavy, yang pada dasarnya adalah roket Falcon 9 dengan dua tali penguat, menurut Musk. Ia mengatakan bahwa masih ada cukup waktu untuk menguji baik pesawat ruang angkasa maupun roket tersebut, sebelum misi penerbangan ke Bulan.

Musk mengharapkan untuk memiliki lebih banyak pelanggan yang mau turut bergabung dalam misi penerbangan ke Bulan ini seiring berjalannya waktu.

Baru pada akhir pekan lalu, NASA mengumumkan masih mempelajari kemungkinan penambahan kru untuk penerbangan uji mega rocket, atas permintaan pemerintahan Trump. Penerbangan ke lingkungan Bulan masih tidak akan dilakukan sebelum 2019.

Musk mengatakan bahwa kemajuan eksplorasi ruang angkasa adalah hal utama yang harus dicapai, tidak peduli siapa yang pergi duluan. “Ini harus menjadi sangat menarik,” pungkasnya.

SpaceX juga tengah bekerja pada proyek Red Dragon, yang dimaksudkan untuk terbang ke Mars pada sekitar 2020, tetapi tidak mengangkut orang dan benar-benar turun ke tanah Planet Merah. (osc)