Demi Meraup Keuntungan Besar, Pengusaha Tiongkok Membuat ‘Beras Palsu’, Begini Cara Mengidentifikasinya

596

Sebelum membeli beberapa makanan, mungkin kita akan lebih dulu mempertimbangkan kandungan lemak, kolesterol dan nutrisi lainnya. Tetapi sebuah berita mengejutkan menyebutkan, “beras (nasi)” yang kita makan mungkin sejak awal sudah bermasalah, bukan lagi nasi yang harum seperti yang kita pikirkan, tapi telah disusupi dengan “Beras plastik”!

Sekilas terdengar muskil, tetapi banyak yang sama sekali tidak bisa membedakan antara beras asli dan palsu.

Bukan rahasia lagi kalau perusahaan makanan menambahkan sintetis pada produknya, tapi, “beras sintetis” ini telah menyusupkan ancaman risiko ini ke tingkat yang baru.

Terbetik berita, bahwa banyak pabrik pengolahan padi di Tiongkok menambahkan beras ini dalam produknya, dengan maksud mencampuradukan beras berkualitas yang lebih tinggi harganya, untuk mendapatkan keuntungan lebih!

The Korea Times menyebutkan, bahwa bahan-bahan “beras palsu” ini sebenarnya terdiri dari kentang mentah, ubi jalar yang dicampur dengan resin sintetis, dan resin sintetis ini adalah plastik.

Komposisi seperti ini sangat mirip dengan fisik padi-padian pada umumnya, dan setelah disemprot dengan aroma beras, maka pemalsuan mutiara dengan mata ikan pun jadi dengan mudah. (mengganti beras asli dengan beras palsu).

Tak perlu dijelaskan lagi, beras palsu ini dipastikan sangat berbahaya bagi tubuh manusia kalau dikonsumsi. Pemerintah Tongkok memperingatkan, bahwa cukup tiga mangkuk beras sintetis ini masuk ke dalam perut anda, maka itu setara dengan anda mengonsumsi secara langsung sebuah plastik.

Bagi masyarakat Asia Timur dan kawasan Asia Tenggara, tidak ada yang bisa memastikan kalau beras yang merupakan bahan makanan pokok bagi kawasan itu tidak akan terkonsumsi dengan beras sintetis seperti itu, tapi untungnya ada beberapa cara yang bisa membedakannya, supaya masyarakat bisa menyingkirkan produk rendahan yang mengerikan ini.

  1. Uji kepadatan beras.

Kepadatan beras sintetis itu dipastikan tidak sama dengan beras asli. Coba Anda rendam kedua jenis beras itu ke dalam air, kemudian anda aduk sekuatnya, butiran beras yang mengambang ke atas itu besar kemungkinan adalah beras plastik. Sementara yang tenggelam itu barulah beras asli!

  1. Apakah berjamur.

Coba hancurkan butiran beras itu dengan penggiling, kemudian letakkan di suatu tempat. Beberapa hari kemudian, jika beras asli pasti akan berjamur, sementara beras plastik tidak akan mengalami perubahan apapun!

  1. Perhatikan residunya saat mencuci beras.

Jika saat mencuci beras atau menanak nasi, anda melihat ada sesuatu yang ganjil di permukaan air, maka sebaiknya hati-hati, karena ini menandakan beras itu mungkin bermasalah!

  1. Bakar beras itu untuk memastikan baunya.

Ketika anda membakar plastik, pasti akan tercium aroma-bau kentang dan plastik, dan bau itu mirip denga aroma plastik yang dibakar langsung ! Jadi, membakar adalah cara yang dapat memastikan asli atau palsu beras yang anda beli/konsumsi.

Mari kita saksikan cara ajaib yang sempurna untuk mengidentifikasi beras palsu, supaya jangan terjebak lagi membeli zat beracun ini!

Nyaris tak terbayangkan produk sintetis yang mengerikan itu bisa menyusup ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi sebenarnya sangat sulit menghindari dan mau tidak mau harus menanggung risiko seperti itu saat bepergian ke luar negeri, makan di luar, atau saat membeli susuatu yang tidak jelas sumbernya.

Oleh karena itu, mengandalkan kemampuan kita untuk membedakannya itu sangat penting kiranya bagi kita! Jangan lupa dishare ya informasi penting ini untuk kebaikan kita bersama, beritahu mereka agar waspada! (jhony/rmat)