Bakteri di Daging Ayam Tidak Matang dapat Menyebabkan Kelumpuhan

98
Ilustrasi ayam (Internet)

Sejenis bakteri yang ditemukan dalam ayam yang tidak dimasak dengan sepenuhnya diduga dapat menyebabkan Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Sebagaimana ditulis msutoday.msu.edu GBS ini merupakan penyebab utama yang menyebabkan acute neuromuscular paralysis, atau kelumpuhan sistem saraf dan otot.

Temuan penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Autoimmunity ini tidak hanya membuktikan bagaimana bakteri ini mencetus GBS, tetapi juga memberi informasi baru tentang cara untuk mengobatinya.

Menurut laporan itu, ayam yang tidak dimasak sampai ke titik suhu internal minimal akan menyebabkan bakteri tetap hidup.

“Setelah satu ke tiga minggu, bakteri ini dapat menyebabkan rasa lemah dan mati rasa di bagian kaki dan tapak kaki”.

Linda Mansfield, penulis dan profesor di College of Veterinary Medicine, Michigan State University mengatakan bahwa penelitian mereka juga telah menunjukkan bahwa sindrom ini akan pecah ketika bakteri itu bergabung dengan genetik beberapa individu yang tertentu saja.

Namun, ia mengkhawatirkan karena penggunaan antibiotik untuk mengobatinya dikhawatirkan akan membuat penyakit lebih parah. Kini, pihak mereka sudah menghasilkan tiga model pra-klinis GBS sebagai referensi kepada publik tentang bagaimana beberapa jenis genetik lebih terdorong untuk memperoleh GBS.

Memiliki kaitan dengan Zika

Mansfield menjelaskan bahwa model pra-klinis yang telah diproduksi oleh pihaknya itu dapat membantu penelitian bakteri atau virus lain yang dapat menyebabkan GBS, seperti virus Zika. Selain mengkaji penyebab penyakit, ia juga bisa memberikan langkah untuk mengatasinya.

Ini karena, biasanya, pasien sindrom GBS tidak dapat diobati dengan antibiotik, bahkan beberapa di akan menyebabkan kondisi menjadi lebih buruk.

“Model ini berpotensi besar untuk mencari pengobatan sesuai bagi kelumpuhan seperti ini. Kebanyakan pasien GBS sangat parah dan ini tidak mengizinkan mereka melalui percobaan klinis. Model yang telah dihasilkan ini dapat mengatasi masalah ini. ”

Gejala berlanjut sampai beberapa minggu

Penderita GBS biasanya akan mengalami muntah dan diare pada awalnya, seolah-olah itu efek makan makanan yang sudah rusak atau basi.

Satu sampai tiga minggu berikutnya, mereka akan mengalami rasa lemah dan mati rasa di bagian telapak kaki dan kaki. Sedikit demi sedikit, paralysis ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan tangan, bahkan ianya akan mempersulit pernafasan secara normal.

Mansfield kini bertekad untuk mempelajari efek obat terhadap GBS dalam modelnya.

Menurut Mansfield, strategi terbaik untuk mengobati paralysis ini adalah dengan mengidentifikasi metode pengobatan terbaik untuk mengatasi GBS.

GBS, atau Campylobacter jejuni menginfeksi lebih sejuta orang per tahun di Amerika Serikat. Ini juga dikenal sebagai penyebab penyakit terkait sistem imunisasi atau autoimmune disorder, seperti Inflammatory Bowel Disease atau Reiter s arthritis.

Penelitian dilakukan di bawah dana sponsor The National Institutes of Health Enterics Research Investigational Network (Michigan State University/Erabaru.com.my/asr).