Oleh Su Mingming

Baru-baru ini, YouTube menyajikan sebuah rekaman video yang menarik perhatian masyarakat. Menceritakan seorang ibu warga Singapura yang memakai jasa seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus putrinya.

Ketika di rumah, majikan wanita kejam itu sering menggunakan suara bernada keras untuk memanggil dan berbicara dengan PRT asal Filipina. Namun, tanpa diduga perilakunya itu sempat terlihat oleh putrinya kemudian juga diterapkan saat berada di sekolahan.

Cerita video diawali dengan seorang ibu warga Singapura bernama Serene yang mendatangkan seorang PRT asal Filipina bernama Lisa. Suami Serene kebetulan sedang bertugas di luar kota, sehingga di rumah tinggal 3 orang yaitu ibu Serene, putrinya bernama June dan Lisa.

Serene membiarkan Lisa menggunakan gudang yang penuh dengan barang-barang sebagai kamar tidurnya. Dengan sikap boss ia kemudian meminta Lisa menyerahkan paspor serta ijin kerja kepadanya untuk ‘disimpan’. Ketika jam makan tiba, Serene memberitahu Lisa bahwa Lisa baru boleh makan setelah Serene dan June selesai makan.

June lalu berubah menjadi bocah yang ‘terdidik’ untuk membuang empatinya terhadap orang lain, khususnya kepada PRT. Ia melepas sepatu dan meletakkan tas sekolah sembarangan begitu pulang sekolah, membiarkan Lisa yang membereskannya.

Menghadapi situasi seperti ini, Lisa hanya bisa berbungkam mulut menahan emosi. Di saat malam tiba, ia mengeluarkan dari tasnya selembar foto keluarga, menatapi wajah anaknya yang masih kecil. Hanya ini yang memberikan kekuatan kepadanya untuk meneruskan pekerjaan di rumah ini.

Suatu hari tanpa sengaja Lisa menumpahkan sup makan malam di tubuh Serene dan kertas yang dipegang di tangannya. Dalam keadaan panik, Lisa cepat-cepat mengambil kertas yang basah itu untuk dibersihkan, tetapi langsung dirampas kembali dan dirobek Serene yang kemudian membentaknya.

“Bagaimana kau bisa begitu bodoh !” sambil mendorongnya pergi.

Fenomena ini terekam oleh mata June yang sedang berada di sudut sana.

Hari berikutnya, Serene menerima sambungan telepon dari guru wali kelas yang memintanya untuk datang ke sekolah karena sesuatu masalah terkait putrinya. Begitu tiba di sekolahan, guru memberitahu Serene bahwa June baru saja mendorong jatuh seorang bibi dalam halaman sekolah, beruntung bahwa lukanya tidak serius.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Guru wali kelas itu mengatakan, bibi itu tanpa sengaja menumpahkan air minum yang mengenai tubuh June, dan June langsung memarahi bibi itu dengan kata-kata “Bagaimana kamu bisa begitu bodoh!” dan mendorongnya sampai  terjatuh.

Guru memanggil orangtua datang menemui hanya karena mempertimbangkan perkembangan June di masa mendatang. Guru mengatakan bahwa June sebelumnya termasuk seorang murid yang cukup bersopan-santun, entah mengapa belakangan ini jadi berubah.

Serene langsung sadar, ucapan dan perilakunya telah ditiru oleh putrinya. Sesampainya di rumah, di hadapan Lisa ia memberitahu putrinya June agar membereskan sendiri tas dan sepatunya. Selain itu memberi contoh dengan membawa sendiri sepatu yang dikenakan untuk dimasukkan ke dalam lemari yang tersedia.

Sebelum makan malam, Serene mengembalikan paspor dan ijin kerja Lisa dan memberikan ijin kepada Lisa untuk beristirahat. Ketika Lisa hendak meninggalkan mereka, Lisa dipanggil Serene lagi dan memintanya untuk duduk di meja makan dan bersantap malam bersama.

Melihat adegan ini, June memanggil Lisa untuk makan bersama. Sambil bersantap malam Serene memberitahu June agar ia tidak langsung menyebut nama tetapi memanggil Lisa dengan bibi Lisa.

Sejak saat itu, Serena mulai bisa menghormati Lisa. Dan senyuman pun kembali menghiasi wajah Lisa, termasuk June sekarang jadi lebih berempati, mulai bersopan santun. (Sinatra/rp)

 

Share

Video Popular