Apa Perbedaan dari Kesadaran Penuh dengan Meditasi

140
meditasi
Ilustrasi.

Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menemukan bahwa meditasi dapat meningkatkan kendali penuh pada emosi manusia, sekalipun Anda bukan terlahir sebagai seorang yang mawas diri.

Menurut laporan jurnal Frontiers in Human Neuroscience, peneliti psikolog mencatat aktivitas otak relawan yang melihat gambar-gambar provokatif, segera setelah melakukan meditasi untuk pertama kalinya. Para relawan tersebut mampu mengendalikan emosi negatif mereka sebaik relawan yang terlahir memiliki karakter ‘mawas diri’.

“Penemuan kami tidak hanya menunjukkan jika meditasi mampu meningkatkan kesehatan emosi, tapi relawan ini juga memperoleh banyak manfaat meskipun tidak memiliki bakat alamiah ‘mawas diri’,” papar Yanli Lin, sarjana lulusan Michigan State University dan ketua peneliti studi tersebut. “Hanya membutuhkan beberapa kali latihan.”

Ini sangat menarik, namun saya sedikit bingung dengan pernyataan Yanli. Tidakkah Anda memang seharusnya ‘sadar penuh’ saat bermeditasi? Tidakkah keduanya hanya duduk diam dan mencoba untuk tidak berpikir apa pun?

Sebagai orang yang sangat ingin mencapai tingkat pengendalian atas emosi, saya memutuskan untuk mencari perbedaan antara keduanya dan manfaat atas kedua latihan ini.

Apakah meditasi itu?

Meditasi adalah suatu tindakan. Ia merupakan sebuah aktivitas yang kita latih pada otak kita tentang bagaimana bersikap tenang, konsentrasi, dan sadar akan pikiran dan emosi. Ini adalah suatu hal –di dunia yang terlalu banyak stimulasi ini– harus dilatih secara teratur jika ingin meningkat.

“Melatih konsentrasi seperti yang kita lakukan dalam meditasi membutuhkan kemauan yang kuat. Itulah mengapa umat Buddha membangun aula dan biara untuk meditasi. Mereka mencoba menciptakan suatu lingkungan yang bebas dari gangguan,” tulis pencipta aplikasi OMG I Can Meditate!

Apakah kesadaran penuh itu?

Kesadaran penuh atau mind fulness adalah suatu kondisi keberadaan. Ketika kita hidup dengan penuh kesadaran atau mawas diri, kita berupaya untuk selalu sadar pada setiap momen, dan apa yang terjadi di dalamnya, begitu juga ketika berlalu. Kesadaran penuh tidak membutuhkan suasana sunyi, musik, ataupun arahan. Bagi beberapa orang, seperti yang telah disebutkan dalam penelitian di atas, kesadaran penuh bahkan tidak memerlukan latihan.

Ini adalah kondisi “memperhatikan pada tujuan, pada saat ini, dan tanpa penilaian, hingga terbukanya pengalaman dari peristiwa ke peristiwa,” jelas pakar kesadaran penuh, Dr. John Kabat-Zinn.

Jadi, kesadaran penuh dibutuhkan untuk meditasi, namun sebaliknya tidak benar-benar dibutuhkan. Tak peduli mana yang dapat membuat Anda merasa lebih baik, masing-masing memiliki manfaat, termasuk perbaikan dalam hubungan sosial, mengurangi kelelahan dan depresi, serta respon yang lebih baik terhadap stres! (Epochtimes/Ajg/Yant)