Seorang Pelancong Menemukan Hewan Mirip Gorila di Pinggiran Kota, Belakangan Baru Diketahui Ternyata Itu adalah Hewan Langka yang Terancam Punah

604

Ketika berwisata ke luar negeri, seorang pelancong mengunjungi sebuah pinggiran kota saat sedang jalan-jalan, pingiran kota yang dikunjunginya itu terlihat dihuni oleh penduduk. Tapi sekilas tampak terbelakang, dan banyak pohon-pohon di sekitarnya.

Bak seorang petualang, pelancong ini terus berjalan di tengah hutan, dan tiba-tiba ia melihat seekor hewan. Ketika dilihat lebih dekat, ternyata hewan itu adalah Java ApeMan atau manusia kera dari Jawa.

Ape-Man dalam bahasa Melayu atau Indonesia adalah Orang utan, yang berarti “orang hutan”.  Sangat mirip dengan manusia, dan kesamaan genetiknya dengan manusia mencapai 96,4%.

Tingkat kesuburan Ape-Man sangat rendah, ditambah lagi dengan kerusakan habitat, dan perburuannya oleh para pemburu, sehingga orang utan terancam punah.

Penurunan tajam jumlah oran utan di masa lalu lebih dari 90%, dan orang utan sekarang hanya tersisa sekitar lima puluh ribu ekor.

Orang utan yang ditemukan ini terikat di sebuah tiang besi dalam keadaan dirantai, ternyata daerah itu adalah sebuah tempat istirahatnya yang sederhana. Tampak terlihat berantakan dan sampah di mana-mana.

Ada juga orang utan lainnya yang jalan-jalan, si pelancong melihat orang utan itu kurus kering, terlihat tulang-tulangnya mencuat keluar dari balutan kulit tubuhnya, dan bulu-bulu di tubuhnya juga sangat jarang.

Orang utan tersebut diam saja tidak menunjukkan respon apapun ketika menyadari ada yang menatapnya, ia terlihat tidak bergairah sedikitpun.

Melihat kondisi orang utan seperti itu, si pelancong kemudian memutuskan melaporkan hal itu kepada polisi setempat.

Setelah polisi tiba di lokasi, akhirnya mereka tahu apa yang telah dialami orang utan.

Ternyata orang utan itu dibeli secara ilegal oleh seorang penduduk lokal untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Hal itu telah berlangsung tujuh tahun, kemudia pihak kepolisian setempat membawanya ke Humane Society setempat untuk pengobatan.

Sekarang orang utan itu hidup di lingkungan baru yang lebih baik, bulunya yang sebelumnya sangat jarang juga terlihat semakin lebat, dan menjadi lebih lincah penuh vitalitas. (jhony/rp)