Presiden Korea Selatan Park Geun-hye didakwa karena kasus campur tangan urusan dalam negeri kroni dekatnya kemudian dilengserkan Majelis dari jabatan presiden.

Park Geun-hye telah meninggalkan istana Cheong Wa Dae (Blue House) pada 12 Maret sore sebelum pukul 18:00 waktu setempat. Ia pindah ke rumah kediaman pribadinya yang terletak di Samseong-dong, Seoul.

Park Geun-hye tidak membuat pernyataan apapun atas kasus pendakwaan terhadap dirinya.

Kepolisian Korea Selatan telah mengerahkan lebih dari 800 orang petugas keamanan di sepanjang jalan masuk menuju kediaman pribadi Park.

Menurut laporan Yonhap bahwa rumah kediaman Park Geun-hye yang terletak di Samseong-dong itu sudah dibangun pada 1983, dan terus didiami Park sejak 1990 hingga 2013 sebelum ia pindah ke istana Blue House.

Awalnya Park Geun-hye bermaksud untuk melakukan sejumlah perbaikan pemeliharaan terhadap kediaman tersebut agar  dapat ditempati kembali setelah ia lengser dari jabatan pada Februari tahun depan. Namun ‘nasib’ telah berkata lain.

Mahkamah Konsitusi Korea Selatan telah mengeluarkan putusan untuk memberhentikan Park Geun-hye dari jabatan presiden pada 10 Maret.

Akibatnya, pekerjaan perbaikan kediaman terpaksa dipercepat, konon, perbaikan untuk alat pemanas suhu udara sudah selesai, kecuali penggantian wallpaper yang masih sedang dikerjakan.

Dengan diberhentikannya ia sebagai presiden, maka berarti Park Geun-hye telah kehilangan hak kekebalan atas penuntutan pengadilan. Yang menjadi kekhawatiran kemudian adalah bahwa ia mungkin akan menghadapi sejumlah tuduhan kriminal yang diarahkan kepadanya, karena itu ia bisa ditahan, diadili kemudian dipenjarakan. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular