JAKARTA – Bentrok antara pengemudi angkutan online dan konvensional yang terjadi pada sejumlah daerah yang melibatkan sejumlah pelaku nantinya akan ditindak tegas oleh aparat kepolisian.

Langkah demikian dilakukan agar kekisruhan antar para pengemudi tersebut tak terus terulang. Selain itu polri akan ikut mensosialisasikan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang transportasi.

“Kita akan lakukan tindakan tegas, karena sebagai efek jera kepada semuanya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul dalam  diskusi  di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Menurut dia, pihak kepolisan mendorong dan turut mendukung sosialisasi aturan mengenai revisi untuk aturan transportasi termasuk online dan konvensional. Sebagai pengelola keamanan, kata Martinus, kepolisian menilai aturan-aturan untuk transportasi sangat penting agar adanya pemunuhan hak-hak terhadap setiap orang.

Walaupun perkembangan teknologi pada saat itu tak bisa ditolak, bagi Martinus, semestinya harus ada regulasi yang jelas untuk mengatur segala penerapannay di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Polri sudah membentuk sejumlah tim sebagai langkah pengawasan dan deteksi dini terjadinya potensi-potensi konflik terkait angkutan online dan konvensional pada sejumlah daerah.

Menurut Martinus, pola kekisruhan yang terjadi memang diantaranya terus melebar pada sejumlah daerah. Namun ada konflik-konflik yang terjadi dikarenakan perkembangan yang sangat massif terkait penyebaran informasi, walaupun sebenarnya tak pernah terjadi bentrokan antara para pengemudi transportasi.

Terkait kasus ini, Polisi memberikan apresiasi kepada aparat pemerintahan daerah yang turut serta mengatasi soal kekisruhan transportasi pada saat ini. Langkah para Pemda diharapkan mampu membuka jalur komunikasi atas aspirasi-aspirasi yang diinginkan para pengemudi online dan konvensional.

Polri menilai gesekan-gesekan yang terjadi harus dikelola dengan baik agar tak terjadi kejadian-kejadian yang tak diinginkan. Tindakan melawan hukum termasuk  dalam bentuk bentrokan antara para pengemudi, sejatinya merupakan peristiwa yang tak diinginkan oleh aparat kepolisian.

“Gesekan antara kedua ini potensinya cukup besar dan kita perlu mengelolanya supaya jangan sampai kepada peristiwa berakibat melawan hukum,” katanya. (asr)

Share

Video Popular