Anjing Liar ini Diam Saja Berkali-kali Dipermainkan, Tapi Ia Marah karena Orang yang Menyelamatkannya Dipukul

184

Xiao Bian adalah seekor anjing tunggal, tempat tinggalnya juga keren sekeren namanya yakni “single apartment,” Tapi sebenarnya itu adalah sebuah komunitas kecil yang sebagian besar dihuni anak-anak muda.

Di bawah apartemen kita kerap terlihat seekor anjing, saat hujan, anjing itu selalu menyembunyikan dirinya di dalam  koridor tunggal apartemen. Belakangan baru diketahui anjing itu mungkin telah dicampakkan oleh pemiliknya, karena selalu terlihat kotor dan dekil.

Setiap kali ketika berangkat kerja, saya selalu membawakan mantou (sejenis bakpao tanpa isi-khas Tiongkok), tapi tidak bisa membawanya, karena terkait pekerjaan, saya kerap bekerja lembur menulis artikel.

Pada suatu malam, dari jauh saya melihat empat orang sedang asyik mempermainkan anjing itu, salah satu dari mereka memegang raket nyamuk elektrik, sementara satunya lagi tampak memegang hotdog, kemudian menaruh makanan itu di lantai, kemudian mereka jongkok menunggu anjing itu mendekat, lalu menepuk kepala anjing itu dengan raket nyamuk elektrik.

Anjing itu mundur beberapa langkah, tapi mungkin karena benar-benar sangat lapar, sehingga ia ragu-ragu sejenak dan mendekat lagi, dan lagi-lagi ia digetok dengan raket nyamuk elektrik, kemudian bersembunyi di sudut belakang.

Sementara beberapa pria yang mempermainkannya tertawa terbahak-bahak. Katanya raket nyamuk elekrik tidak akan membuat mati anjing yang kestrum!

Kalau begitu, kita coba 2 raket sekaligus, apa bisa membuatnya terkapar pingsan, kemudian mereka sengaja mengulanginya lagi. Menaruh hotdog di atas lantai, menunggu anjing itu mendekat.

Saat itu terlintas dalam benak saya, orang-orang itu kenapa memperlakukan anjingnya seperti itu, karena saya perhatikan anjing itu tidak menyalak juga tiak menggigit mereka. Saya pikir itu anjing itu piaraan mereka, tetapi ketika saya lebih mendekat, saya baru tahu ternyata itu adalah anjing liar.

Kemudian saya menghampiri dan menegur mereka, jangan begitu terhadap anjing, kasian dia, lalu orang itu bertanya pada saya, apa itu anjingmu?

“Bukan, itu bukan anjing saya,” jawabku singkat.

Kalau begitu, tidak usah ikut campur, tapi saya senang ikut campur, mau apa kau?

Gini-gini juga saya pernah sedikit belajar teknik ilmu bela diri, dan juga cepat naik darah, melihat sikapnya seperti, emosi saya pun terpancing, dan entah kenapa tiba-tiba saya berseru, “Hei, hentikan perbuatan kalian, jangan sampai saya panggil polisi.”

Salah seorang dari mereka kemudian mendekat dan menepuk saya dengan raketnya, lumayan sakit juga, lalu secara spontan saya memukulnya.

Dan adu fisik itu pun tak terhindarkan, tapi dikeroyok 4 orang sekaligus, membuat saya kewalahan juga dan beberapa kali kena bogem mentah mereka. Ketika saya mengambil kuda-kuda dan siap menyerang mereka, saya melihat anjing itu mulai marah, dan tidak peduli lagi dengan hotdognya. Anjing itu seketika menggigit celana salah seorang dari mereka, dan melompat menjatuhkan raket nyamuk eletrik pria lainnya. Kemudian ke-empat orang itu pun ambil langkah seribu sambil mengancam saya, “Tunggu balasan kami nanti.”

Anjing itu kemudian berlari menghampiri saya, menggesek-gesek kaki saya dengan kepalanya, kemudian baru pergi menyantap hotdognya. Akhirnya saya pun membawanya pulang, dan memberinya nama “fireman”, karena untuk pertama kalinya ia marah demi membela saya, dan secara khusus saya pun membeli lagi sebuah komputer untuk kerja malam, sehingga saya punya waktu untuk mengurus “fireman.” (Jhony/rp)