Halo Kengkawan! Pahamilah, Bahaya Menanti Permainan Mematikan “Skip Challenge”

175
Skip Chalenge atau #PassoutChallenge (Instagram)

JAKARTA – Tren yang membahayakan kesehatan yakni ‘Skip Chalenge” menghebohkan pada generasi muda. Walaupun sebenarnya, aksi ini merusak kesehatan sehingga berujung terjadi kerusakan pada otak. Tren ini sesungguhnya sudah menyebar pada kalangan remaja di Amerika Serikat dan Inggris.

Bagaimana bentuk permainan ‘Skip Chalenge’ ini? Sejumlah remaja sebagaimana yang sudah viral di media sosial, mereka mula-mulai menekan dada rekannya sekeras-kerasnya. Hingga kemudian rekannya itu pingsan atau mengalami kejang-kejang karena kekurangan oksigen. Selanjutnya rekan-rekan mereka yang menyaksikan pada saat itu tertawa riang melihat kejadian itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan melarang para siswa melakukan permainan berbahaya ini. Mendikbud juga mengimbau para guru dan kepala sekolah memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

“Permainan Skip Challenge sangat berbahaya bagi siswa, dan ini harus diberikan larangan keras. Guru dan Kepala Sekolah perlu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah,” kata Mendikbud saat kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat seperti dilansir dari situs Kemdikbud Jumat (10/3/2017).

Menurut Muhadjir, permainan tersebut sangat membahayakan jiwa siswa dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Lebih jauh Apa yang dilakukan sewaktu muda, akan memberikan dampak saat sudah tua serta berdampak buruk bagi kesehatan.

Mendikbud berharap para siswa di bawah bimbingan guru dan kepala sekolah tidak melakukan tindakan yang  berbahaya dan tidak mendukung masa depan. Oleh karena itu, para remaja diminta melakukan aktivitas yang positif dalam mengekspresikan diri.

“Aktivitas siswa saat-saat jam istirahat dan jam pulang sekolah perlu menjadi perhatian sekolah. Aktivitas yang membahayakan harus segera diberhentikan,” kata Mendikbud Muhadjir. (asr)