Oleh: He Qinglian

Penobat Tahta Adalah Investor, Bukan Dermawan

Penobat tahta menobatkan seorang raja, bukan karena melakukan kebaikan, tapi demi mendapatkan keuntungan.

Di dalam sejarah Tiongkok ada seorang penobat tahta yang paling terkenal yakni seorang politikus sekaligus pebisnis bernama Lu Buwei dari zaman Zhan Guo (abad ke 3 SM). Tapi merujuk pada sejarah, hubungan antara “penobat tahta” dengan sang raja sangat sulit berakhir harmonis.

Richard Neville (1428-1471) di masa kekaisaran Henry VI Inggris adalah penobat tahta yang terkenal di dalam “Rose War”.

Pada 1461 ia membantu Edward IV dari keluarga Warwick untuk naik tahta, beberapa tahun kemudian hubungannya dengan Edward IV memburuk, ia pun berhasil mengusir Edward, dan mengembalikan Henry VI dari keluarga Lancaster yang dilengserkannya.

Lu Buwei berjasa mengusung raja, ia pernah diberi gelar “menteri kehormatan”, dan dijuluki “bapak negara”, yang khusus menangani administratif kerajaan, tapi begitu Kaisar Qin semakin dewasa, Lu pun mulai dibenci, lalu ia dipaksa bunuh diri.

Hubungan seperti ini sulit berlangsung harmonis selamanya, karena ketika seorang raja telah dinobatkan, sang penobat biasanya ingin selalu mempertahankan dominasinya.

Sementara sang raja biasanya tidak mau terus dikekang, begitu kekuasaan raja semakin besar, hubungan pasti akan rusak.

Antara Park Geun-Hye dengan sohibnya itu tentunya sangat berbeda dengan hubungan raja dan penobat tahta di zaman dahulu kala, tapi tetap saja sang penobat tahta akan menuntut imbalan politik dan ini mutlak tidak akan berubah.

Choi Tae-Min (kiri) dan Park Geun-Hye (kanan) di suatu acara peresmian pada 1977. (internet)

Sejak sebelum pilpres 2007, Park Geun-Hye dan Lee Myung-Bak melangsungkan pemilihan capres secara internal Partai Nasional (sebelum menjadi Partai Dunia Baru), dari kubu Lee Myung-Bak juga telah mempertanyakan hubungan istimewa antara Park Geun-Hye dengan keluarga Choi.

“Jika Anda terpilih sebagai presiden, apakah ada kemungkinan keluarga Choi akan campur tangan mengendalikan negara?”

Akan tetapi kecurigaan ini justru mendapat serangan balik yang keras dai Park Geun-Hye dengan mengutuk kubu Lee.

Dan karena waktu itu Park Geun-Hye adalah kesayangan rakyat Korea, kecurigaan itu pun berlalu begitu saja dengan cepat ibarat angin, dan tidak sempat menjadi hambatan apa pun bagi jalan Park Geun-Hye menuju Istana Cheong Wa Dae.

Penyebab Tersungkurnya Park Geun-Hye

Hubungan Park Geun-Hye dengan dua generasi keluarga Choi Tae-Min adalah hubungan antara investor dengan objek yang diinvestasikan. Pada hari penobatan Park Geun-Hye, saat itulah investor mulai mengambil hasil dari investasinya.

Choi Tae-Min menyebut hubungannya dengan Park adalah “pasangan spiritual”, setelah meninggal hubungan itu diwariskan pada putrinya Choi Soon-Sil, seperti memberikan berbagai nasehat terkait kebijakan dan masalah kenegaraan, menanamkan benih penyebab kegagalan karir politik Park.

Di AS, presiden bisa memberikan imbalan bagi pendukungnya dengan penunjukan politik, tapi investasi maraton keluarga Choi terhadap Park Geun-Hye tidak mendapat fasilitas ini.

Tidak jelas penyebabnya karena Korsel tidak menganut sistem ini, atau karena semasa kampanye hubungan keluarga Choi dengan Park terus disoroti rivalnya sehingga tidak leluasa membuat pengaturan seperti itu.

Namun tidak adanya penunjukan politik yang bisa diberikan pada Choi Soon-Sil, membuatnya hanya ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk memuaskan hasrat kekuasaannya.

Pertama, terus memberikan pendapat pada Park Geun-Hye.

Kedua, memanfaatkan kekuasaan Park Geun-Hye untuk meraup keuntungan pribadi.

Saat ini kejahatan yang paling banyak dituding adalah dituduh intervensi terlalu dalam pada pembentukan dan operasional dua kelompok konsorsium besar yakni “Group MIR” dan “Group K”, lalu memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Presiden Korsel, menggalang dana hingga mencapai lebih dari KRW 90 milyar (sekitar USD 80 juta atau Rp. 1 trilyun lebih) lewat Korean National Federation of Economic Managers (klub para petinggi di Korea Chaebol Enterprise).

Kedua konsursium ini dicurigai mempersiapkan dana pensiun bagi Park Geun-Hye. Di sisi lain juga menjadi ATM pribadi bagi Choi Soon-Sil. Konsorsium Group K bahkan mensponsori latihan berkuda dan perlombaan berkuda bagi putri Choi, dan putri Choi diterima di Ewha Women’s University karena kemampuan berkudanya yang unik.

Analis yang memahami politik Korsel mengatakan, gerakan politik di Korsel secara harfiah adalah partai politik, tapi sesungguhnya dikendalikan oleh orang kepercayaan para tokoh politik, memiliki keunikan “politik keluarga” dengan pengikutnya.

Begitu seorang tokoh politik berkuasa, para pengikutnya tak terelakkan lagi juga akan ikut menikmati status istimewa dan kekuasaan, keunikan status seperti ini biasanya yang menjadi jembatan terjadinya konspirasi antara peguasa dengan pengusaha.

Keunikan seperti ini di negara Filipina dan negara lain yang sangat berkompromi dengan nepotisme, membuat presiden sulit untuk digulingkan. Tapi pemahaman akan kondisi korup dan nepotisme di Korsel tengah berada dalam kondisi terpecah.

Realita politik dimana korupsi merajalela, namun politikus yang tidak korup sulit mewujudkan idealism. Tetapi korupsi seperti ini sering dijadikan senjata mematikan untuk menyerang lawan dalam persaingan partai.

Sejak 1948 hingga sekarang, Korsel telah diperintah oleh 11 orang presiden selama 16 periode yang selalu diakhiri dengan kata “tragis”, entah karena tewas di negeri orang, atau dibunuh, atau dipenjara, atau hancur reputasinya, atau mundur dengan membawa aib. Hampir setiap presiden tidak bisa mundur dengan bersih.

Secara internal, tindak korupsi sohib Park Geun-Hye yang tak terbendung, hubungannya dengan keluarga ini sejak awal sudah bukan lagi hubungan biasa, hubungan saling menguntungkan selama puluhan tahun yang seolah hampir tidak mungkin terjatuh ke tangan orang lain.

Secara eksternal, dia tidak bisa mengendalikan kekuatan oposisi politik yang terus mengincar kekuasaan Cheong Wa Dae. Tercabik-cabik sepertinya akan menjadi takdir yang mengakhiri karir presiden wanita Korsel ini. (sud/whs/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular