Eksperimen Gila, Pria ini Mengurung Diri dalam Batu!

134

Seniman Prancis Abraham Poincheval (44) sering mempertontonkan perilaku eksentrik sebagai bagian dari pameran seninya.

Kali ini ia mempertunjukkan kebolehan untuk mengurung diri selama 8 hari dalam sebuah batu besar yang diletakan di gedung Museum Seni Modern Palais de Tokyo, Paris.

Abraham melubangi batu besar itu menurut perawakannya dan sebuah lubang kecil untuk sirkulasi udara pernapasan. Setelah mempersiapkan makanan sederhana, air, daging yang dikeringkan, sup dan lainnya, ia langsung masuk dan menutup diri di dalamnya.

Selama Abraham berada dalam batu, masyarakat banyak yang datang ke galeri khusus untuk melihat ‘pamerannya’, bahkan tak kurang dari seratus orang yang berbicara dengannya melalui lubang kecil yang ada.

Ada yang membacakan puisi, memainkan gitar untuk menghibur Abraham. Ada pula pengunjung yang menceriterakan impiannya. Meskipun dipisahkan oleh batu besar, tetapi Abraham merasakan ada suatu hubungan bathin yang cukup dekat dengan para pengunjung yang berada di luar.

Sambungan telepon darurat memang terpasang dalam batu untuk digunakan bila terjadi  hal-hal yang tak terduga.

Tetapi tidak ada jam penunjuk waktu sehingga Abraham tidak memiliki konsep waktu, apakah sedang siang atau malam hari, meskipun ia bisa menduga-duga dengan cara seperti mendengar banyak suara dalam galerinya, mungkin museum sudah dibuka tetapi selama penutupan museum ia sama sekali buta waktu.

Ruang dalam batu itu cukup sempit, biasanya orang yang berada dalam situasi demikian ini mudah terserang klaustrofobia atau serangan kepanikan yang muncul akibat ketakutan terhadap tempat-tempat sempit dan rasa terjebak.

Tetapi Abraham menganggap itu bukan problem utama, yang ia masalahkan justru karena terganggu tidurnya. Ia bisa tidur tetapi tidak bisa lelap, bahkan sering ia mencurigai dirinya apakah tertidur atau tidak.

Setelah keluar dari batu, para asisten Abraham langsung membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan. Ia mengatakan bahwa selama berada dalam batu ia tidak merasakan tekanan apapun, bahkan sempat menjalin sebuah hubungan khusus dengan batu yang ‘melindunginya’ selama 8 hari.

Ia merasa dirinya seperti sebutir debu yang melekat dan menyatu dengan batu. Di siang hari, seperti sebuah batu kerikil yang berada di tepi jalan, di malam hari ia bertenggar bagaikan sebuah batu karang besar.

Meskipun gerakannya sangat terbatas, tetapi suasana hatinya bergelora. Kadang seperti roller coaster yang berputar, pindah dari satu ujung ke ujung lainnya. tetapi muncul juga perasaan-perasaan yang sulit dilukiskan, seperti sebuah rakit yang sedang dibawa arus sungai.

Berbagai pertunjukan eksentrik telah dilakukan Abraham pada waktu lalu. Ia pernah masuk ke dalam perut beruang besar buatan selama 2 pekan. Mengisi perut dengan makan cacing, kumbang dan serangga lainnya. Masuk ke dalam botol raksasa yang tersumbat gabus kemudian dibiarkan mengapung terbawa arus sungai Rhones di Prancis.

Naik tong kayu menuruni pegunungan Alpen. Hidup dalam lubang galian selama 20 hari seperti seekor mole (jenis tikus).

Tahun lalu, ia tinggal selama sepekan di atas tiang listrik setinggi 20 meter yang berada di depan stasiun KA Paris. Lalu mengeram 12 butir telur ayam sampai menetas, merasakan sulitnya jadi ayam betina yang mengeram telurnya.

Abraham melakukan pertunjukan aneh tetapi berhasil memperoleh sentimen spiritual yang memang menjadi tujuannya. Semoga saja makin banyak pertunjukan menarik yang ia sajikan kepada masyarakat di kemudian hari. (Sinatra/rmat)