Risiko Radiasi Telepon Seluler pada Anak dan Cara Melindunginya

116
radiasi ponsel
(Antonio Guillem / Shutterstock)

Anak-anak sekarang menggunakan dan memiliki ponsel di usia muda daripada generasi sebelumnya. Sementara ponsel mungkin menjadi cara yang bagus untuk mengawasi anak-anak Anda saat mereka berada di sekolah, di rumah teman, atau bahkan di rumah saat Anda di kantor,  ponsel benar-benar aman untuk  anak-anak  bisa menggunakan sepanjang waktu.

Banyak orang tua hanya khawatir  anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu dengan ponsel mereka. Dan pada kenyataannya, di masyarakat kita sedang berkembangk  ketergantungan yang semakin meningkat pada perangkat teknologi nirkabel. Menurut jajak pendapat Common Sense pada tahun 2016, 50 persen remaja mengaku kecanduan telepon selulernya.

Terlepas dari kecanduan teknologi, namun,  ada kekhawatiran keamanan yang sagat nyata tentang bagaimana  paparan konstan terhadap radiasi telepon seluler dapat mempengaruhi perkembangan fisik, sosial, dan psikologis  anak dan orang muda saat ini. Menempelkan telepon seluler ke telinga memungkinkan hingga 80 persen radiasi yang dipancarkan menembus hingga dua inci ke dalam otak; untuk anak-anak, efek ini lebih jelas.

“Penetrasi radiasi telepon seluler ke dalam otak anak jauh lebih dalam dan lebih besar, “kata Ronald Melnick, seorang penasihat ilmiah untuk Environmental Health Trust.  ” Juga perkembangan sistem saraf anak berpotensi lebih rentan terhadap agen pengrusak,”

Pada November 2016 lalu, Akademi Ilmu Kesehatan Anak di Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi resmi  baru yang mendesak orang tua untuk membatasi paparan telepon seluler terhadap anaknya. Pada tahun 2010, penelitian terhadap anak berusia 8-17 tahun membuktikan bahwa paparan jangka pendek terhadap medan elektromagnetik, yaitu jenis radiasi yang dipancarkan oleh telepon seluler, dapat menyebabkan anak semakin sulit konsentrasi di sekolah, sakit kepala, dan mudah marah.

Tentu saja, bukan hanya anak-anak saja yang berisiko terpapar radiasi telepon seluler dan teknologi nirkabel lainnya. Hampir semua orang yang hidup dalam budaya saat ini memiliki telepon seluler di tangannya atau menghabiskan waktunya dengan dikelilingi oleh orang yang menggunakan telepon seluler. Tetapi karena tubuh dan pikiran anak terus berkembang  cepat, maka akan lebih berisiko mengalami kerusakan sel secara permanen yang berdampak langsung pada kemampuan untuk melakukan sesuatu dan berkembang, di sekolah dan di masa datang.

Karena telepon seluluer adalah fenomena yang relatif baru, maka saat ini tidak ada cara untuk mengatakan efek jangka panjang pada generasi anak-anak yang telah terkena emisi radiasi kronis selama hidupnya. Memang, paparan radiasi ini sering dimulai sebelum kelahiran si anak.

Dalam sebuah studi longitudinal wanita sebelum melahirkan, yang diterbitkan pada tahun 2008 dalam jurnal Epidemiologi, wanita yang lebih sering menggunakan telepon seluler selama kehamilan menunjukkan 25 persen lebih banyak mengalami masalah emosional, 35 persen lebih menjadi hiperaktif, 34 persen lebih bermasalah dengan rekan, dan 49 persen lebih memiliki anak yang bermasalah perilaku dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak menggunakan telepon seluler.

Pilihan terbaik adalah untuk tidak menggunakan telepon seluler. Tetapi jika anak Anda harus menggunakan telepon seluler untuk menghubungi Anda, maka lebih baik mengirim pesan daripada  berbicara, karena dengan mengirim pesan, telepon seluler tidak terlalu dekat dengan tubuh.

Jangan menyimpan telepon seluler di kamar tidur anak di malam hari, karena telepon seluler terus memancarkan radiasi selama 24 jam sehari, bahkan saat tidak digunakan. Selanjutnya, Anda dapat membeli penghambat medan elektromagnet khusus untuk melindungi terhadap radiasi dan membatasi rata-rata penyerapan internal.

Gunakan telepon seluler dengan cerdas dan lakukan tindakan yang semampu Anda untuk membatasi risiko paparan radiasi terhadap anak. Masa depan kesehatan anak kita tergantung pada langkah yang kita ambil hari ini.(Epochtimes/Vivi/Yant)