Ibu Hamil Ini Mengira Akan Melahirkan Anak Kembar, Tapi Tak Disangka di Perut ‘Jumbonya’ Ditemukan…

223

Nyonya Ma melahirkan seorang anak perempuan pada usia 30 tahun, setelah itu tidak pernah hamil lagi. Sampai pada usia 37 tahun, Ma memeriksakan dirinya ke rumah sakit karena ketidaknyamanan fisik, dan diberitahu bahwa dirinya hamil.

Ditilik dari usia nyonya Ma saat itu, ia telah melewati masa usia hamil yang ideal. Namun, karena keinginannya yang kuat untuk memiliki anak lagi, sehingga ia bersikeras melahirkan anaknya.

Dalam benaknya, nyonya Ma pikir punya pengalaman karena telah melahirkan seorang anak, sehingga tidak ke rumah sakit lagi untuk sekadar pemeriksaan, ia konsentrasikan diri pada kehamilannya dan istirahat di rumah.

Saat hamil enam bulan, perut Nyonya Ma tampak jauh lebih besar daripada perut wanita yang hamil delapan bulan, tetangganya kerap bertanya padanya setiap bertemu, “Anak kembar ya? Selamat ya!”

Nyonya tampak sangat gembira mendengarnya, ia semakin merasa perut besarnya itu mengandung anak kembar.

Beberapa temannya menyarankan Nyonya Ma sebaiknya ke rumah sakit untuk memeriksa, tapi nyonya Ma merasa baik-baik saja dengan dirinya, tidak perlu membuang-buang uang, sehingga ia tidak ke rumah sakit.

Menjelang persalinan, nyonya Ma diantar ke rumah sakit oleh keluarganya, ketika dokter melakukan operasi caesar, mereka terkejut karena yang dikandung nyonya Ma bukan anak kembar, melainkan sesosok janin dan tumor besar! Membuat para dokter yang menanganinya terkejut.

Setelah bayinya dikeluarkan, dokter segera melakukan pembedahan miomektomi (pengangkatan fibroid rahim), agar tidak mengancam nyawa si wanita hamil dan janinnya. Setelah pengangkatan fibroid, terlihat jelas tumor itu jauh lebih besar daripada kepala janin.

Setelah mengetahui ada tumor sebesar itu di dalam perutnya, nyonya Ma menjadi was-was dan takut, tapi diam-diam ia merasa mujur. Oleh karena itu, wanita hamil dihimbau sebaiknya periksakan diri ke rumah sakit secara teratur semasa hamil, ini bukan saja bertanggung jawab atas diri sendiri, tapi juga janin yang ada di dalam perut!

Manfaat ibu hamil yang secara teratur melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit.

  1. Memahami kondisi fisik ibu hamil.

Karena perubahan hormon semasa kehamilan, maka akan terjadi juga serangkain perubahan secara fisik, pemeriksaan secara teratur bisa segera memahami perubahan pada tubuh, dan dapat segera diatasi jika jika terjadi sesuatu yang tidak wajar.

2. Mengetahui kondisi janin

Anda bisa melakukan pemeriksaan detak jantung janin sesuai dengan masa kehamilan, selain itu juga bisa mengetahui kondisi fisik sang janin, dan jika tubuh sang janin tidak lazim, dokter bisa segera menanganinya. (Jhony/rp)