Mengapa Anda Tidak Bisa Mencium Bau Rumah Sendiri?

280

Oleh: Chen Junchun

Karena fenomena kelelahan penciuman, orang sering tidak dapat mencium bau tak sedap atau bau aneh di dalam rumahnya sendiri, salah satu cara, tinggalkanlah rumah selama beberapa jam untuk kemudian kembali dan membiarkan hidung Anda “restart“, maka Anda akan dapat mencium lagi bau yang aslinya tidak tercium lagi tersebut. (internet)

Dengan mengatakan, “Bagaikan memasuki toko abalone (pauhi), setelah sekian lama tidak mencium baunya lagi”, Konfusius menggambarkan dampak buruk apabila bergaul dengan teman yang tidak berkarakter baik.

Sedangkan yang menyangkut fungsi tubuh, hal ini sebenarnya merupakan gejala kelelahan penciuman yakni untuk sementara Anda telah kehilangan kemampuan untuk membedakan aroma. Itulah sebabnya mengapa orang tidak mudah mengenali bau di dalam lingkungan rumahnya sendiri.

Ketika Anda pulang ke rumah setelah perjalanan jauh, Anda mungkin akan merasakan bau apek di rumah, lantas Anda ingin membuka jendela untuk mendapatkan udara segar, tetapi Pamela Dalton psikolog kognitif dari Monell Chemical Senses Center AS mengatakan di “New York Magazine”, mungkin di rumah Anda selalu eksis bau tersebut, hanya Anda saja yang tidak menyadarinya.

Gejala tak dapat mendeteksi bau ini dikenal sebagai kelelahan penciuman (juga disebut adaptasi penciuman), hal ini merupakan tindakan tubuh dalam menghindari overloading sistem saraf, khususmya terhadap bau yang tidak bersifat membahayakan.

Karena kelelahan penciuman, orang akan segera bisa beradaptasi dengan bau, cukup hanya bernapas beberapa kali,  maka sudah tidak akan mencium bau yang baru. Itu sebabnya, orang seringkali tidak dapat mencium bau badannya sendiri, bahkan parfum yang baru saja disemprotkan sudah tidak tercium lagi wanginya.

Jelasnya, setiap item dalam lingkungan tempat tinggal dapat memancarkan molekul yang berbau. Ketika Anda menarik napas, molekul-molekul ini melalui lubang hidung, bersentuhan dengan taste receptors (reseptor rasa), yang lantas mengirimkan sinyal ke otak, kemudian otak akan menentukan ini bau apa dan apakah ia merupakan ancaman atau tidak.

Dalton menyatakan, setiap perubahan dalam lingkungan dapat menimbulkan ancaman bagi manusia, maka itu otak lantas berfokus pada pendeteksian pemandangan baru, suara, rasa dan penciuman baru.

Cukup hanya mencium beberapa kali, orang sudah dapat dengan segera mengenali apakah bau itu perlu ditangani atau diabaikan. Untuk penciuman yang tidak mengancam, akan dengan segera muncul fenomena kelelahan penciuman sehingga tidak mencium bau itu lagi.

Apabila Anda khawatir di rumah ada bau aneh yang tak tercium, Anda dapat mengambil beberapa cara dalam mendeteksi bau itu.

Kuncinya adalah karena bau yang sudah akrab dengan Anda tersebut, tinggalkanlah rumah selama beberapa jam untuk kemudian kembali dan membiarkan hidung Anda “restart“, maka Anda akan dapat mencium lagi bau yang aslinya tidak tercium lagi tersebut.

Jika cara ini gagal, Dalton merekomendasikan trik lain yakni, Anda dapat melakukan olahraga ringan sejenak melalui peningkatan sirkulasi darah untuk meningkatkan indera penciuman.

Para produsen parfum dengan cara berjalan naik-turun tangga, agar di saat menguji suatu aroma mampu mencium baunya secara maksimal. (hui/whs/rp)