Sebagian orang sudah terlanjur kecanduan mengonsumsi garam, jika masakan terlalu hambar maka nafsu makan pun berkurang, namun ada pakar yang memperingatkan kepada 6 golongan orang yang wajib mengurangi asupan garam.

Berikut 6 golongan orang yang harus mengurangi asupan  garam:

1. Penderita sakit ginjal

Garam kaya akan sodium dan ginjal bertanggung jawab untuk mengatur keseimbangan ion natrium di dalam tubuh. Dan bagi pasien ginjal, karena fungsi regulasinya menurun, terlalu banyak ion natrium yang tidak bisa dibuang keluar tubuh, maka dalam jangka waktu lama akan menyebabkan tekanan darah tinggi, edema dan gejala lainnya. Bersamaan itu, terlalu banyak menyerap garam akan menambah beban pada ginjal yang dapat menyebabkan kondisi sakit menjadi lebih parah.

2. Orang yang sering terkena edema

Orang yang sering terkena edema juga jangan rakus akan makanan yang kandungan garamnya terlalu tinggi, dengan kandungan natrium di dalam tubuh terlalu tinggi maka akan membuat lebih banyak air mengendap di dalam tubuh; sedangkan jika yang dimakan terlalu asin maka tak tertahankan akan  eminum lebih banyak air. Hal ini kemungkinan akan memperburuk penyakit edemanya.

3. Penderita hipertensi

Makan terlalu banyak garam akan menyebabkan cairan dalam tubuh tertahan, hal ini dapat  meningkatkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah naik. Itu sebabnya penderita hipertensi sebisa mungkin mengontrol mengonsumsi garam.

4. Kulit yang buruk

Terlalu banyak garam, maka terlalu banyak air yang tertinggal di dalam kulit, mungkin akan  menyebabkan pembengkakan wajah dan kantong mata menjadi berat. Juga kandungan air pada sel permukaan kulit tersedot, menyebabkan kulit itu sendiri menjadi kering lantaran kekurangan air dan muncul kerut-kerut halus; minyak air kulit (skin water oil) tidak seimbang juga bisa menyebabkan wajah berminyak, tumbuh jerawat, dan lain-lain.

5. Lambung kurang baik

Garam mengandung zat natrium dan klorin, kandungan klorin terlalu tinggi akan merangsang sekresi  sam lambung dan menyebabkan refluks asam. Sedangkan terlalu banyak asam lambung juga mungkin akan melukai mukosa dan menyebabkan ulkus peptikum atau pennyakit pencernaan yang lain.

6. Osteoporosis

Pasien osteoporosis, satu point yang terpenting adalah menambahkan kalsium dan mencegah hilangnya kalsium. Mengonsumsi terlalu banyak garam, pada saat ginjal berusaha keras membuang natrium juga bersamaan itu akan membuang kalsium yang lebih banyak dan membuat keadaan sakit menjadi lebih parah. Sebaliknya jika mengurangi makan garam akan bisa menyelaraskan ginjal dan mengurangi hilangnya kalsium.

Tiga cara mengontrol garam saat memasak

Cara di bawah ini bukan hanya bisa mengurangi penggunaan garam, juga dapat membuat masakan lebih terasa lezat:

Menggunakan bumbu lain sebagai penyedap

Garam yang terkandung dalam 5 gr kecap dan 20 grmiso setara dengan 1 gr  garam, masakan yang dimasak dengan bumbu-bumbu ini mungkin lebih lezat daripada langsung menggunakan garam. Ketika membuat masakan juga bisa menggunakan rempah-rempah manis, asam, pedas dan bumbu-bumbu penyedap seperti saus cabai, bawang merah, jahe bawang putih dan lain-lain, tidak hanya membuat masakan kaya akan rasa juga bisa mengurangi penyerapan garam.

Mengembangkan rasa dari bahan-bahan itu sendiri

Banyak bahan-bahan memiliki aroma khusus, misalnya tomat, jamur, ubi jalar, jika bumbu terlalu berat maka akan menekan rasa asli dari bahan itu sendiri. Misalnya orak arik telur-tomat, ditambahkan sedikit garam dan gula dimasak dengan api besar hingga mengeluarkan sari tomat, masukkan telur goreng yang lunak, taste tomat itu sendiri ada rasa asam dan manis.

Selain itu, bahan sayuran hijau jika diberi terlalu banyak garam akan mudah mengeluarkan cairan sehingga menyebabkan hilangnya vitamin yang larut dalam air.

Mengubah metode memasak

Menumis sayuran terkadang cenderung menggunakan banyak garam dan minyak. Boleh dicoba dengan metode memasak dengan merebus, mengukus, mengadon dingin, juga membuat meja makan lebih bervariasi.

Tentu saja, makan garam sedikit tidak berarti sama sekali tidak makan garam. Jika penyerapan garam terlampau rendah, tubuh akan terasa lemas, pusing, tidak ada nafsu makan bahkan muncul gejala “kram panas” pada otot kaki dan tangan, kasus yang parah akan membahayakan jiwa. Menurut keadaan diri sendiri mengonsumsi garam, bukan hanya memelihara kesehatan tubuh juga tidak merugikan selera adalah cara yang paling cerdas. (Epochtines/Lin/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular