Sirkus Lumba-lumba Diangkut dalam Keadaan Kering di Pesawat, 25.000 Tanda Tangan Berseru Agar Dihentikan Pengangkutan Kejam itu

345
Nyawa Lumba-lumba akan terancam jika dehidrasi terlalu lama. Gambar di atas menunjukkan Lumba-lumba di dekat pemain sirkus dibiarkan kekeringan saat beruang sirkus mempertunjukan atraksinya. (Video screenshot / Epochtimes)

Oleh: Mo Li

Air mata ayah-ibu mengalir hanya untuk anak-anaknya

Sebuah video yang terekam dari sebuah sirkus Indonesia baru-baru ini memicu keprihatinan yang luas dari masyarakat.

Seekor lumba-lumba dijemur di pingggir kolam renang dalam waktu yang lama, sementara di sisinya. Tampak seorang feeder dan beruang sirkusnya sedang asyik memperagakan aktraksinya bersepeda, berjalan keseimbangan  sampai pengunjung selesai berfoto-foto, lumba-lumba yang terengah-engah baru dikembalikan ke kolam.

Melansir laman dailymail.co.uk, video ini dirilis oleh kelompok perlindungan hewan “Animals Asia Foundation”. Organisasi tersebut sedang mengumuplkan tanda tangan melalui video pendek terkait, menghimbau Maskapai Sriwijaya Air agar tidak membantu mengangkut satwa untuk eksploitasi.

Direktur bagian kesejahteraan hewan, Dave Neale mengatakan, meskipun lumba-lumba adalah hewan mamalia, bisa menghirup udara seperti manusia, tetapi hidupnya tak perpisahkan dengan air.

Dehidrasi akan menyebabkan tekanan pada paru-paru lumba-lumba, menyebabkan masalah pada sistem pernapasan, dan juga berdampak buruk pada lapisan kulitnya. Gemuruh suara, permukaan yang tidak rata, dapat menyebabkan cedera secara fisik dan psikologis pada hewan cerdas ini, dan berisiko kematian.

Menurut catatan Jakarta Animal Aid Network-JAAN, bisnis sirkus keliling lumba-lumba, setidaknya ada lebih 70 satwa, kerap diangkut dengan truk dan pesawat. Saat ini, “Animals Asia Foundation” telah mengumpulkan 25.000 tanda tangan, menyerukan kepada maskapai Sriwijaya Air agar tidak bekerja sama dengan kelompok sirkus menyiksa hewan. (jhoni/rp)