Siput tersebut ditemukan di laut pada kedalaman 160 meter oleh nelayan bernama Chai Yu Xin. Kulit Siput ini dipenuhi jaluran berwarna kuning dan merah.

Awalnya, dia menganggap bahwa Siput itu hanyalah seekor siput besar dan ingin menjualnya. Setelah diselidiki, barulah dia mengetahui bahwa Siput itu rupanya fosil hidup.


Menurut laporan koran Apple Daily, Chai dikatakan menyelusuri ke pelabuhan Kaohsiung, Taiwan, menggunakan botnya untuk menangkap ikan. Dia menemui Siput yang seberat 2kg, sepanjang 22cm, dan berketinggian 16cm itu di sana dan membawanya pulang.

Siput itu kemudian ditempatkan di gerainya untuk dijual ketika dia diberitahu oleh salah seorang pembeli di pasar bahwa Siput itu sebenarnya kulit kerang langka yang dinamakan Entemnotrochus rumphii.

Berita tersebut mengejutkan Chai, lalu dia membawa Siput itu pulang dan menaruhnya di dalam sebuah akuarium.


Ahli satwa laut di sebuah museum di sana telah mengkonfirmasi bahwa Siput yang ditemukan Chai itu adalah Entemnotrochus rumphii.

Kulit kerang itu merupakan salah satu satwa purba yang mana habitatnya biasa ditemukan pada kedalaman 200 sampai 600 meter di dalam laut. Chai sangat beruntung ketika dia menemukan kulit kerang ini pada kedalaman 160 meter saja.


Entemnotrochus rumphii adalah raja kepada semua jenis kulit kerang yang dapat dilacak keberadaannya sampai 100 ke 300 juta tahun sebelumnya. Strip merah dan kuning pada kulit kerang ini adalah fitur khusus yang ada pada makhluk laut purba ini.

Harga yang ditempatkan tergantung pada ukuran dan warna kulit kerang ini. Jika penjual menemukan pembeli yang cocok, harga kulit kerang ini bisa dijual dengan harga tinggi .

Entemnotrochus rumphii memiliki warna cantik dan mempesona. Bagikan artikel ini ke kontak Anda agar lebih banyak yang berpeluang melihat satwa laut purba ini. (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular