Haruskan Kita Khawatir makan Gluten?

79
makan gluten
Lolostock / Shutterstock)

Haruskah semua orang khawatir makan gluten? Makanan bebas gluten, sama seperti makanan bebas lemak dan rendah karbohidrat, adalah sebuah tren diet yang diklaim akan  menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Adakah manfaat bebas gluten terhadap kesehatan?

Apa itu gluten?

Gluten adalah nama generik untuk protein utama yang ditemukan dalam gandum dan biji -bijian yang terkait dengan gandum. Gluten mencakup 70 persen atau lebih kandungan protein total dalam gandum. Gluten merupakan komponen penting dalam biji-bijian yang digunakan untuk roti  karena memberi elastisitas dan kekenyalan dalam roti dan membantu adonan mengembang dengan cara menjebak menahan dioksida yang dihasilkan oleh ragi.

Gluten terkandung di dalam diet orang Amerika Serikat, karena makanan olahan seperti pasta, roti, makanan yang dipanggang, dan pengganti daging biasanya dibuat dari gandum. Menurut USDA, sekitar 17 persen kalori dalam diet orang Amerika Serikat berasal dari tepung terigu. Gluten juga ditemukan pada banyak biji-bijian lain seperti farro, freekah, bulgur, dieja, kamut, barley, rye, dan triticale.

Kapan harus makan makanan bebas gluten?

Selama bertahun-tahun, gandum telah dipersalahkan sebagai  penyebab obesitas, demensia, dan kesehatan yang buruk. Tetapi hanya ada tiga jenis kondisi kesehatan saat ini yang berkaitan dengan gluten: kondisi autoimun seperti penyakit celiac, peka terhadap gluten tetapi tidak menderita penyakit celiac, dan alergi terhadap gandum.

Bagi penderita penyakit celiac, makan gluten menyebabkan tubuh melancarkan serangan autoimun terhadap usus kecil, sehingga menyebabkan peradangan kronis dan masalah kesehatan yang serius di seluruh tubuh, yang tidak hanya terjadi di saluran pencernaan. Sebuah penelitian pada tahun 2014 berjudul “Perspektif Amerika Serikat terhadap Penyakit Gluten” oleh Pusat Penelitian Penyakit Celiac memperkirakan bahwa sekitar 1 persen populasi menderita celiac dan 1 persen lagi dari populasi menderita alergi gandum.

Kepekaan terhadap gluten yang bukan diakibatkan oleh penyakit celiac tidak dipahami dengan baik dan gejalanya tidak jelas. Orang yang peka terhadap gluten namun tidak menderita penyakit celiac tidak mengalami kerusakan usus yang berhubungan dengan penyakit celiac dan tidak memiliki alergi terhadap gandum atau gluten. Penderita yang didiagnosis peka terhadap gluten setelah penyakit celiac dikesampingkan dan telah memastikan bahwa tidak makan  gluten telah menghilangkan gejala. Penderita yang peka terhadap gluten dapat mengalami nyeri sendi, nyeri otot, dan kelelahan, di samping gejala pencernaan.

Secara keseluruhan, penelitian pada tahun 2014 memperkirakan bahwa 3-6 persen populasi peka terhadap gluten, termasuk sindrom iritasi usus dan beberapa penyakit autoimun yang terkadang diperburuk oleh konsumsi gluten

Apakah gluten penyebab naiknya berat badan?

Gandum disebut sebagai penyebab utama epidemi obesitas bangsa dalam berbagai buku diet, dan tampaknya menurunkan berat badan menjadi motivator bagi orang yang tidak makan gluten.

Namun belum ada penelitian yang diterbitkan yang menunjukkan bahwa tidak makan gluten akan menurunkan berat badan. Selain itu, juga tidak ada bukti bahwa gandum utuh, yang mengandung gluten dan tidak diproses, berdampak negatif terhadap kesehatan pada orang yang tidak perlu menghindar gluten.

Buku dan situs yang menawarkan saran diet sering menyalahkan kandungan gluten atau gandum pada makanan halus yang tinggi karbohidrat (seperti makanan yang terbuat dari tepung terigu putih dan tepung gandum yang ditumbuk sangat halus). Ini adalah proses pemurnian makanan, di mana pemakannya akan mengalami peningkatan kadar glukosa di dalam darah karena tepung yang halus dengan cepat dicerna oleh tubuh, sehingga memicu terjadinya penyakit kronis, jadi ini bukanlah akibat jenis  biji-bijian atau gluten khususnya. Beralih ke karbohidrat olahan lainnya, seperti tepung beras putih, tidak memberi  perbaikan.

Diet bebas gluten dapat mengandung kalori yang tinggi dan  nilai gizi yang rendah sama seperti makanan standar orang Amerika Serikat. Makanan yang terbuat dari tepung yang halus, seperti pasta, kue, dan roti yang bebas gluten, tidak akan menurunkan berat badan. Produk tersebut sama berbahayanya dengan tepung terigu yang halus.

Namun, jika Anda tidak makan pasta yang mengandung gluten, namun makan sayuran, kacang-kacangan, buah, dan biji-bijian, kemungkinan besar akan menurunkan berat badan Anda (dan lebih sehat), karena makanan ini secara alami menyebabkan  kadar glukosa yang rendah di dalam darah dan mengandung  serat dan zat gizi yang tinggi.

Tentu saja, makan makanan yang terbuat dari tepung halus secara berlebihan akan memicu naiknya berat badan dan memperburuk kesehatan, tanpa memandang apakah terbuat dari gandum atau biji-bijian lainnya. Namun, makan biji-bijian dan kacang-kacangan yang utuh akan meningkatkan kesehatan, karena merupakan makanan yang kaya akan karbohidrat yang paling menyehatkan.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa orang yang tidak peka terhadap gluten atau tidak menderita penyakit celiac akan dirugikan oleh gluten jika makan gluten.

Intinya, gluten tidak menjadi masalah untuk sebagian besar  orang. Makan makanan yang mengandung gluten, seperti gandum yang direbus, atau digiling kasar atau ditumbuk menjadi roti gandum, tidak akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan.

Yang terbaik adalah makan biji-bijian yang direbus, di mana air hasil rebusan tersebut lebih sehat daripada roti gandum atau produk tepung lainnya, karena lebih banyak mengandung zat gizi, menyebabkan kadar glukosa yang rendah di dalam darah, dan proses merebus tidak menghasilkan senyawa beracun.(Epochtimes/Vivi/Yant)